Tampaknya, babak Grand Final M2 akan secara dominan dikendalikan oleh Brens eSports. Hal ini dikarenakan skor sementara menunjukkan angka 2-0 dengan Burmese Ghouls yang tertinggal 2 poin kemenangan dari BRENS.

Berada di bawah dominasi dari BRENS, BG mencoba untuk membongkar formasi dari BRENS itu sendiri. Pasalnya, RRQ Hoshi juga sempat mencoba hal serupa terhadap anti-META milik BG di babak playoff.

Tentunya, tindakan tersebut berusaha BG lakukan untuk memperoleh momentum dan membalikkan keadaan. Meskipun begitu, BRENS sendiri menunjukkan perkembangan dan hasil adaptasi yang begitu pesat sejak performa mereka di fase group stage.

Akan tetapi, BG sendiripun memiliki anti-META yang terbukti ketangguhannya di M2. Pasalnya, dari 3 game yang telah berlangsung, kedua belah pihak sama-sama mencegah kehadiran anti-META tersebut melalui tindakan mereka dalam melakukan ban terhadap Diggie.

Disisi lain, tampaknya usaha yang BG upayakan dapat menghasilkan sesuatu yang cukup berharga. Langsung saja simak pembahasan lebih lengkapnya di bawah ini!

Teka-Teki

Secara keseluruhan, BG seharusnya memiliki sebuah keunggulan yang tidak dimiliki BRENS dalam berlaga di babak Grand Final M2 ini. Pasalnya, BRENS telah berhasil dipaksa untuk menghadapi berbagai pertandingan yang lebih banyak dibandingkan BG.

Hal ini disebabkan, posisi BRENS di upper bracket yang berhasil disingkirkan oleh BG sebelumnya di fase playoff. Tentunya, dengan posisi tersebut, BG dapat lebih nyaman menyimpan strategi dan bahkan META andalan yang mereka miliki.

Namun tampaknya, terdapat sebuah teka-teki tersendiri dihadapan BG dalam menghadapi BRENS. Dimana berbagai tim yang telah bertanding melawan BRENS, belum dapat memecahkan misteri dari formasi pertahanan BRENS.

Ditambah lagi, ketertinggalan 2 kemenangan tersebut dialami oleh BG karena mereka sedang berupaya melakukan hal serupa. Diawali dengan dugaan BG terhadap power pick hero milik BRENS seperti Alice, Yu Zhong, dan Claude yang sangat merepotkan.

Akan tetapi, melakukan ban terhadap salah satu ataupun ketiga dari hero tersebut terbukti belum cukup untuk membongkar teka-teki tersebut.

Baxia BRENS FlapTzy

Pada akhirnya, BG mengambil sebuah pilihan alternatif pada saat sesi draft pick game 3 berlangsung. Dimana BG memilih untuk melakukan ban terhadap Baxia. Keputusan tersebut tergolong menarik karena BRENS memang gemar mengandalkan 2 hero tank dalam komposisi hero mereka.

Akan tetapi, cukup berbeda dengan RRQ Hoshi yang mengandalkan Belerick, BRENS justru selalu memilih Baxia sebagai andalannya. Justru, kemampuan Baxia digenggaman BRENS FlapTzy inilah rahasia dari teka-teki yang berusaha BG pecahkan.

Related Post

Dengan daya tahan hidup yang tinggi, Baxia BRENS FlapTzy selalu begitu tangguh dalam mengawal berbagai power pick hero dari BRENS khususnya Claude BRENS KarlTzy. Ditambah lagi, Baxia BRENS FlapTzy tidak pernah ragu untuk mengorbankan lane miliknya, demi mengamankan posisi dan proses farming dari BRENS KarlTzy tersebut.

Keputusan BG membungkam Baxia sejak awal game 3, tanpa diduga-duga memberikan hasil yang cukup memuaskan. Dengan cukup jelas terlihat, meskipun BRENS KarlTzy kembali memperoleh Claude miliknya, dia seakan kehilangan tempo dan gaya permainan tanpa kehadiran Baxia di salah satu sidelane milik BRENS.

Bersamaan saat BG memperoleh rahasia tersebut, sebuah momentum berhasil BG dapatkan dan membuat skor sementara menjadi 2-1 di game 3 ini. Tentunya, babak Grand Final yang bersifat Bo7 belum berakhir dan BG masih memiliki kesempatan yang cukup besar untuk dapat membalikkan keadaan!