Sebelumnya, Impunity KH tertinggal dengan skor sementara 1-0 dari EVOS SG. Hasil tersebut tentunya secara otomatis membuat IMP berada di dalam kondisi yang kritis. Pasalnya, IMP tengah terancam menjadi tim keempat yang dipastikan gugur dari M2 ini.

Disisi lain, EVOS hanya selangkah lagi untuk memastikan dirinya lolos ke babak playoffs dan menempati posisi lower bracket M2 mendatang. Akan tetapi, menghadapi IMP tampaknya memiliki tantangan tersendiri.

Pasalnya, pada game 1 IMP menunjukkan sebuah META yang cukup membingungkan anggota EVOS. Dimana IMP menghadirkan META Jawhead core dan sempat merubah strategi mereka menjadi dua sosok damage dealer.

Meskipun pada akhirnya EVOS tetap dapat mengatasi hal tersebut, tentunya tindakan IMP pada game 2 pantas untuk diwaspadai oleh EVOS. Sesuai dengan apa yang telah menjadi dugaan, IMP kembali lagi menghadirkan kejutan dihadapan EVOS pada game 2 dengan kondisi kritis yang mereka alami.

Penasaran dengan kejutan lain dari Impunity KH saat berhadapan dengan EVOS SG di fase group stage tahap kedua M2 ini? Langsung saja simak pembahasannya di bawah ini!

META Masha Core

Pada game 1, IMP mengandalkan Jawhead sebagai core mereka dengan battle spell: retribution. Masih belum merasa puas dan cukup dengan hal itu, IMP kembali mengulangi hal serupa di game 2.

Masalahnya, IMP seharusnya menyadari bahwa META yang berusaha mereka hadirkan, tidak memiliki efisiensi ataupun efektif dalam menghadapi formasi dari EVOS. Ditambah lagi, IMP telah berdiri di depan jurang keguguran untuk dapat terus berlaga di M2 ini.

Akan tetapi, tampaknya IMP tetap bersikeras menampilkan hal tersebut. Ironisnya, IMP justru dipastikan menjadi tim keempat yang gugur dari M2 usai EVOS sukses mengakhiri pertandingan di menit 14.

Pasrah?

Impunity merupakan tim yang menjadi perwakilan dari Kamboja dalam diselenggarakannya M2 ini. Melihat performa IMP dalam menghadapi EVOS, muncul sejenak dugaan bahwa IMP telah pasrah dan melepaskan tekad yang dimilikinya di M2 ini.

Bagi penonton M2, mungkin segelintir orang mulai berpikir bahwa tindakan yang tercermin dari performa IMP ini cukup menggemaskan. Pasalnya, IMP seakan menyia-nyiakan kesempatan yang mereka miliki di ajang pro scene yang begitu bergengsi ini.

Bagaimana tidak, M2 sendiri terdiri dari 10 negara yang ikut berpartisipasi dan berupaya untuk memberikan yang terbaik. Tentunya menjadi hal yang cukup mengecewakan bahwa IMP hanya bersikap pasrah.

Tentunya sikap dari Dreammax yakni perwakilan Brasil akan jauh lebih berharga dibandingkan sikap IMP tersebut. Dikarenakan, DMX tetap bersikeras untuk memberikan yang terbaik dan terus berjuang hingga akhir, meskipun pada akhirnya mereka tetap dipastikan gugur dari M2.

Related Post

Walaupun begitu, sebagai penonton M2 dan pendukung #IndoPride, sudah selayaknya kita tetap menghargai perwakilan dari negara lain dan jangan merusak citra Indonesia di M2 ini. Itulah dia pembahasan mengenai Impunity KH di M2, tim terakhir yang dipastikan gugur dari M2 pada fase group stage tahap 2!