5 Dari 10 Karakter Valorant Harus Kalian Beli, Jadi Tidak Balance?

Valorant akan menjadi game free-to-play competitive layaknya CSGO dan moba lain pada umumnya seperti Dota maupun LoL. Dari pihak Riot Games menyatakan pada perilisannya Valorant akan menyediakan 10 karakter yang dapat dimainkan, sayangnya ada berita tidak mengenakan dari game ini.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Ada kabar yang telah dikonfirmasi bahwa 5 Dari 10 Karakter Valorant harus kalian beli. Seperti yang kita ketahui, Valorant adalah game competitive online shooter dari pengembang game League of Legends, Riot Games. Game yang sebentar lagi akan rilis pada musim panas tahun ini menjadi pusat perhatian banyak pemain casual maupun pro player dari bermacam-macam game lainnya.

Dengan perlahan-lahan Riot Games memberikan sedikit info mengenai game Valorant ini. Salah satu info dari game ini yang diberikan Riot Games akhir-akhir ini adalah mengenai karakter yang tersedia.

Valorant akan menjadi game free-to-play competitive layaknya CSGO dan moba lain pada umumnya seperti Dota maupun LoL. Dari pihak Riot Games menyatakan pada perilisannya Valorant akan menyediakan 10 karakter yang dapat dimainkan, sayangnya ada berita tidak mengenakan dari game ini.

Pasalnya dari interview pihak IGN degan Valorant executive producer Ann Donlon, sistem karakter dari game ini akan mirip seperti moba atau FPS heroes based lainnya seperti Overwatch dan Rainbow Six Siege. Pemain dapat membuka karakter baru dengan mengumpulkan mata uang ingame atau membeli langsung.

5 Karakter Gratis Dan 5 Karakter Valorant Berbayar!

Valorant

Dari 10 karakter yang rilis ini pihak Riot Games mengambil keputusan bahwa 5 dari karakter ini akan berada di belakang paywall, yang berarti para pemain harus membeli setengah dari jumlah karakter yang tersedia di game dasar ini. Riot Games menyatakan karakter dapat dibuka dengan ingame currency yang didapatkan ketika bermain biasa atau pemain dapat mengambil jalan instan yaitu membelinya dengan mata uang asli.

Donlon menyatakan jika sistem ini sebagai “Engagement-incentivized model” yang berarti pemain yang sering berpartisipasi akan lebih mudah mempunyai keunggulan karakter. Dengan sering bermain pastinya pemain akan diberi hadiah berupa ingame currency untuk membuka karakter yang dikunci.

Menariknya sistem ini juga digunakan pada game Riot lainnya League of Legends dimana saat perilisannya ada beberapa champion yang terkunci. Hal ini banyak menuai kekesalan kepada banyak calon pemain Valorant, terutama dari pemain CSGO, Siege, dan Overwatch dimana CSGO menggratiskan seluruh konten juga OW dan Siege dimana semua hero dan karakter dasar dapat digunakan semua tanpa dikunci.

Karakter Non Premium!

Karakter non-premium Valorant dapat dibuka dengan metode partisipasi seperti battlepass. Jika sistem ini juga mirip yang dianut League of Legends, maka pemain harus menyelesaikan banyak misi dan mengumpulkan poin untuk membuka karakter lainnya.

Dengan metode ini banyak orang yang merasa kesal dengan keputusan Riot. Hal ini ditakutkan dapat membuat game tidak balance karena dapat terbilang sebagai game pay-to-win yang padahal belum saja rilis.

Pengalaman bermain juga akan semakin terkekang karena tidak bisa menggunakan hero lainnya dalam waktu cepat. Sayangnya metode ini terbilang efektif untuk game free-to-play yang beredar luas pada umumnya.

Website ini menggunakan Coookie untuk kestabilan akses, Apakah kamu menerimanya? Terima! Detail Tetang Cookie

error: Content is protected !!