Film ‘Ngeri-ngeri Sedap’ 2022 Menjadi Calon Film Terbaik, Kisah Perantauan Membutuhkan Jalan Pulang.

Film ngeri-ngeri sedap menjadi salah satu film terlaris tahun 2022 yang mengisahkan sebuah kerinduan kedua orang tua kepada anaknya yang sedang di tanah orang.

85
Film Ngeri-ngeri sedap

Film ngeri-ngeri sedap menjadi salah satu film terlaris tahun 2022 yang mengisahkan sebuah kerinduan kedua orang tua kepada anaknya yang sedang di tanah orang.

Diproduksi oleh Imajinari yang merupakan perusahaan produksi milik Ernest Prakarsa dan Dipa Andika, Bene Dion Rajaguguk penulis sekaligus sutradara merealisasikan ‘Ngeri-ngeri Sedap’ pada tahun 2022 ini.

 

Dengan judul yang sama novel yang dibuat Bene pada tahun 2014, Bene saat itu sempat terpikirkan untuk membuat konsep, namun ada kendala dalam diri sang penulis didukung oleh keadaan pandemi Covid-19 yang bertahan 2tahun lamanya.

21 November 2021 menjadi akhir bahwa Bene pada akhirnya mengumumkan penayangan dan beberapa pemeran utama dan kru yang terlibat berasal dari suku batak, seperti Arsywendy Beningswara Nasution, Tika Panggabean, Boris Bokir Manullang, dan Gita Bhebhita Butar-butar. Selain itu adapun pemeran berasal dari Sumatera Utara, seperti Indra Jegel dan Lolox.

Latar Belakang ‘Ngeri-ngeri Sedap’ 2022

Ngeri-Ngeri Sedap

Dengan latar yang ditampilkan merupakan berasal dari Sumatera Utara terkhusus suku batak, cerita nya pun penampilkan tentang kehidupan keluarga batak. Kelurga yang berisikan Pak Domu dan Mak Domu beserta 4 orang anak: Sarma E. Purba, Domu, Gabe, dan Sahat Purba.

Beberapa dari mereka tinggal diluar kota. Kerinduan keluarga saat akan menjelang sebuah pesta syukuran khas Batak tak terbendung yang dirasakan orangtua. Pada akhirnya Pak Domu dan Mak Domu memiliki cara, dengan berpura-pure ingin bercerai dan membuat para anak berkumpul.

Para anak yang mulai muak dengan perintah orangtua karena setiap anak sudah memiliki keluarganya masing-masing, dan memutuskan mereka kembali ketempat perantauan.

Namun semakin kesini, keretakan benar terjadi. Mak Domu marah pada Pak Domu karena ideologi patrilineal-nya dan membuat akhirnya Mak Domu ingin benar bercerai. Mak Domu kembali pada ibunya, sementara Pak Domu curhat pada ibunya. Pak Domu hanya ingin mengikuti cara ayahnya. Namun, ibunya berkata setiap keluarga memiliki caranya sendiri dan berbeda cara untuk memimpinnya.

Lalu pada akhir film, Pak Domu menemui anak-anaknya dan belajar banyak hal. Setelahnya, Pak Domu membawa anak-anaknya pulang, karena menginhat perintah Mak Domu. Akhirnya, mereka sekeluarga pun berjamu bersama.

Film keluarga ini, mengingatkan bahwa seindahnya kota oranglain yang kita tempati, tetap tujuan akhir itu melihat ibu dan bapak dikampung halaman. Indahnya merantau bukan berarti melupakan indahnya kasih sayang dan hangatnya kumpul bersama keluarga.