Sekolah Di Amerika Berikan Beasiswa Esports

3

Para pemain esports telah berevolusi menjadi salah satu jenis atlet baru yang diakui, dimana nama mereka sedang banyak diperbincangkan di banyak perguruan tinggi amerika.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, setidaknya ada 50 sekolah yang telah menambahkan program esports, serta 17 diantaranya menawarkan beasiswa.

Belum lama ini, New York Institute of Technology baru saja menyelenggarakan turnamen esports perdana mereka. Dengan memainkan game Overwatch melawan University of Delaware.

Jadi apa yang orang tua katakan saat mengetahui bahwa anak mereka bisa mendapatkan beasiswa dengan bermain video game?

“Awalnya, Anda cukup memberi tahu mereka bahwa Anda sedang berada di sebuah tim. Mereka pasti bersemangat, “kata Bryan Valenti dari NYIT CyBears. “Lalu Anda bilang itu tim video game. Kebahagiaan mungkin akan menghilang sedikit. ”

Sama seperti atlet lainnya, para gamer esports melewati minggu latihan hanya untuk membuat tim. Mengingat organisasi NCAA yang mengatur kompetisi olahraga di Amerika Serikat belum membuat regulasi mengenai cabang esports, berarti para gamer profesional masih dapat mengikuti program beasiswa esports tersebut.

“Bermain bersama semua orang, kalian bisa merasakan atmosfir yang terbentu,” kata Robert Schneck. “Sangat menyenangkan, memberikan semangat,” tambahnya. “Senang bisa bermain dengan banyak orang secara dekat.”

Ketika ditanya apakah masa depan bermain di tim esports sama dengan bermain di tim bola basket, Eliezer Duran mengatakan. “Tanpa diragukan lagi. Esports, secara umum, adalah industri yang sedang berkembang. Ini hanya masalah waktu saja.”

Esports lebih dari sekadar game. Para pemain mengatakan bahwa esports mampu meningkatkan kemampuan komunikasi dan sosial, dan memungkinkan setiap sekolah untuk bertemu siswa diseluruh dunia.

Direktur olahraga NYIT Dan Veltz mengatakan jika dia bisa menentukan keputusan sendiri, sekolah tersebut akan mulai menawarkan beasiswa esports besok.

“Semakin banyak hal yang bisa kami tawarkan yang mampu menarik minat siswa, semakin bermanfaat bagi kami.” katanya.

Sebuah studi baru-baru ini oleh University of California di Irvine mengatakan 72 persen mahasiswa bermain video game, namun hanya 1 persen sekolah yang menawarkan program-program tersebut.

X