160.000 Akun Nintendo Diretas dan Dipakai Belanja Vbucks, Hackernya Ternyata Gamer Juga!

Peretasan ini diakui Nintendo sendiri di awal minggu ini. Padahal kasusnya sudah ramai sejak awal April 2020. Bagian paling konyolnya adalah 160.000 akun Nintendo yang diretas malah dipakai belanja Vbucks, uang virtual di game Fortnite. Peretasnya kalau nggak gamer, pasti joki Fortnite, nih.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Kecurigaan pengguna konsol besutan Nintendo akhirnya terbukti. Para pengguna ini curiga ada beberapa akun Nintendo yang diretas. Alasannya karena sistem Nintendo jadi lemot dan nggak responsif.

Nintendo akhirnya ngaku kalau sistem keamanan mereka jebol dan diretas. Hasil dari peretasan itu adalah 160.000 akun Nintendo bisa diakses orang lain tanpa izin pemilik akunnya. Itu belum kemungkinan lain bahwa akun sebanyak itu akan bocor dan dijual di pasar ilegal.

Peretasan ini diakui Nintendo sendiri di awal minggu ini. Padahal kasusnya sudah ramai sejak awal April 2020. Bagian paling konyolnya adalah 160.000 akun Nintendo yang diretas malah dipakai belanja Vbucks, uang virtual di game Fortnite.

Berdasarkan konfirmasi Nintendo, masalah keamanan yang berhubungan dengan Nintendo Network ID (NNID) jadi penyebabnya. Dari NNID ini, para peretas berhasil mengakses Nintendo Accounts. Dari sini, peretas memakai Nintendo Accounts buat belanja dan tindakan ilegal lain.

Nindento Ke Pasar Mobile Merupakan Keuntungan Besar!

NNID adalah sistem akun yang dipakai Nintendo khusus untuk konsol game Wii U dan 3DS. Sistem akun ini kemudian diganti oleh sistem akun baru bernama Nintendo Accounts. Sistem baru ini khusus digunakan buat konsol game Nintendo Switch dan Switch Lite.

Sayangnya, sistem akun yang lama nggak dihapus sama Nintendo. Malahan dijadikan sebagai perpanjangan sistem akun baru. Artinya, orang-orang yang udah punya akun di sistem NNID secara otomatis akan punya akun di sistem Nintendo Accounts.

Peretas memanfaatkan otomatisasi migrasi akun ini. Jadi peretas membobol sistem NNID, yang kemungkinan besar udah nggak kepake, biar bisa secara otomatis masuk ke Nintendo Accounts. Jadi, sekali retas, dua sistem akun terlampaui.

Sudah Bikin Langkah Pencegahan

Dikutip dari Eurogamer (24/4/2020), pihak Nintendo ngasih konfirmasi tegas soal peretasan sistem lama untuk bisa mengakses sistem baru. Karena itu mereka sudah bikin langkah pencegahan. Salah satunya adalah menutup akses otomatisasi antar sistem akun.

Sejauh ini Nintendo ngasih konfirmasi bahwa peretas hanya bisa mengakses data nickname, negara asal, tempat tinggal pengguna, alamat email, dan tanggal lahir.

Informasi soal kartu kredit dipastikan Nintendo nggak bisa diakses peretas. Tapi para peretas emang sempat belanja dengan akun yang diretas. Mereka membayar pakai Paypal atau sisa saldo yang ada di akun-akun yang diretas itu.

Hacker Nintendo Merupakan Gamer Juga

Ternyata para peretas akun-akun Nintendo ini adalah gamer juga. Karena mereka belanja item-item yang ada di sebuah game. Kebanyakan orang yang jadi korban peretasan memberitahu kalau akun mereka dipakai buat belanja Vbuck, uang virtual di game Fortnite.

Nintendo juga meghimbau pengguna buat bikin password yang berbeda antara dua akun yang dimiliki. Selain itu, pengguna diminta buat mengaktifkan verifikasi dua langkah yang ada di sistem. Jadi Nintendo sejauh ini baru bisa ngasih pencegahan awal.

Masih belum jelas apakah Nintendo akan mengganti saldo yang dipakai peretas untuk belanja. Kasihan aja gitu, nggak tahu apa-apa tiba-tiba dapet konfirmasi saldo habis dipakai belanja Vbuck. Makin parah lagi kalau korban nggak pernah main Fortnite.

Jadi, kamu jangan takut mainan Switch atau Switch Lite. Karena kasus peretasan ini udah beres. Nintendo pasti bikin langkah-langkah pengamanan yang lebih oke.

Website ini menggunakan Coookie untuk kestabilan akses, Apakah kamu menerimanya? Terima! Detail Tetang Cookie

error: Content is protected !!