Home Blog Page 102

4 Drama Korea Punya Rating Tertinggi Yang Menarik Untuk Kalian Tonton

0

Dibulan oktober lalu, ada banyak sekali drama korea atau drakor yang lagi tayang, diantaranya berhasil meraih rating tinggi karena memiliki cerita bagus serta pemainya juga punya kualitas yang bisa diacungin jempol.

Sejumlah drama korea yang meraih rating tertingi biasanya mengusung genre yang berbeda, diantara thriller dan juga genre yang romantis, kira-kira apa saja list drama korea yang punya rating tertinggi, serta menarik untuk kalian tonton!

Homemade Love Story (2020)

Di korea sendiri drama Homemade Love Story ini mendapatkan rating yang cukup tinggi yakni 22 sampai 26 persen. Drama yang tayang di KBS2 ini mengusung cerita yang sangat bagus dan seru yang tentunya membuut penonton tertarik untuk menontonya.

Drama ini menceritakan sebuah drama keluarga yang tinggal di sebuah rumah villa yang di jalankan oleh wanita bernama lee soo jung. Lantas apa saja keseruan yang terjadi di dalam villa tersebut. simak kelanjutan kisahnya hanya di drama Homemade Love Story.

Record of Youth (2020)

Di awal penayanganya drama korea Record of Youth mampu meraih rating tertinggi sebesar 7.8 persen dan dinilai konsisten terus di sepanjang penayanganya. Drama ini berkisah sa hye joon yang diperankan oleh park bo gum, won hae hyo byeon woo seok dan hyee joon tiga sahabat yang berusaha merah mimpinya.

Lies of Lies (2020)

Drama korea ini menceritakan seorang ibu tunggal yang mendapati putrinya menjadi seorang yang sukses, drama ini mendapat rating tertinggi sebesar 4.2 persen di awal penayanganya. Sehingga drakor ini cocok untuk menemani kalian yang suntuk akibat PSBB dirumah.

Awal berkisah mengenai ji eun soo yang harus mendekam di balik jeruji penjara, lantaran dia dituduh membunuh suaminya sendiri. Saat dia terbebas dari penjara, dia pun kaget melihat putrinya sudah menjadi bintang terkenal, karena di adopsi oleh reporter tv yang menjadikanya seorang binta idol. Lantas apa yang akan dilakukan oleh ji eun soo untuk mendaatkan putrinya kembali.

Once again (2020)

Drama korea ini mengusung tema keluarga, ya once again yang berarti memulai kembali memang bisa membius penonton dari segi lawakan dan juga ceritanya. Cerita dimulai dari 4 orang anak yang gagal membina rumah tangga mereka, dan mereka harus kembali ke rumah orang tua mereka sendiri.

Ceritapun berlanjut dari sang ayah yang pelit, sang ibu yang cerewet dan masih banyak anggota keluarga yang melakukan hal-hal konyol. Pokoknya kalian harus nonton drama ini deh, sudah pasti di jamin seru banget!

Itulah beberapa list drama korea yang wajib kalian tonton, jangan lupa di share artikel ini ke teman-teman kalian ya!

4 Drama Korea Bercerita Mengenai Kisah Cinta Beda Dunia

0

Namanya juga drama korea, pastinya dibumbui dengan kisah romantic yang selalu bikin pentontonya senyum senyum sendiri. Akann tetapi banyak juga drama korea yang bercerita tentang cinta seorang manusia dengan makhluk lain yang tetap cantik dan juga ganteng.

Di Indonesia sendiri cinta beda suku atau agama menajdi masalah yang besar, akan tetapi beda dengan drama korea berikut ini. Mereka ternyata dapat bersatu lho! Kalau kalian penasaran, ini dia beberapa list drama korea yang bercerita mengenai kisah cinta beda dunia.

My Absolute Boyfriend (2019)

Drama korea My Absolute Boyfriend tayang pada tahun 2019, bercerita mengenai seorang make up arts dengan robot tampan yang diciptakan untuk memberikan cinta kepada sang pemilik. Akan tetapi anehnya, justru sag robot malah memintanya untuk dicintai balik.

Banyak sekali adegan menarik di drama ini, bahkan ada juga adegan romantic yang membuat penontonya menangis lho! Kalau tidak percaya silahkan tonton sendiri drama My Absolute Boyfriend ini ya.

Bride of The Water God (2017)

Meskipun drama Bride of The Water God tayang pada tahun 2017 silam, namun drama ini masih banyak di tonton hingga saat ini lho. Dikisahkan dewa air harus turun ke bumi yang mencari batu dewa yanga da di tangan para dewa lainya.

Dalam perjalanan mencari batu tersebut, sang dewa justru jatuh cinta pada seorang gadis yang ternyata merupakan garis keturuan pelayan dewa. Akan tetapi cinta yang begitu kuat diantara mereka, membuat dramanya semakin menarik untuk ditonton.

Let’s Fight Ghost (2016)

Drama korea ini rilis tahun 2016 silam, bercerita seorang pemburu hantu yang konyol merekrut seorang pemburu hantu sungguhan yang dapat melihat hantu. Cerita dimulai seorag gadis yang mengalami kecelakaan rohnya tetap berada di bumi untuk membalaskan dendamnya, dan mencari tahu siapa yang melakukan hal itu kepadanya.

Singka cerita bongpal yang menjadi pemeran utama sekaligus pemburu hantu itu, malah jatuh cinta pada wanita hantu tersebut, lantas apas yang terjadi pada bongpal dan teman pemburu hantu lainya.

Goblin (2017)

Daram korea goblin ini berkisah tentang jenderal kim yang dikutuk enjalani kehidupan abadi di bumi sebagai seorang goblin. Karena dia dituduh menghianati seorang raja muda yang iri dengan keberhasilanya.

Drama goblin ini banyak sekali disukai terutama oleh kalangan anak muda di Indonesia, karena cerita yang disuguhkan benar benar menarik dan juga baru, ada adegan romantisnya ada sesi menangisnya ada juga momen lucunya. Jika mau menonton kelanjutan dramanya, silahkan ditonton sendiri ya.

Itu dia beberapa drama korea yang bercerita tentang kisah cinta beda dunia, silahkan di share keteman-teman ya jika bermanfaat, terimakasih.

4 Film Drama Psikologi Yang Dapat Menambah Wawasan Serta Melatih Empati

0

Di Indonesia sendiri film yang paling banyak ditonton yaitu drama romantic atau drama keluarga. Namun terkadang tidak ada salahnya lo, untuk anda mencoba jenis drama yang berbeda seperti drama psikologi.

Drama psikologi sendiri banyak sekali memebrikan pembelajaran bagi yang menonton, apalgai dengan meningkatnya kesadaran dan pentingya kesehatan mental, maka perlu juga memahami jeis penyakit psikologis yang bisa menjadi salah satu cara untuk membantu kamu atau orang disekitarmu untuk mengetahuinya. Tidak perlu jadi ahli atau sekolah dulu, kalian juga bisa mendapatkan ilmu itu dari menonton film.

Tidak usah berlama-lama lagi, berikut ini lis film dengan drama psikologi yang wajib kalian tonton!

The Drummer and the Keeper (2017)

Film ini bercerita tentang gabgriel yang merupakan seorag drummer di sebuah band di diagnose mengidap penyakit bipolar. Sehingga iapun tidak bisa menyembunyikan itu dari rekan satu band nya. Oleh karena itu dia dan teman-temanya menyetujui Gabriel untuk melakukan rehabilitasi.

Setelah sekian lama akhirnya merka pun kembali, banyak sekali pembelajaran yang bisa di ambil dar film The Drummer and the Keeper yang rilis tahun 2017 ini. Kalau kalian penasaran, silahkan tonton sendiri ya!

Leave No Trace (2018)

Film Leave No Trace rilis tahun 2018, mengisahkan seorang ayah dan putrinya yang tinggal di hutan terpencil, namun lambat laun pemerintahan mulai mencium keberadaanya, sehingga dia di bawa pihak berwajib untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebenarnya sang ayah itu menderita PTSD sehingga dia tidak bisa berada di keramaian, saat dia di tawarkan untuk kehidupan normal seperti orang kebyakan, dia malah berencana untuk kembali di hutan. Sementara itu sang putri sudah beranjak dewasa dan sen memulai kehidupan normalnya yang selama ini tidak pernah dia rasakan. Lantas apa yang terjadi pada keluarga ini. Simak kelanjutan kisahnya hanya di film Leave No Trace.

Take Shelter (2011)

Diceritakann Curtis yang merupakan seornag ayah dan suami sering mengalami kekhawatiran yang membuatnya membangun sebuah dinding anti bagai yang berada di halaman belakang rumanhya. Dia juga membangun banker untuk melindungi dia dan seluruh keluarganya dari badai yang akan terjadi.

Ditengah-tengah pembangunan banker itu justru di olok-olok oleh tetangganya, bahkan banyak juga yang menyebut dia gila. Terlebih lagi istrinya pun sering marah-marah kepadanya karena dia bertidak seperti orang gila. Lantas bagaimana kelanjutan cerita Curtis.

The Road Within (2014)

Film The Road Within yang rilis tahun 2014 ini bercerita tentang vincet seorang remaja yang tinggal di klinik rehabilitasi yang ingin menjaga nama baik sang ayah kare sedang ada kampanye politik untuk posisi penting di pemerintahan.

Singkat cerita ibunya meninggal dan ingin membuang abunya kelautan, dia mengajak kedua temenya untuk membuangnya kelautan. Lantas apa yang akan terjadi pada Vincent ini. Mari simak kelanjutana, hanya di film The Road Within.

Cukup menarik bukan! Film-film diatas, meski alurnya susah ditebak namun cerita yang disuguhkan sungguh menarik dan banyak sekali pembelajaran yang dapat diambil.

Penyakit Mental Mengerikan! Ini Dia List Film Tentang Psikolog dan Penyakit Mental

0

Ada banyak sekali film yang bisa di tonton di akhir weekend, mulai dari film yang bergenre thriller, komedi, fantasi, drama, horror dan juga petualangan. Akhir-akhir ini banyak sekali orang yang suka menonton film yang bercerita tentang psikologi, yang biasa mengisahkan seorang yang menderita penyakit mental, gangguan jiwa atau semacamnya.

Film yang bercerita tentang psikologi itu biasanya punya cerita yang seru, banyak sekali adegan yang mendebarkan hati penonton, oleh karena ini kami sudah merekomdesikan beberapa film tentang psikologi untuk kalian tonton di akhir liburan. Yuk mari sumac ulasanya sebagai berikut.

Brain of Fire (2016)

Film yang rilis tahun 2016 ini diadaptasi dari kisah nyata yang menceritakan seorang jurnalis bernama susanah cahalan, sering mengalami hal-hal aneh, dia sering kesurupan dan juga merasa semua orang membicarakan dirinya. Bahkan lebih anehnya lagi dia kerpa melakukan tindakan yang di luar control dirinya sendiri, hingga tercancam dipecat dari kerjaanya.

Berbagai cara telah ia lakukan, dia juga mencari dokter terbaik di daerah setempat. Bukan malah membaik tapi justru sebaliknya, hal yang aneh datang pun makin parah. Hingga pada akhirnya dokter pun menemukan fakta bahwa dirinya menderita kelainan otaknya dan sering berhalusinas sendiri.

Mathstick Men (2003)

Film ini menceritakan seorang pria yang bernama roy waller yang mengidap penyakit mental bernama obsessive compulsive discover. Karena penyakit ini roy sering kali mengalami ketakuan di luar nalar dan kerpa melakukan perilaku yang berluang-ulang.

Dikarenan penyakit ini dia kerap melakukan kegiatan yang berulang-ulang, sehingga sangat sulit untuk melanjutkan kehidupanya, bahkan warga sekitar menganggap dia adalah orang yang gila. Film ini sendiri menggambar gejala-gelaja orang yang mengalami kelainan perilaku obsessive compulsive discover.

Jacob’s Ladder (1990)

Film Jacob’s Ladder ini rilis tahun 1990, meskipun flm ini tergolong film yang old, akan tetapi jalan serta alur ceritanya tidak kalah menarik lo dari film modern. Diceritakan Jacob yang erupakan veteran tentara perang vetnam yang menderita penyakit mental post traumatc stress atau gangguan stress akibat trauma.

Kelainan jiwa ini biasanya diakibatkan oleh sesorang yang mengalami trauma di masa lalu. Di film ini sendiri Jacob mengalami trauma berat akibat perang dulu sehingga memicunya untuk bertindak di luar nalar manusia. Lantas bagaimana kelanjutan filmya, tonton saja sendiri ya!

Nancy (2018)

Sebenarnya film nancy yang dirilis tahun 2018 ini merupakan film yang bergenre thriller, akan tetapi nancy ini mengisahkan seorang wanita yang sangat kesepian dan dia berusaha mempengaruhi orang-orang disekitarnya untuk percaya pada omonganya itu.

Nancy bisa mempegaruhi psikologis orang, sehingga banyak sekali orang yang percaya pada omong kosongnya, lantas apa saja kelanjutan menarik di film Nancy ini.

Itulah beberapa film yang menceritakan tentang psikologi, bagaimana apakah ada salah satu film favorit kalian! Jika ada langsung saja share artikel ini ya. Sekian terimakasih!

Film Indonesia Terbaik 2018 – 2019

0

Film Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah bagus dengan film luar negeri, seperti film pabrikan Hollywood. Walaupun kita kalah dalam teknologi industri perfilman, namun hasil dari film Indonesia mempunyai alur cerita dan pengembangan karakter yang dibawakan didalam film terasa natural. Dengan menonton film, banyak hal yang bisa dipelajari tentunya dari pesan-pesan yang ada dalam film tersebut.  Nah sekarang, esportsku sudah mengumpulkan beberapa judul dan sinopsis untuk film – film Indonesia terbaik dan mempunyai nilai maupun pesan yang bisa diambil dalam film ini.

27 Step of May (2019)

27 Steps of May merupakan sebuah film yang mencoba membangkitkan kesadaran publik mengenai isu “kekerasan seksual”, yang meletakkan fokusnya kepada korban beserta keluarganya dan memperlihatkan bagaimana mereka harus menanggung dampak secara psikologis yang tidak ringan. Dalam konteks film, korban yang dimaksud adalah seorang perempuan bernama May. May adalah seorang perempuan yang pernah mengalami pemerkosaan saat ia berusia 14 tahun. Kejadian tragis yang ia terima saat remaja membuat May tumbuh menjadi perempuan yang berbeda. May yang dirundung trauma pun memilih untuk mengurung diri di rumah. Dalam segala tindak-tanduknya ini, May tak melakukan kontak mata maupun berkomunikasi dengan sang ayah yang terus menyalahkan dirinya sendiri lantaran tak sanggup melindungi putri semata wayangnya tersebut. Kehidupan dua manusia yang begitu hampa, muram, serta dingin ini perlahan mulai berubah setelah seorang pesulap yang pindah ke sebelah rumah mereka. Melalui dinding kamarnya yang terkelupas, May diam-diam mengintip sang pesulap kala melatih atraksi-atraksinya yang perlahan tapi pasti mendorong May untuk bangkit dari keterpurukannya.

Di film “27 Steps of May”, Anda akan disuguhkan adegan demi adegan yang menunjukkan rutinitas May di rumah. Mulai dari ia bangun pagi, mandi, menyetrika bajunya, mengisi keseharian dengan membuat baju boneka, makan dengan hidangan serba putih, hingga ia tidur. Sekilas rutinitas May terkesan membosankan, tapi itulah awal paling penting dari cerita di film ini. Pelan-pelan, Anda akan diajak melihat beberapa perubahan pada rutininas May. Alasan mengapa May bersikap sedikit aneh dengan rutinitasnya pun terjawab pelan-pelan. Intinya, Anda diajak mengalami proses May melepaskan diri dari trauma pelan-pelan. Film ini menjadi terobosan baru di industri perfilman Indonesia. Tidak banyak dialog dipertontonkan di sepanjang durasi 1 jam 55 menit penayangan film. Namun, penonton tidak akan mengalami kesulitan memahami film ini karena akting para pemainnya yang begitu kuat. Tema kekerasan seksual pada perempuan memang sangat menyentil. Selama ini banyak kasus pelecehan maupun kekerasan seksual berakhir menggantung tanpa ada perlindungan pada korban.

Detail Film

Tanggal Tayang: 27 April 2019

Durasi: 1 jam 52 menit

Sutradara: Ravi L. Bharwani

Penulis: Rayya Makarim

Pemain: Raihaanun Soeriaatmadja, Lukman Sardi, Ario Bayu

Genre: Drama

Rate: 8.2/10 (IMDB.com)

Dilan 1990 (2018)

Masa SMA memang menjadi salah satu momen tak terlupakan di kehidupan sebagian orang. Enggak heran kalau banyak film tentang masa SMA yang menceritakan tentang persahabatan dan tentu saja kisah cinta, seperti film Dilan 1990 yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq. Pada saat turun layar, Dilan 1990 telah disaksikan oleh 6.315.664 penonton, menempatkannya sebagai film Indonesia terlaris sepanjang 2018 dan terlaris kedua sepanjang masa.

Kisah Dilan dan Milea dimulai saat perkenalan tak biasa mereka di sebuah SMA di Bandung. Cerita dimulai ketika September 1990, Milea dan keluarganya pindah ke Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya mereka tinggal di Ibu Kota Jakarta. Di sekolah, ia bertemu dengan panglima geng motor yang tampan dan tengil, Dilan. Bukannya memperkenalkan diri, saat bertemu, Dilan malah bilang kalau Milea suatu hari nanti akan naik motor dengannya dan menjadi kekasihnya. merupakan sosok yang pintar, baik hari dan romantis. Ia punya cara sendiri untuk bisa mendekati Milea. Meski cara bicaranya terdengar kaku, dan punya cara unik untuk mengenal Milea, tapi sikap inilah yang bikin Milea semakin penasaran dan ingin dekat dengan Dilan.

Rayuan gombal nan urakan dari Dilan seketika membuat hati Milea luluh. Ramalan pertemuan di kantin sekolah, Undangan aneh, Hadiah ulangtahun buku TTS (Teka-Teki Silang) yang sudah terisi semua, menyamar sebagai utusan kantin sekolah, “serbuan” rayuan maut yang lucu dan polos di telepon maupun angkot hingga mengirim tukang pijat spesial, membuat Milea semakin penasaran dan kian menyelami bagaimana sosok Dilan kepadanya serta sebesar apa cinta remaja pria yang juga ketua geng motor Bandung itu.. Meski begitu, keduanya sama-sama belum menyatakan cinta. Tak hanya pulang sekolah bareng, bergandengan tangan dan telepon-teleponan di malam hari, Milea bahkan bisa membujuk Dilan agar tak lagi ikut tawuran antar geng motor.

Detail Film

Tanggal Tayang: 25 Januari 2018

Durasi: 1 jam 50 menit

Sutradara: Pidi Baiq, Fajar Bustomi

Penulis: Pidi Baiq, Titien Wattimena

Pemain: Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan, Vanesha Prescilla, Yoriko Angeline

Genre: Drama, Romance

Rate: 7.3/10 (IMDB.com)

Dua Garis Biru (2019)

Dua Garis Biru sendiri bercerita mengenai perjalanan cinta remaja antara Bima (Angga Yunanda) dan Dara (Zara JKT48) yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Keduanya nekat melakukan hubungan seksual di luar nikah yang berdampak signifikan terhadap kehidupan mereka secara keseluruhan.Bagi sebagian orang, film Dua Garis Biru terasa agak sedikit berat, mungkin karena sarat edukasi, nggak hanya untuk cewek saja, tapi cowok juga jadi tau bahwa proses kehamilan itu nggak sederhana, apalagi hamilnya di usia remaja dan bukan dari buah pernikahan resmi.

Dara dikenal sebagai murid berprestasi yang berasal dari keluarga terpelajar. Dara pun bercita-cita setelah lulus sekolah, dia akan berkuliah di Korea untuk meraih mimpinya. Sedangkan Bima tak sespesial Dara, Bima adalah murid yang mengoleksi nilai ulangan di bawah 50, gurunya saja sampai bilang kalau Bima tak punya masa depan. Bima tumbuh di keluarga sederhana dan religius, rumahnya di gang sempit, yang temboknya tips dan saling terhubung, khas perkampungan Jakarta.

Namun semua perbedaan tersebut tak menghalangi mereka menjalin asmara. Ini sudah ditunjukkan sejak pertama film mulai, diceritakan Bima dan Dara sudah berpacaran. Rasa nyaman di antara mereka berdua ini sudah terlanjur tumbuh, hingga berkembang di luar batas norma. Ya, Dara hamil. Dara dan Bima memang tak paham konsekuensi dari apa yang sudah mereka lakukan, jadi setelah peristiwa tersebut, mereka melewati hari-hari yang berat untuk anak seusianya Banyak scene yang sangat mengharukan dan sangat emotional di film ini. Apalagi kalau anda membayangkan ketika anda yang menjadi salah satu pemeran tersebut, entah Bima atau Dara.

Detail Film

Tanggal Tayang: 11 Juli 2019

Durasi: 1 jam 53 menit

Sutradara: Ginatri S. Noer

Penulis: Ginatri S. Noer

Pemain: Adhisty Zara, Angga Yunanda, Cut Mini, Arswendi Nastuion, Dwi Sasono

Genre: Drama

Rate: 8.0/10 (IMDB.com)

Eve Maryam (2019)

Semarang, tahun 1998. Maryam (Maudy Koesnaedi), yang terlahir dari keluarga Muslim, ditugaskan untuk mengurus rumah biarawati di daerah Ambarawa. Maryam bertemu dengan tujuh biarawati tua dengan keadaan tidak terurus. Maryam merawat para biarawati yang sudah pensiun tersebut. Sehari-hari tugasnya membersihkan asrama, memandikan biarawati yang sudah tua dan menyiapkan makanan.Cerita berkembang ketika Romo Martin (Joko Anwar) berkunjung dan memperkenalkan Romo Josef (Chicco Jerikho) yang akan mengajar musik di gereja tersebut. Keduanya sama-sama terlena dalam sebuah hubungan terlarang antar pastor dan suster yang tentunya dilakukan secara diam-diam. Pergolakan batin pun terlihat ketika Suster Maryam harus memilih antara mengemban tugasnya sebagai suster atau mengakui perasaan cintanya kepada Romo Josef yang membuatnya nyaman.

Ave Maryam menggunakan alur yang berjalan sangat pelan. Membutuhkan konsentrasi lebih untuk bisa menikmati semua yang disajikan oleh film ini. Maka tak heran jika beberapa penonton yang terhanyut bisa terlelap menikmati alunan cerita dan musik yang dihadirkan.Adegan demi adegan dibuat setenang mungkin. Bahkan beberapa adegan berlalu tanpa suara, baik musik maupun dialog. Hanya menegaskan gestur dan mimik wajah karakter, atau sekadar menampilkan transisi dalam gambar yang menawan.Pegambilan gambar dan adegan merupakan salah satu daya tarik film ini. Tidak hanya sudut pengambilannya saja yang menarik (seperti ketika keduanya makan bersama di sebuah café), komposisi warna yang menenangkan, serta set dan tone yang dihadirkan juga mencuri perhatian. Memberikan nuansa sendu di sepanjang cerita.

Film ini merupakan salah satu film yang sayang untuk dilewatkan. Pasalnya Ave Maryam hanyalah satu dari sekian banyak film Indonesia yang berani mengungkapkan cerita dan pesan cinta dengan tema yang berbeda. Ave Maryam sudah pernah dibawa ke festival-festival besar di seluruh dunia dan mendapatkan sambutan yang luar biasa. Selain pernah dibawa ke Hong Kong Asian Film Festival 2018, Hanoi International Film 2018, seleksi resmi The Cape Town International Film Market and Festival 2018, serta Jogja-Netpac Asia Film Festival ke-13, dan Netpac-Geber Award.

Detail Film

Tanggal Tayang: 11 April 2019

Durasi: 1 jam 25 menit

Sutradara: Robby Ertanto

Penulis: Robby Ertanto

Pemain: Sendy Febrina, Maudy Koesnaedi, Chicco Jerikho, Joko Anwar

Genre: Romance – Drama

Rate: 7.1/10 (IMDB.com)

Imperfect (2019)

Imperfect benar-benar sukses dalam menyajikan permasalahan kompleks tentang body shaming yang hampir dirasakan oleh semua orang. Perpaduan antara drama keluarga dengan jokes-jokes receh serta totalitas pemain dalam mengambil peran berhasil membuat emosi kita naik turun. Selain itu, film ini juga mengingatkan kita bahwa insekuritas dapat dirasakan sekalipun oleh mereka yang kita nilai cantik, ganteng, dan bahkan terkenal.

Film ini bercerita tentang Rara yang sejak lahir memang secara genetik lebih mirip dengan ayahnya, berambut keriting, badan berisi dan berkulit hitam. Berbeda dengan Lulu, adiknya, yang sejak baby sudah menarik perhatian orang karena kulit putihnya, mirip seperti sang ibunda. Sang Ayah selalu menguatkan Rara bahwa tidak ada yang salah dengan dirinya. Namun di satu sisi, sang ibu yang mantan model sangat memperhatikan penampilan. Selama masih ada ayahnya, Rara merasa aman karena sang ayah selalu membela dan menguatkannya. Namun suatu hari, sang ayah meninggal dalam sebuah kecelakan di tol Jagorawi. Rara pun kehilangan pelindungnya. Dia merasa semakin terkucil dan tersudutkan dengan sikap ibunya. Di matanya sang ibu hanya sayang pada Lulu, adiknya yang putih dan cantik.

Beruntung, Rara punya kekasih yang baik Dika (Reza Rahadian), dan sahabat Fey (Shareefa Danish) yang menerima dia apa adanya sebagai penyeimbang. Permasalahan ditambah lagi dikarenakanan pemikiran dari pimpinan perusahaan tempat ia bekerja, Kelvin (Dion Wiyoko) membuat Rara menyadari bahwa penampilan tak kalah penting ketika itu menyangkut jenjang karier. Mau tak mau, Rara berubah. Ia menurunkan berat badan dan mengubah penampilan. Dalam sebulan hal itu bisa tercapai. Namun, persoalannya tak sesederhana itu. Nah, disinilah film Imperfect kemudian memberi pandangan dan eksekusi lebih jauh dan pelajaran penting.

Detail Film

Tanggal Tayang: 19 Desember 2019

Durasi: 1 jam 53 menit

Sutradara: Ernest Prakasa

Penulis: Meira Anastasia, Ernest Prakasa

Pemain: Jessica Mila, Reza Rahadian, Yasmin Napper, Dion Wiyoko

Genre: Comedy, Drama, Family

Rate: 7.8/10 (IMDB.com)

Keluarga Cemara (2019)

Keluarga Cemara adalah film kekinian yang membawa tema keluarga dan akan membuat para penontonnya terhibur, sekaligus mengambil banyak pelajaran hidup yang bisa direfleksikan dengan kehidupan pribadi. Berkisah tentang sebuah keluarga yang mengalami fase transisi karena masalah kebangkrutan yang membuat perubahan besar pada kehidupan mereka.  Film ini bukanlah sebuah lanjutan ataupun remake. Tetapi, lebih ke cerita baru dengan pendekatan modern dan juga asal muasal Keluarga Cemara bisa jatuh miskin.

Abah (Ringgo Agus Rahman), sangat ingin bertahan setelah rumah dan pasca hartanya disita oleh debt collector untuk membayar hutang perusahaan kakak iparnya, dengan cara pindah sementara ke rumah di desa terpencil di Jawa Barat. Karena kasusnya kalah di pengadilan, keluarganya terancam selamanya hidup dalam kemiskinan di desa itu. Abah kini harus beradaptasi secara ekonomi bersama keluarga kecilnya, Emak (Nirina Zubir), Euis (Adhisty Zara) yang beranjak remaja, serta Cemara/Ara (Widuri Puteri) yang penuh semangat. Mereka juga harus menghadapi masalah-masalah keluarga yang perlahan mengguncang prinsip mereka bahwa “harta yang paling berharga adalah keluarga.”

Jalan cerita yang berjalan alami dan juga konflik-konflik yang cukup kuat. Konflik yang ditampilkan sebagian besar adalah konflik sehari-hari yang mungkin sering dialami dalam sebuah keluarga. Seperti Abah yang frustrasi untuk mencari pekerjaan baru, Emak yang harus berhemat saat memasak, Euis dan Ara yang harus beradaptasi, dan sebagainya. Semuanya digambarkan dengan cukup realistis dan juga sangat relatable. Meskipun konfliknya sehari-hari, dialog dan pengembangan tokohnya yang apik membuat konfliknya terasa lebih hidup dan dekat dengan penonton. Pengembangan tokoh yang kuat juga jadi salah satu kelebihan Keluarga Cemara. Dari awal sampai akhir, kita benar-benar melihat bagaimana keluarga ini dari yang awalnya kaya dan serba berkecukupan sampai menjadi jatuh miskin dan bangkrut.

Detail Film

Tanggal Tayang: 3 Januari 2019

Durasi: 1 jam 50 menit

Sutradara: Yandy Laurens

Penulis: Yandy Laurens, Ginatri S. Noer

Pemain: Nirina Zubir, Ringgo Agus Rahman, Adhisty Zara, Widuri Sasono

Genre: Drama – Family

Rate: 7.9/10 (IMDB.com)

Love for Sale (2018)

Richard Ahmad (Gading Marten) adalah cowok setengah baya yang masih nyaman menjomblo. Kesibukan menjalani bisnis warisan orangtuanya serta kegagalan masa lalu membuatnya terobsesi dengan status dan penilaian dari orang lain. Suatu hari, ada tantangan dari teman-temannya untuk membawa pasangan ke sebuah resepsi pernikahan. Richard pun mencari segala cara agar mendapatkan seorang kekasih. Salah satunya, masuk ke sebuah aplikasi penyedia teman kencan.

Love for Sale mengawali menitnya dengan penampakan yang tidak mengenakan, Richard) baru saja terbangun dari tidurnya, berkauskan singlet dan celana dalam gembel, sambil garuk-garuk anunya, laki-laki berkumis dan berperut agak buncit ini berjalan ke ruangan tengah, memutarkan “Hidupku Sunyi”-nya The Mercys di player piringan hitam kesayangan, kemudian berlanjut menyapa tetangga dari balkon rumahnya. Seperti lagu favoritnya yang dia putar setiap pagi, kehidupan Richard memang terbilang sunyi sepi, spesies jomblo akut yang terbiasa dengan kesendiriannya, tidak pernah kemana-mana kecuali nobar bola sama teman satu gengnya. Selesai bekerja di percetakan warisan orang tua, Richard hanya menghabiskan waktu menonton televisi ditemani si Kelun, seekor kura-kura yang katanya berusia belasan tahun. Tantangan untuk bawa pasangan ke sebuah acara kawinan lalu mempertemukan Richard dengan Arini Kusuma (Della Dartyan), perempuan yang nantinya tidak saja mengubah hidupnya, tetapi juga membuatnya rasakan jatuh cinta lagi.

Uniknya, Love for Sale juga mengandung kritik sosial yang halus ala obrolan warung kopi yang sangat cedas. Ritme penceritaan pun juga terjaga, membuat alurnya begitu nyaman untuk disimak dan dinikmati, senyaman hati Richard yang perlahan-lahan mulai terbuka untuk kehadiran Arini. Love for Sale tidak akan terburu-buru memaksa kita peduli, tapi juga tidak akan banyak basa-basi soal cerita dan cinta, yang pada akhirnya justru membuat kita lari. Film ini tahu cara memberikan kenyamanan, termasuk ketika berbicara soal visualnya yang menggoda dan desain produksi yang digarap seksi. Keduanya ikut andil menopang Love for Sale menjadi tontonan komedi romantis yang tidak membosankan di sepanjang durasinya. Meski terbilang mulus, kerikil-kerikil yang mengganggu tetap ada, konklusi yang ditawarkan Love for Sale sudah berhasil membuat kepala penontonnya terganggu.

Detail Film

Tanggal Tayang: 15 Januari 2018

Durasi: 1 jam 40 menit

Sutradara: Andybachtiar Yusuf

Penulis: Mohammad Irfan Ramly, Andybachtiar Yusuf

Pemain: Gading Marten, Della Dartyan, Verdi Solaiman, Adriano Qalbi

Genre: Drama – Romance

Rate: 7.4/10 (IMDB.com)

Perempuan Tanah Jahanam (2019)

Film besutan Joko Anwar ini layak memprovokasi film-film horor lainnya untuk punya kualitas yang sama, atau bahkan lebih baik. Perempuan Tanah Jahanam ini adalah film yang digadang-gadang bakal cetar dan lebih seram dari Pengabdi Setan. Alasannya, film ini nggak menawarkan horor dengan tampilan setan yang lebay dan dibuat-buat. Malahan, bulu kuduk meremang bukan karena suara-suara layaknya film horor biasa, tapi justru karena jalan cerita yang mencengangkan. Joko Anwar tahu betul betapa pecinta film Indonesia haus genre horor yang nggak cuma menawarkan efek makeup total, namun timpang berkat plot yang bikin kecewa.

Film ini bermulai dengan menceritakan Maya (Tara Basro) yang menjalani kehidupan yang berat di kota tanpa keluarga. Hanya Dini (Marissa Anita) sosok paling dekat dan penting bagi Maya. Keduanya mencoba berbisnis untuk bertahan hidup namun gagal.Hingga akhirnya Maya mendapatkan informasi bahwa ia memiliki harta warisan di kampung asalnya. Bersama Dini, akhirnya mereka kembali ke kampung tempat keluarganya dulu tinggal dengan harapan bisa memperbaiki kehidupannya. Bukannya hidup lebih baik, sesampainya di sana, banyak kejadian aneh yang mulai mengganggu Maya dan juga Dini. Dari situlah awal mula misteri desa keluarga Maya dulu terungkap.

Film Perempuan Tanah Jahanam  ini sama sekali tidak mengecewakan, bahkan jauh di luar ekspektasi.Hal pertama yang membuat film ini berbeda dari film Joko Anwar sebelumnya adalah Perempuan Tanah Jahanam bukan film horor yang menakuti penonton dengan cara jumpscare. Hal tersebut justru membuat penonton yang menontonnya akan menikmati film tanpa repot untuk menutup mata. Selanjutnya, kengerian atau kisah gelap di film ini benar-benar relate dalam kehidupan nyata. Jadi membuat Anda bisa merasakan bagaimana kengerian yang dirasakan oleh Maya dan Dini.  Selain itu, banyak nilai kehidupan yang bisa penonton petik dari film ini. Seperti bagaimana pentingnya kesetiaan persahabatan dan kasih sayang di antara keluarga. Terakhir, film ini menyisipkan unsur feminisme yang jarang ditemui dai film-film horor sebelumnya.

Detail Film

Tanggal Tayang: 17 Oktober 2019

Durasi: 1 jam 46 menit

Sutradara: Joko Anwar

Penulis: Joko Anwar

Pemain: Tara Basro, Ario Bayu, Marissa Anita, Christine Hakim

Genre: Drama, Horror, Mistery

Rate: 6.8/10 (IMDB.com)

Pretty Boys (2019)

Pretty boys jatuh pada genre komedi romantis yang menceritakan soal industri pertelevisian di tanah air. Serta ambisi dan perjalanan kari dua orang sahabat yang tentunya diperankan oleh Vincent (Anugerah) dan Desta (Rahmat). Dua orang sahabat ini sejak kecil sudah bermimpi bisa masuk televisi dan menjadi terkenal. Rahmat ingin tenar agar bisa dikelilingi perempuan cantik. Sedangkan Anugerah mau masuk TV agar bisa disandingkan dengan deretan pembawa acar idolanya. Tentunya, perjuangan keduanya tidaklah mudah untuk menjadi terkenal. Belum lagi, Anugerah mendapat pertentangan dari sang ayah Jono (Roy Marten) yang menganggap dunia panggung hiburan dipenuhi hal negativ.

Meski tak mendapat restu dari sang ayah, Anugerah pun memutuskan untuk kabur dari tanah kelahirannya dan mengadu nasib di Jakarta bersama sahabatnya, Rahmat. Namun awalnya, mereka hanya bisa berkarir dan pelayan dan koki restoran. Keduanya pun lantas tak sengaja bertemu dengan Asty (Danilla Riyadi), sosok perempuan yang menjadi penyemangat untuk Anugerah dan Rahmat dalam meraih impian mereka untuk menjadi terkenal. Sampai suatu hari, Anugerah dan Rahmat bertemu dengan Roni (Onadio Leonardo) yang merupakan seorang koordinator penonton bayaran. Selain itu mereka juga bertemu dengan Bayu (Imam Darto) yang membuka jalan untuk mewujudkan mimpi mereka. Meski sudah bisa masuk dunia pertelevisian, tentunya Anugerah dan Rahmat masih dihadapkan dengan berbagai rintangan.

Cerita film ini juga menjadi menarik karena dibalut adegan komedi yang juga dekat dengan keseharian, seperti tebak-tebakan receh tapi lucu yang dilakukan Anugerah dan Rahmat, serta dialog yang menyindir film atau acara televisi. Selain dari kelakuan Anugerah dan Rahmat, film ini sebenarnya cukup menyoroti perilaku industri pertelevisian yang menempatkan perangai kewanitaan pada lelaki, alias ‘ngondek’ atau kemayu, sebagai jualan demi mengeruk rating. Terlepas dari banyak hal yang ‘ngondek’, berbagai dialog dan adegan itu dalam ‘Pretty Boys’ bisa diartikan sebagai kritikan terhadap industri pertelevisian yang kerap mengeksploitasi sebagian pihak hanya untuk objek penarik pundi-pundi. Meski cukup sering disinggung, hampir tidak ada dialog atau adegan secara lugas yang mendiskriminasi kelompok tersebut dalam film ini.

Detail Film

Tanggal Tayang: 19 September 2019

Durasi: 1 jam 40 menit

Sutradara: Imam Darto

Penulis: Imam Darto, Tompi

Pemain: Vincent Ryan Rompies, Deddy Mahendra Desta, Danilla Ryadi, Onadio Leonardo

Genre: Comedy, Drama

Rate: 6.8/10 (IMDB.com)

Preman Pensiun (2019)

Sinetron Preman Pensiun adalah salah satu acara yang mampu menghibur masyarakat Indonesia saat tayang di RCTI. Kisah tentang Kang Bahar (almarhum Didi Petet) mantan preman yang punya banyak anak buah dan memutuskan pensiun di masa tuanya. Kini sinetron itu diangkat ke layar lebar dengan mengangkat kisah yang sama tentang kehidupan Muslihat dan mantan anak buahnya. Setelah tiga tahun dibubarkan oleh Kang Mus (aktor Epy Kunandar) dan menjalani kehidupan normal, Gobang (Dedi Moch Jamasari) kembali ke pasar. Ia mengumpulkan rekan-rekan lamanya seperti Ujang (M Fajar Hidyatullah), Bohim (Kris Tato) dan Dikdik (Andra Manihot). Gobang ternyata ingin menyelidiki kasus pengeroyokan yang menewaskan adik iparnya. Namun ia enggan untuk melibatkan Kang Mus.

Di sisi lain, Kang Mus sedang dilanda kekhawatiran lantaran sang anak, Safira (Safira) mulai beranjak dewasa dan dikencani oleh seorang pemuda. Lalu, Kang Mus juga bertemu dengan Kinanti (Tya Arifin), anak Kang Bahar (almarhum Didi Pepet) yang membawa kenangannya bersama mantan bos preman yang paling diseganinya. Belum lagi kisah lucu Dikdik dan Imas (Soraya Rasyid) serta kekompakan Kang Pipit (Ica Naga) dan Kang Murad (Deny Firdaus) yang mengocok perut dengan dialog dan keluguan mereka.

Kisah di film “Preman Pensiun” dibuat lebih kompleks namun tidak meninggalkan ciri khas versi serial televisinya. Komedi satir yang dikemas dengan dialog-dialog yang ringan dan pas, masih kental disajikan di film ini. Pada serial televisi, Kang Mus diceritakan sebagai sosok yang memiliki ketegasan pada anak buahnya. Kali ini sisi Kang Mus yang lain diperlihatkan, bagaimana menghadapi kenyataan bahwa putrinya telah dewasa, berhadapan dengan ibu mertua serta kesedihannya karena kehilangan Kang Bahar yang selalu menjadi panutannya.  Ada juga bagian di mana Kang Mus merasa frustasi karena tidak bisa menjalankan amanat yang telah diberikan oleh Kang Bahar. Epy Kusnandar pun sangat lihai memainkan emosi serta karakter yang berubah-ubah tiap saat.

Detail Film

Tanggal Tayang: 17 Januari 2019

Durasi: 1 jam 34 menit

Sutradara: Aris Nugraha

Penulis: Aris Nugraha

Pemain: Epy Kusnandar, Tia Arifin, Soraya Rasyid, Dedi Moch Jamasari

Genre: Comedy, Crime, Drama

Rate: 7.0/10 (IMDB.com)

Kucumbu Tubuh Indahku (2019)

Film ini mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang Juno, dari kecil hingga dewasa yang penuh dengan pengalaman hidup traumatis. Juno kecil (Raditya Evandra) lahir di desa terpencil di daerah Jawa yang terkenal karena banyak penduduknya berprofesi sebagai Lengger Lanang, sebutan untuk penari laki-laki yang menarikan tarian perempuan. Pada saat Juno masih kecil, para penonton dibawa ke alam pemikiran anak, yang masih sederhana dan tidak mengenal yang namanya tabu maupun pantang. Ini terlihat dari tingkah ceria Juno saat menjual hasil buruannya kepada para pengemudi truk yang lewat di jalan.

Juno kecil terlihat sangat dewasa, dan mampu mengurus dirinya sendiri karena Bapaknya sendiri menderita tekanan mental yang luar biasa, sehingga membuatnya sering bertingkah laku aneh termasuk mandi di sungai. Lingkungan tempat tinggalnya yang tidak membedakan antara sisi maskulin dan feminim dari seseorang yang membentuk jati diri Juno yang tergambar dari film ini. Selain itu Juno melulu mengalami takdir yang selalu mempertemukan dirinya akan kekerasan, kasih sayang, dan kepergian dengan bentuk yang berbeda-beda. Sesuai dengan judulnya, Kucumbu Tubuh Indahku, perjalanan Juno adalah perjalanan yang membawanya menemukan keindahan tubuhnya lewat berbagai pengalaman yang melibatkan tubuhnya.

Alur cerita menyentuh pula segi politik dan kepercayaan tertentu yang masih melekat pada segelintir orang, terutama yang menginginkan kekuasaan dengan cara apapun. Namun dengan cuilan humor, membuat film ini seolah mempunyai irama kehidupan tersendiri. Dari bawah lalu ke atas, amarah, keceriaan, humor, kesedihan, seolah tercampur baur menjadi satu dan masuk ke dalam tubuh para penari lengger ini. Film ini ibaratnya adalah sajian makanan dengan menu lengkap, yang memperhatikan cita rasa dan paduan penataannya, sehingga menghasilkan sebuah karya yang istimewa bagi para penontonnya. Soundtrack film ini juga sangat mengasyikkan didengarkan, lagu-lagu lama dikemas kembali dan dengan manis berpadu dalam jalan cerita dan memberi makna tersendiri pada adegan yang disisipinya. Salah satu lagu yang seolah melekat dengan Juno dan saat harus berpindah untuk menjalani hidup baru adalah lagu Apatis yang dinyanyikan oleh Mondo Gascaro.

Detail Film

Tanggal Tayang: 18 April 2019

Durasi: 1 jam 45 menit

Sutradara: Garin Nugroho

Penulis: Garin Nugroho

Pemain: Muhammad Khan, Raditya Evandra, Rianto, Sujiwo Tejo

Genre: Drama

Rate: 7.5/10 (IMDB.com)

Love For Sale 2 (2019)

Love for Sale 2 menceritakan kisah Indra Tauhid alias Ican yang sudah dewasa tapi belum kunjung menikah). Ican, anak tengah dari tiga bersaudara. Kakak tertua, Ndoy (Aryo Wahab) dianggap salah memilih istri karena bukan orang Padang. Sementara itu, si bungsu, Buncun (Bastian Steel), menikah muda, tetapi pernikahannya segera berantakan. Oleh karena itu, Ros sangat berharap pada Ican untuk dapat memiliki istri sesuai harapan. Ican sendiri belum mau serius menikah. Ia menikmati kehidupannya yang dipenuhi affair sana-sini. Meski tetap mau mencoba kencan dengan calon pilihan orangtua, ternyata tidak cocok dengan selera Ican.

Bosan terus-menerus diteror, Ican memutuskan untuk memesan pasangan palsu melalui aplikasi Love Inc. Muncullah Arini Chaniago, perempuan Padang yang menjadi idaman semua ibu mertua: cantik, ramah, pintar memasak, dan pandai mengambil hati. Persoalan yang diangkat Love for Sale 2 sangat umum di banyak keluarga di Indonesia. Amat wajar jika banyak orang akan merasa sangat relate dan berharap bisa menggunakan jasa Love Inc. Karakter Arini boleh jadi memang dibiarkan misterius. Namun, penonton, seperti juga Ican, akan bertanya-tanya, mengapa ia mau melakukan pekerjaan tersebut. Lalu, bagaimana pula rasanya menjalankan pekerjaan tersebut. Lover for Sale 2 tidak membawa karakter Richard yang diperankan oleh Gading Marten. Angga Dwimas Sasongko selaku eksekutif produser Love for Sale 2 mengatakan Richard tidak dibahas kembali karena ingin memberi panggung untuk Della Dartyan dan karakternya, Arini

Love for Sale 2 juga berhasil mengangkat kehidupan masyarakat menengah (ke bawah) Ibu Kota yang hidup di gang-gang padat dalam tampilan sinematografi yang enak ditonton. Lebih menariknya lagi, cerita Love for Sale 2 tidak hanya berfokus pada tiga tokoh utama Arini, Ican, dan Rosmaida. Namun, karakter-karakter pendukung lainnya tak kalah memberi dinamika cerita lebih kompleks yang membuat penasaran, tanpa terasa bosan. Konflik demi konflik mengalir begitu saja, tak terasa dibuat-buat. Sejumlah karakter pendukung di antaranya adalah kakak dan adik Ican, Anandoyo Tauhid Sikumbang alias Ndoy (Aryo Wahab) dan Yunus Tauhid Sikumbang alias Buncun (Bastian Steel), kemudian ada geng Sikumbang, yakni Surya, Romli, dan Jaka (Abdurrahman Arif, Revaldo, dan Adriano Qalbi), Daeng Ibrahim (Yayu Unru), serta Maya (Putri Ayudya).

Detail Film

Tanggal Tayang: 31 Oktober 2019

Durasi: 1 jam 32 menit

Sutradara: Andibachtiar Yusuf

Penulis: Mohammad Irfan Ramly, Andibachtiar Yusuf

Pemain: Della Dartyan, Adipati Dolken, Ratna Riantiarno, Ariyo Wahab

Genre: Drama, Romance

Rate: 6.9/10 (IMDB.com)

Aruna dan Lidahnya (2018)

Aruna dan Lidahnya mengisahkan tentang persahabatan, namun juga menyisipkan petualangan wisata kuliner dengan dibumbui konflik serta konspirasi. Film ini menyorot petualangan seorang wanita ahli epidemiologi bernama Aruna (Dian Sastrowardoyo). Suatu hari ia ditugaskan oleh kantornya untuk meneliti sebuah virus pandemik flu burung di beberapa daerah. Ada empat kota yang harus ia datangi, di antaranya Surabaya, Pamekasan, Pontianak dan Singkawang.

Di saat yang bersamaan, sahabat Aruna yang bernama Bono (Nicholas Saputra) ingin mengajaknya untuk berlibur sejenak. Profesinya yang seorang chef membuat Bono harus kreatif dalam mengolah makanan. Dengan maksud ingin mencari inspirasi dari kuliner berbagai daerah, untuk itu lah ia ingin terlibat dalam investigasi Aruna. Tak disangka, sesampainya di Surabaya, Aruna dan Bono kedatangan sahabat mereka yang sudah lama tinggal di luar negeri bernama Nadezhda (Hannah Al Rashid). Karena ingin menyelesaikan buku kulinernya, Nad pun tergoda ingin pulang ke Indonesia dan mengikuti perjalanan Aruna berwisata ke empat daerah itu tadi.

Selama melakukan perjalanan, Aruna dan teman-temannya mengalami berbagai hal yang seru dan tidak terlupakan. Tentu saja, dalam memulai investigasinya, Aruna tak sendiri. Seorang pria yang pernah singgah sejenak di masa lalunya hadir kembali. Pria bernama Farish (Oka Antara) itu membuat perjalanan mereka bertiga semakin berwarna. Terlebih konflik batin yang tak terselesaikan antara Aruna dan Farish justru membuat jalan cerita makin greget. Pada intinya, film ini tak hanya menyorot kelezatan makanan nusantara namun juga catatan perjalanan Aruna dengan sahabat dan seseorang yang pernah ia cintai.

“Aruna dan Lidahnya” memang mengalir dengan santai tapi tetap dalam. Ketika menonton film ini kita serasa ikut berpetualang dengan mereka. Dialog dan adegan dalam film ini biasa terjadi sehari-hari di pergaulan. Meski demikian, tetap mengandung filosofi yang mendalam tentang kehidupan. Melalui makanan mereka belajar arti hidup. Bono bilang, “Hidup ini kayak makanan, dalam sepiring ini nih, lu bisa ngerasain yang manis-semanisnya atau pahit-sepahitnya.” Sementara, hal manis lain dari film ini adalah kisah ‘kucing-kucingan’ perasaan antara Aruna-Farish dan Bono-Nad. Tak jarang, kita pun terjebak perasaan dan hubungan yang tak terucap seperti mereka.

Detail Film

Tanggal Tayang: 27 September 2018

Durasi: 1 jam 46 menit

Sutradara: Edwin

Penulis: Laksmi Pamuntjak, Titien Wattimena

Pemain: Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Hannah Al Rashid, Oka Antara

Genre: Drama, Food, Romance

Rate: 7.3/10 (IMDB.com)

Gundala (2019)

Gundala menceritakan tentang pria bernama Sancaka yang hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Pengalaman pahit itu lantas membuat Sancaka jadi sosok yang sangat selfish dan cuma peduli pada dirinya sendiri. Sejak kecil Sancaka (Muzakki Ramdhan) hidup dalam luka batin yang dalam. Jiwanya mengalami teror kekerasan yang luar biasa. Ayahnya (Rio Dewanto) yang dijadikan panutan, selalu mengajarkan, “kalau ada ketidakadilan dan kita diam saja, kita bukan manusia lagi!” Nilai-nilai yang ditularkan dari “idolanya” ini, bersemayam kuat di hati Sancaka kecil. Di lain pihak, Awang (Faris Fadjar), yang menolong dan menyelamatkan nyawanya, justru mengajarkan sebaliknya. “Lo jangan suka ikut campur urusan orang lain, nanti lo jadi susah.” Dua “filosofi” yang bertentangan ini, membuatnya menjadi manusia yang labil. Ini membuat selama hidup Gundala (Abimana Aryasatya) atau Sancaka dewasa, lebih menyiksa ketimbang hajaran fisik yang menerpanya.

Pada satu masa, Sancaka terobsesi untuk membuat serum penangkal petir. Namun karena terlalu tenggelam dalam obsesinya, Sancaka pun lupa dengan orang-orang sekitar dan dirinya diputus oleh sang kekasih. Dalam kesedihan, Sancaka berlari di bawah hujan deras. Ia lantas tersambar petir dan hampir meninggal karenanya. Namun rupanya Raja Petir bernama Kronz punya rencana lain untuk Sancaka. Beliau lantas memutuskan untuk menyelamatkan Sancaka, plus memberinya kekuatan untuk mengendalikan petir. Setelah besar, Sancaka yang kemudian menjadi Gundala harus berhadapan dengan Pengkor, big boss mafia yang kejahatannya juga merangsek ke dalam dunia politik.

Gundala juga menghadirkan kritik sosial. Adegan petugas pembagi obat buat ibu-ibu hamil yang dapat disogok oleh orang tertentu, menggambarkan realitas sehari-hari masyarakat kita yang masih mudah disuap. Adegan di sebuah apartemen ada korban yang dirampok di depan banyak orang, tetapi masyarakat malah mengambil gambar kejadian itu lewat telepon seluler dan bukan menolong, menyentil perilaku sehari-hari yang tidak peka dan sebaliknya suka pamer menyebarkan peristiwa menarik paling dulu. Banyak perilaku anggota parlemen yang dikendalikan melalui remote control oleh orang yang membiayai masuk jadi anggota parlemen, juga merupakan kritik kepada kehidupan politik.

Detail Film

Tanggal Tayang: 29 Agustus 2019

Durasi: 2jam 3meniit

Sutradara: Joko Anwar

Penulis: Joko Anwar, Harya Suraminata

Pemain: Abimana Aryasatya, Tara Basro, Bront Palarae, Ario Bayu

Genre: Action, Adventure, Drama

Rate: 6.4/10 (IMDB.com)

Bumi Manusia (2019)

Bumi Manusia berkisah tentang dua sejoli Minke (Iqbaal Ramadhan) dan Annelies (Mawar Eva de Jognh). Namun karena latar belakang keduanya yang sangat bertolak belakang antara Minke hanya seorang pemuda pribumi, Jawa totok, sedangkan Annelies seorang gadis blasteran Indo-Belanda, anak dari Nyai Ontosoroh (Sha Ine Febriyanti). Ketika keangkuhan hukum pada masa kolonial mencoba untuk mengacaukan hubungan Minke dan Annelies, ibunda dari Annelies Nyai Ontosoroh mencoba memberikan semangat  kepada Minke agar terus berjuang dengan  sehormat-hormatnya dan terus melawan ketidak adilan yang ada. Pada suatu hari, Minke pun jatuh cinta pada anak dari Nyai Ontosoroh, yaitu Annelies. Hubungan Minke dengan Annelies Mallema mendapatkan penolakan serta pandangan negatif dari banyak pihak. Akan tetapi Minke tidak menyerah untuk terus mencoba mendapatkan Annelies.

Meski memiliki durasi yang lumayan lama, yakni hampir 3 jam, Bumi  Manusia cukup berhasil membuat penonton untuk terus mengikuti ceritanya. Padahal, mengingat cerita yang diangkat begitu kompleks mengenai kisah kasih dua sejoli yang terjadi pada masa perseteruan antara pribumi dan pemerintahan kolonial, film ini sangat berpotensi membuat kita merasa mengantuk. Namun, karena diselingi dengan adegan-adegan ringan seputar romansa dan komedi, filmnya cukup berhasil menjaga perhatian penonton. Salah satu aspek yang menyita perhatian saya sinematografi film ini. Bagaimana kamera bergerak, framing, dan hal-hal teknis lainnya berhasil memanjakan mata. Salut kepada Ipung Rachmat Syaiful sebagai sinematografi film ini.

Hal lain yang sangat patut diapresiasi adalah scoring sepanjang durasi. Banyak momen jadi lebih mengena karena adanya sentuhan nada-nada yang ditata sedemikian rupa. Terlebih lagi terdengan begitu mewah dan megah di telinga, maka untuk mendapatkan pengalaman terbaik merasakan atsmosfer haru, tegang, dan lainnya sudah pasti tontonlah di bioskop. Itu sudah cara yang paling benar. Secara singkat, film Bumi Manusia adalah karya yang pantas untuk dihargai dan dirayakan sebagai salah satu sejarah yang membanggakan.

Detail Film

Tanggal Tayang: 15 Agustus 2019

Durasi: 3jam 1menit

Sutradara: Hanung Bramantyo

Penulis: Pramoedya Ananta Toer, Salman Aristo

Pemain: Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan, Mawar Eva de Jongh, Sha Ine Febriyanti

Genre: Drama, History

Rate: 6.6/10 (IMDB.com)

Itulah daftar film Indonesia terbaik pada tahun 2018 – 2019 yang wajib kalian tonton. Dari beberapa film diatas, mana yang paling membuat kalian tertarik tonton atau memberikan kesan ataupun nilai ke kalian? share pada kolom komentar ya

Film Komedi Romantis Terbaik 2020, Dijamin Tidak Membosankan!

0

Dikala pandemi virus Corona ini, kita diwajibkan untuk berdiam diri dirumah. Social distancing merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Menjaga jaga jarak terhadap orang lain dan berdiam diri di rumah ketika memang tidak ada kepentingan adalah upaya terbaik untuk mencegah penyebaran virus. Walau membosankan, banyak kegiatan yang bisa kalian lakukan yang bisa kamu lakukan dirumah. Salah satunya menonton film.

Menonton film bisa sangat mengobati rasa bosan dikala pandemi. Kali ini, Esportsku ingin memberikan rekomendasi film komedi romantis terbaik yang sangat lucu dan menghibur kalian.

About Time

Diusianya yang ke-21, Tim Lake (Domhnall Gleeson) menyadari bahwa dia memiliki sebuah bakat yang sangat unik yaitu ia dapat menjelajah waktu. Dia menggunakan bakatnya tersebut untuk menemukan dan menentukan kehidupan yang lebih baik untuk dirinya sendiri dan tentu saja untuk mencari pasangan hidup. Disetiap kelebihan pasti ada kekurangannya, bahkan untuk bakat Tim yang sangat luar biasa ini dapat menyebabkan suatu perubahan yang signifikan terhadap suatu kejadian yang dia rubah pada masanya. Ketika dia bertemu dengan Mary (Rachel McAdams), gadis pujaan hatinya, keinginannya untuk membuat dunia sebagai tempat yang lebih baik dan membuatnya mendapatkan pacar, ternyata dengan bakat time travelingnya, semuanya tidak semudah yang penonton bayangkan.

Dalam film ini romantisme yang diperlihatkan sama sekali ga berlebihan, tapi terlihat jauh lebih luas, lebih dalam, dan benar-benar membuat penonton merasakan arti cinta yang sesungguhnya. Tidak seperti film-film drama romantis yang menurut saya terlalu banyak mendramatisir sebuah hubungan, About Time lebih mengeksplorasi sisi romantisme yang lebih sederhana, tapi lebih intim. About Time juga tidak berfokus pada romantisme antar Tim dan Mary saja, tapi juga antar Tim dan keluarganya. Di film ini kita diperlihatkan sebuah hubungan ideal yang sangat harmonis antara Tim dengan sang ayah (Bill Nighy).

Detail Film

Tanggal Tayang: 8 November 2013

Durasi: 2 Jam 3 menit

Sutradara: Richard Curtis

Penulis: Richard Curtis

Pemain: Domhall Gleeson, Rachel McAdams, Bill Nighy, Lyda Wilson

Genre: Comedy, Drama, Romance

Rate: 7.8/10 (IMDB.com)

Crazy Rich Asians

Hubungan Rachel Chu (Constance Wu) dan Nick Young (Henry Golding) tengah berada di fase bahagia. Setelah setahun menjalin hubungan, Nick merasa jika hubungan mereka pantas untuk lanjut pada tingkat yang lebih serius. Untuk itu, Nick mengajak sang kekasih bertemu dengan keluarganya di Singapura, alih-alih menghadiri pesta pernikahan kerabat mereka. Latar belakang keluarga Nick yang tak pernah diceritakan dengan gamblang, tak membuat Rachel ragu dan ia pun setuju untuk melakukan penerbangan selama lebih dari 18 jam, tanpa menyadari jika dirinya akan segera menjadi pusat perhatian seluruh keluarga Nick atau bisa dibilang seluruh warga Singapura. Serupa dengan wanita pada umumnya yang merasa stres dan khawatir saat harus bertemu dengan keluarga besar kekasihnya, hal ini pula yang dirasakan oleh Rachel. Namun Rachel tak pernah mengira jika keluarga Nick memiliki latar super kaya dengan gaya hidup yang mungkin tak pernah dibayangkan Rachel sebelumnya. Di sinilah petualangan Rachel dalam menjelajahi kehidupan glamor kaum jetset Asia dimulai. Kisah ini pun jadi semakin menarik, karena Rachel harus bisa menghadapi sekaligus mendapat restu dari orang tua Nick yaitu sang ibu, Eleanor Young (Michelle Yeoh).

Mengambil latar tempat di Singapura yang jarang ditampilkan secara detail di film-film Hollywood lainnya. Di film ini, kita akan disuguhi banyak makanan. Lalu film ini juga menampilkan keluarga Tionghoa, yang menghadirkan banyak lagu berbahasa Mandarin. Bisa dibilang 80% lagu-lagu di daftar soundtrack-nya berbahasa Mandarin. Crazy Rich Asians ini merupakan film Hollywood pertama dalam 25 tahun terakhir yang punya all-Asian casts. Ini artinya, semua pemain pentingnya, baik protagonis, antagonis, sampai side-kick adalah orang Asia.

Detail Film

Tanggal Tayang: 15 Agustus 2018

Durasi: 2 Jam 3 menit

Sutradara: Jon M. Chu

Penulis: Peter Chiarelli, Adele Lim, Kevin Kwan

Pemain: Constance Wu, Henry Golding, Michelle Yeoh, Gemma Chan, Lisa Lu

Genre: Comedy, Drama, Romance

Rate: 6.9/10 (IMDB.com)

Up in The Air

Up in the Air menceritakan perjalanan seorang Ryan Bingham (George Clooney). seorang karyawan di CTC (Career Transition Corporation). CTC memberikan jasa kepada perusahaan yang tidak memiliki keberanian dalam memecat karyawan mereka sendiri. Mereka mengirimkan 23 orang karyawannya ke seluruh negara bagian di Amerika Serikat untuk memberhentikan pegawai dan memberikan konseling setelahnya. Ryan adalah salah seorang karyawan yang berpengaruh di perusahaan tersebut. Ia memiliki jam kerja yang tinggi dan juga memiliki sesi konselingnya sendiri yang bertajuk “What’s in Your Backpack?” Karir ini tampaknya cukup menyenangkan bagi Ryan, membuatnya nyaris selalu berkeliling Amerika Serikat hampir sepanjang tahun. Di tengah perjalanannya, Ryan kemudian bertemu Alex Goran (Vera Farmiga). Ia kemudian juga terpaksa menjadi ‘pengasuh’ bagi pegawai baru di perusahaannya, Natalie Keener (Anna Kendrick).

Film yang diangkat dari novel dengan judul sama karya Walter Kirn ini memiliki skenario yang sebenarnya cukup berat, namun mampu disajikan oleh sang sutradara, Jason Reitman, dengan mengalir. Pesan moralnya juga tetap mengena. Dari dinamika pekerjaan Ryan, penonton diberikan gambaran mengenai arti penting keluarga dengan cara yang tidak menggurui. Tidak hanya keluarga yang akan kita bina, namun juga keluarga yang kita punya sejak lahir. Selain cerita yang sangat menarik plus pemeran yang berkelas, film Up in The Air juga seperti mengajak untuk melompati kota-kota yang ada di Amerika. Perpindahan dari kota yang satu ke kota yang lain seperti berjalan mulus mengikuti cerita dalam film tanpa terasa ada yang dipaksakan.

Detail Film

Tanggal Tayang: 23 Desember 2009

Durasi: 1 Jam 49 Menit

Sutradara: Jason Reitman

Penulis: Walter Kirn, Jason Reitman, Sheldon Turner

Pemain: George Clooney, Vera Farmiga, Anna Kendrick, Jason Bateman

Genre: Comedy, Drama, Romance

Rate: 7.4/10 (IMDB.com)

Forgetting Sarah Marshall

Cerita ini berkisah Peter Bretter (Jason Segel), yang merupakan komposer musik untuk acara TV yang terjadi untuk fitur pacarnya, Sarah Marshall (Kristen Bell), di peran utama. Setelah hubungan lima tahun, Sarah tiba-tiba putus dengan Peter. Sejak saat itu, hidup Peter pun menjadi tidak karuan. Ia sangat susah melupakan Sarah, karena begitu banyaknya kenangan yang ditinggalkan. Oleh sahabatnya, semua kenangan Peter bersama Sarah dibakar. Ia pun disarankan untuk melakukan liburan ke Hawaii. Tak disangka, Sarah dan pacar barunya Alan (Russell Brand), juga sedang liburan ke sana. Tak mau sakit hati, Peter berniat kabur dari hotel. Tapi sayang, lagi-lagi sahabatnya meminta ia terus bertahan. Ia pun akhirnya dibuat bisa menahan perasaan, saat mendengar suara mesra dari kamar Sarah dan Alan.

Peter kemudian mencoba menghabiskan kunjungannya ke Hawaii, dengan berbagai kegiatan. Ia belajar selancar, dan aktivitas lainnya. Walaupun begitu, ia tetap sering bertemu dengan Sarah. Di Hawaii, Peter mendapat banyak teman. Salah satunya, cewek cantik yang jadi resepsionis hotel bernama Rachel (Mila Kunis). Cewek ini mengaku mantan pacarnya Alan, dan punya dendam khusus padanya. Hingga suatu kali, Peter menabrak Alan saat belajar surfing di laut Hawaii. Kaki Alan terluka, dan membuatnya terkapar di tempat tidur sementara waktu. Sejak peristiwa itu, Alan mengalami perubahan yang membuat Sarah kesal. Bahkan saat Peter dan Rachel sedang bersama di kamar yang bersebelahan dengannya, ia mengalami kecemburuan luar biasa. Hingga satu kali, ia mencoba membujuk Peter untuk kembali padanya.

Detail Film

Tanggal Tayang: 18 April 2008

Durasi: 1 Jam 51 Menit

Sutradara: Nicholas Stoller

Penulis: Jason Segel

Pemain: Jason Segel, Kristen Bell, Mila Kunis, Russell Brand, Bill Hader

Genre: Comedy, Drama, Romance

Rate: 7.1/10 (IMDB.com)

Crazy Stupid Love

Crazy, Stupid, Love. berkisah mengenai hubungan pasangan suami istri, Cal (Steve Carell) dan Emily Weaver (Julianne Moore). Jalinan pernikahan mereka yang telah terjaga selama 25 tahun kini berada di ujung tanduk ketika Emily mengaku bahwa dirinya telah berselingkuh dengan rekan sekerjanya, David Lindhagen (Kevin Bacon). Perselingkuhan itu sendiri, menurut Emily, terjadi karena ia merasa bahwa hubungannya dengan Cal semakin lama semakin terasa hambar. Sebuah alasan yang jelas tidak dapat diterima oleh Cal begitu saja. Cal akhirnya setuju untuk bercerai dengan Emily dan segera memutuskan untuk keluar dari rumah mereka walaupun ia masih sangat menyayangi Emily.

Berusaha melupakan Emily, Cal akhirnya bertemu dengan Jacob Palmer (Ryan Gosling), seorang womanizer tampan yang ditemui Cal di sebuah bar yang sering ia kunjungi. Merasa prihatin dengan kondisi Cal yang berantakan, Jacob akhirnya memutuskan untuk menjadikan Cal seorang ‘muridnya’ dan berusaha untuk mengajarkan Cal bagaimana caranya untuk menjadi seorang pria yang baru, pria yang mampu tampil atraktif, menarik, dapat menaklukkan semua wanita dan akan membuat mantan istrinya menyesal telah melepaskannya. Hubungan Cal dan Jacob akhirnya berkembang menjadi sebuah persahabatan. Di sisi lain, Jacob yang tidak pernah mengira bahwa dirinya akan dapat merasakan sebuah sensasi hati yang bernama jatuh cinta, bertemu dengan Hannah (Emma Stone), wanita yang tidak langsung mudah takluk dengan ketampanan dan kharismanya. Sesuatu hal yang membuat Jacob langsung merasa tertarik dengan sosok Hannah.

Detail Film

Tanggal Tayang: 29 Juli 2011

Durasi: 1 Jam 58 Menit

Sutradara: Glenn Ficarra, John Requa

Penulis: Dan Fogelman

Pemain: Steve Carell, Ryan Gosling, Julianne Moore, Emma Stone, Jonah Bobo

Genre: Comedy, Drama, Romance

Rate: 7.1/10 (IMDB.com)

Long Shot

Film ini bercerita tentang Fred Flarsky (Seth Rogen) seorang jurnalis yang idealis namun gemar menggunakan bahasa yang kasar dan vulgar dalam membuat sebuah artikel. Fred bekerja di sebuah media dimana ia bisa mengekspresikan tulisan secara leluasa dan memberikan kritik, hingga pada suatu hari perusahaan tempat ia bekerja diakuisisi oleh sebuah media besar dimana Fred mengetahui pemilik media tersebut bermaksud untuk menguasai seluruh media agar mudah menggiring opini masyarakat, karena hal tersebut Fred memutuskan untuk mengundurkan diri dan berusaha mencari kerja ditempat lain. Karena Fred tidak memiliki tempat tujuan ia berkunjung ke tempat sahabat baiknya yang bernama Lance (O’Shea Jackson Jr.) dan ia memiliki ide untuk mengajak Fred ke konser Boyz II Men untuk menghilangkan rasa penatnya.

Di lokasi konser Fred tak sengaja bertemu dengan cinta pertamanya yang dulunya merupakan tetangganya dan sempat menjadi pengasuh ketika Fred masih kecil, wanita itu bernama Charlotte Field (Charlize Theron) yang ternyata sekarang sudah menjadi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat. Merekapun bertemu dan bertukar informasi, dan Charlotte Field memiliki niat untuk maju sebagai orang nomor satu di Amerika Serikat, dan kebetulan membutuhkan seorang penulis pidato untuk keperluan kampanye. Setelah membaca artikel-artikel yang Fred tulis, Charlotte pun tertarik untuk menggunakan jasanya untuk membantunya di masa kampanye.

Detail Film

Tanggal Tayang: 29 Juli 2011

Durasi: 2 Jam 5 Menit

Sutradara: Jonathan Levine

Penulis: Dan Sterling, Liz Hannah

Pemain: Charlize Theron, Seth Rogen, June Diane Raphael, O’Shea Jackson Jr

Genre: Comedy, Romance

Rate: 6.8/10 (IMDB.com)

The Proposal

Film The Proposal menceritakan Margaret (Sandra Bullock) seorang Editor terkenal yang sangat workholic. Ditakuti oleh semua staffnya,pokoknya ia terkesan tak peduli dengan orang orang yang terang-terangan tak menyukainya di depan public. Nah dia mempunyai sekertaris pribadi bernama Andrew (Ryan Reynolds) yang sangat patuh kepada Margareth. Suatu ketika, Margareth harus dideportasi ke negara asalnya Kanada karena melanggar ketentuan Visa.  Margaretpun memaksa sekretarisnya yaitu Andrew untuk menikahinya, dengan tujuan agar ia masih bisa tinggal di Amerika Serikat.

Margaret akan memberikan imbalan kepada Andrew jika Andrew bersedia menjadi tunangan pura-puranya. Dan semua naskah Andrew akan diterbitkan serta Andrew akan diangkat sebagai editor. Pasangan mendadak ini pun lantas berpura-pura bahwa mereka akan segera melangsungkan pernikahan dana akan berlibur ke rumah Andrew di Alaska agar semua tipu daya itu terlihat menyakinkan. Awalnya Andrew merasa keberatan namun karena Margaret memaksa, akhirnya Andrew setuju. Semua berjalan lancar sesuai rencana Margaret, keluarga Andrew pun yakin bahwa mereka berdua akan melangsungkan pernikahan. Namun, semua itu tak bertahan lama. Di saat seharusnya mereka menikah, kesadaran dalam diri Margaret membuatnya menggagalkan semua rencana yang telah ia buat.

The Proposal lewat sentuhan Anne Fletcher hadir dengan porsi serba pas dan tidak berlebihan. Chemistry dua bintangnya, sub plot serta eksekusi cerita yang dipilih terasa tepat. Dengan jalinan cerita yang sederhana dan tidak istimewa, film ini ternyata berhasil menghadirkan tontonan yang menghibur dan menyegarkan

Detail Film

Tanggal Tayang: 19 Juni 2009

Durasi: 1 jam 48 menit

Sutradara: Anne Fletcher

Penulis: Peter Chiarelli

Pemain: Sandra Bullock, Ryan Reynolds, Mary Steenburgen, Craig T. Nelson

Genre: Comedy, Drama, Romance

Rate: 6.7/10 (IMDB.com)

Knocked Up

Alison Scott (Katherine Heigl) adalah seorang wanita karir yang baru saja diberikan kenaikan posisi dengan diberikan peran on-air pada stasiun TV E! dan tinggal bersama di rumah saudari perempuannya bernama Debbie (Leslie Mann). Untuk merayakan kenaikan posisinya, ia merayakannya dengan saudarinya di sebuah klub. Di tengah perayaan, ia bertemu dengan Ben Stone (Seth Rogen), seorang pengangguran yang mendapatkan dana dari kompensiasi atas cedera dam sedang membuat situs dewasa beresama teman-temannya. Setelah minum bersama, akhirnya keduanya terlibat dalam hubungan one night stand. Keesokan paginya, Alison dengan sadar akhirnya mengerti bahwa ia tidak mempunyai kesamaan dengan Ben dan akhirnya langsung berpisah yang membuat Ben kesal. Delapan minggu kemudian, Alison mengalami morning sickness selama wawancara di TV dan menyadari bahwa dia mungkin hamil. Dia menghubungi Ben untuk pertama kalinya setelah malam one-night stand itu.

Unsur slapstick atau lelucon renyah sangat kental di film ini.  Film Knocked Up mendapatkan respon positif dan sukses di box office dengan pendapatan hanya 219,9 juta dollar Amerika Serikat dengan memakan biaya produksi hanya sebesar 30 juta dollar Amerika Serikat. Di situs Rotten Tomatoes, film ini  memperoleh approval rating 90 % dari 251 ulasan dengan rating 7,7/10. Kesimpulan dari Rotten Tomatoes, “Film Knocked Up adalah tampilan yang lucu, mengharukan dan menyegarkan pada kerasnya kehuidupan pacaran dan membesarkan anak, dengan skrip yang kadang-kadang cabul, namun tetap komedi yang cerdas”.

Detail Film

Tanggal Tayang: 1 June 2007

Durasi: 2 Jam 9 Menit

Sutradara: Judd Apatow

Penulis: Judd Apatow

Pemain: Seth Rogen, Katherine Heigl, Paul Rudd, Leslie Mann, Jason Segel

Genre: Comedy, Romance

Rate: 6.9/10 (IMDB.com)

The Big Sick

The Big Sick adalah sebuah film bergenre komedi drama yang diadaptasi dari kisah nyata dari pemeran utamanya sendiri, Kumail Nanjiani. Bersama istrinya, Emily Gordon, mereka mengadaptasi kisah hidup mereka untuk diangkat ke layar lebar. Kumail yang juga menulis skenarionya membawakan perannya seotentik mungkin. Film ini mengisahkan percintaan pasangan Kumail dan Emily. Kisahnya berawal dari pertemuan keduanya di sebuah acara Stand Up comedy. Saat itu Kumail tampil di atas panggung dan Emily menjadi salah satu penontonnya.

Bermula dari celetukan Emily, keduanya menjalin hubungan yang unik meski juga diselipi keraguan. Banyak perbedaan dari keduanya, utamanya dari perbedaan latar budaya, menjadi tantangan tersendiri bagi mereka dalam mempertahankan kisah cinta. Diceritakan, Kumail adalah seorang Stand Up comedy yang juga sebagai driver uber. Ia keturunan pakistan muslim yang tinggal di Amerika. Keluarga Kumail adalah keluarga yang menjunjung tinggi kebudayaan asal mereka, Pakistan. Berbeda dengan Kumail yang berpandangan seperti orang barat kebanyakan. Sementara Emily adalah gadis berkulit putih keturunan Amerika.

The Big Sick adalah cerita inspiratif dari kehidupan seorang komika berlatar belakang etnis minoritas, mencoba melawan pola pikir keluarganya yang harus menikahkan anaknya dengan latar belakang SARA yang sama. Kisah romansa di film ini juga unik dan lucu, Kumail pun sangat piawai memainkan peran dirinya sendiri. Twist di fim ini pun juga menarik hingga penonton sulit membedakan bagian mana yang “benar” kisah nyata dengan yang bukan.

Detail Film

Tanggal Tayang: 14 July 2017

Durasi: 2 Jam

Sutradara: Michael Showalter

Penulis: Emily V. Gordon, Kumail Nanjiani

Pemain: Kumail Nanjiani, Zoe Kazan, Holy Hunter, Ray Romano, Anupam Kher

Genre: Comedy, Drama, Romance

Rate: 7.5/10 (IMDB.com)

Definitely, Maybe

Will Hayes (Ryan Reynolds), seorang duda berusia sekitar 30an yang tinggal di Manhattan. Suatu ketika, putrinya Maya (Abigail Breslin) yang berusia 10 tahun mulai menanyakan tentang kehidupan Will sebelum menikah. Maya mendesak ayahnya untuk menceritakan tentang bagaimana kedua orangtuanya bertemu dan jatuh cinta.

Kisah berawal pada tahun 1992 saat Will sang politikus muda pindah dari Wisconsin ke New York untuk mengejar cita-citanya dan bekerja pada kampanye kepresidenan Clinton. Buat Maya, Will seakan mengenang masa lalunya sebagai seorang pemuda idealis yang berusaha mengenal seluk beluk politik kota besar dan pada saat yang sama menceritakan kisah cintanya dengan tiga orang yang benar-benar berbeda. Dalam kampanye, Will berteman baik dengan Russel Mc Cormack. Mereka berdua tidak hanya memiliki pandangan politik yang sama, namun juga memiliki selera yang sama soal wanita. Will berusaha keras agar ceritanya tidak terlalu vulgar untuk putrinya. Ia merubah nama ketiga wanita yang dikencaninya agar putrinya harus menebak siapa yang akhirnya dinikahi Will dan menjadi ibu Maya.

Film Definitely Maybe memberikan warna baru mengenai definisi cinta. Cinta seorang suami kepada istrinya bisa jadi berakhir dengan perceraian, tetapi cinta orang tua kepada anaknya tidak akan pernah bercerai. Film ini juga sangat terkenal, pada 2008 film ini menempati peringkat 5 box office.

Detail Film

Tanggal Tayang: 14 July 2017

Durasi: 1 Jam 52 Menit

Sutradara: Adam Brooks

Penulis: Adam Brooks

Pemain: Ryan Renolds, Abigail Breslin, Elizabeth Banks,Rachel Weisz, Isla Fisher

Genre: Comedy, Drama, Romance

Rate: 7.1/10 (IMDB.com)

Itulah beberapa rekomendasi film komedi romantis yang sangat tidak membosankan untuk ditonton, film mana yang menurutmu paling favorit? atau kamu mempunyai rekomendasi lain? Tulis di kolom komentar ya!

Rekomendasi Film Romantis yang Sedih, Bikin Baper!

0

Film merupakan salah satu cara untuk menghilangkan rasa bosan, tak hanya itu, film juga sarana untuk meluapkan emosi. Jika kita menonton film romantis, rasanya menyenangkan. Biasanya kita membayangkan kita dengan pasangann kita berada di film tersebut, apalagi jika jalan cerita film tersebut sangat relate dengan kita. Namun, ada juga film romantis yang berakhir sedih, dan bahkan sampai membuat kita menangis. Tidak sedikit film romantis yang mempunyai ending sedih.

Nah, esportsku akan memberikan rekomendasi film romantis yang berakhir sedih untuk kalian yang ingin meluapkan emosi hancur yang merobek hati, bahkan sampai menangis!

Me Before You

Film Me Before You bercerita tentang seorang pemuda bernama Will Traynor (Sam Claflin) yang hancur masa depannya karena ia mengalami kecalakaan yang menyebabkan tulang leher sampai tulang ekornya bermasalah. Sehingga Will ini divonis tidak bisa disembuhkan oleh para dokter, dan hanya bisa menjalani hari-harinya hanya dengan berbaring atau duduk di kursi. Beruntung, Will lahir dari keluarga berada, sehingga orang tua Will selalu mengerahkan yang terbaik untuk kesehatan Will, bukan kesembuhan, karena memang Will tidak bisa sembuh.

Louisa Clark (Emilia Clarke) adalah seorang gadis yang berusia 26 tahun baru saja kehilangan pekerjaanya di sebagai pelayan kafe, Lou bertugas membantu membiayai kebutuhan hidup keluarganya karena sang adik yang single mother, Treena harus kuliah, dia satu-satunya yang bisa diharapkan. Dia pergi ke Job Centre tapi tidak ada perkerjaan untuknya karena keahliannya terbatas, petugas pun menawari sebuah tawaran yang baru saja masuk dan bergaji lumayan, yaitu merawat orang cacat. Karena tidak ada pilihan lain dan Lou sangat membutuhkan uang, dia pun menerima tawaran tersebut. Perkerjaannya ternyata tidak semudah yang dibayangkan Lou, Will, orang yang harus dirawatnya sangat dingin dan tidak ingin diganggu, Lou merasa tidak betah karena dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, tapi dia tidak bisa keluar karena hanya itu pekerjaan yang dia dapatkan.

Me Before You adalah film Warner Bros Picture yang bergenre drama romantic. Film ini diadaptasi dari novel tahun 2012 yang dirilis perdana di negara Inggris karya dari Jojo Moyes yang berjudul “Me Before You” dan dilanjutkan lagi novel keduanya pada tahun 2015 yang sequelnya juga dirilis pada tahun tersebut melalui Pamela Dorman Books dengan judul novelnya “After You”. Film ini sangat layak untuk ditonton yang akan membawa suasana hati tertawa, menangis, dan menghayati dalam arti kehidupan. Perpaduan sempurna antara karakter Lou dan Will akan membuat kamu sangat menikmati film ini.

Detail Film

Tanggal Tayang: 3 Juni 2016

Durasi: 1 Jam 46 Menit

Sutradara: Thea Sharrock

Penulis: Jojo Moyes

Pemain: Sam Claflin, Emilia Clarke, Vanessa Kirby, Eileen Dunwoodie

Genre: Comedy, Drama, Romance

Rate: 7.4/10 (IMDB.com)

A Walk To Remember

Film ini adalah film bergendre drama romantis. Film ini diangkat oleh novel yg berjudul sama dan ceritanya terinspirasi oleh kisah nyata sang penulis sendiri.ceritanya sendiri yaitu tentang seseorang lelaki yg bernama Landon Carter (Shane West) beserta teman-temannya adalah salah satu kelompok yang terkenal di sebuah SMA di kota Beaufort,Carolina Utara. Mereka selalu melakukan hal-hal yang nakal dan mengganggu seperti mabok, jail terhadap teman-teman satu sekolahnya dan sebagainya. Sampai suatu  ketika kenakalan mereka tertangkap oleh pihak sekolah. Landon yang merencanakan kejadian tersebut diancam untuk dikeluarkan dari sekolahnya. Kepala sekolahnya memutuskan Landon harus menjalani hukuman percobaan. Hukumannya, dia harus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sesudah sekolah seperti drama musikal musim semi. Disinilah dia bertemu dengan seorang kutu buku yang taat beragama bernama Jamie Sullivan (Mandy Moore), putri tunggal Pendeta Sullivan (Peter Coyote).

Landon memiliki kesulitan dalam memahami bagiannya, sehingga dia sering bertanya ke Jamie. Pada hari berikutnya, Landon terus berusaha mendekati Jamie tapi dia terus menolaknya. Pada saatnya, beberapa teman Landon memainkan lelucon jahat di depan Jamie dan Landon datang untuk menolongnya, memukul temannya yang membuat lelucon tersebut dan akhirnya menyangkal semua yang diyakini teman-teman lamanya. Jamie akhirnya menerima permintaan maafnya dengan tulus dan setuju untuk berkencan dengan izin dari ayahnya. Keduanya mulai jatuh cinta dan Landon mulai membantunya untuk mencapai segala hal yang ada dalam daftar keinginannya. Kesetiaan Jamie kepadanya telah membuat Landon percaya pada kemampuannya untuk menjadi seseorang yang lebih baik: dia sekarang ingin masuk sekolah kedokteran. Namun, saat hubungan mereka mulai serius, Jamie mengungkapkan rahasia di balik sifat ayahnya yang protektif kepada Landon.

Detail Film

Tanggal Tayang: 25 Januari 2002

Durasi: 1 Jam 41 Menit

Sutradara: Adam Shankman

Penulis: Nicholas Sparks, Karen Janszen

Pemain: Mandy Moore, Shane West, Peter Coyote, Daryl Hannah, Lauren German

Genre: Drama, Romance

Rate: 7.4/10 (IMDB.com)

Best of Me

Film ini bercerita tentang seseorang bernama Dawson Cole (James Marsden) yang bertemu kembali  dengan Amanda (Michelle Monaghan) setelah dua puluh satu tahun lamanya tidak bertemu. Amanda merupakan mantan pertama sekaligus mantn terbaiknya Dawson. Mereka bertemu kembali karena Tuck (Gerald McRaney), mantan seorang perwira angkatan laut yang sudah dianggap Dawson sebagai ayahnya sendiri. Tuck meninggal dunia di usianya yang ke-92 tahun. Tuck meninggalkan beberapa warisan kepada Dawson dan Amanda. Warisan itu berupa rumah, kebun, dan surat untuk Dawson serta Amanda. Bagaimana kisah cinta Dawson dan Amanda bermula? Ya, cinta itu bermula saat musim gugur tahun 1992. Dawson (Luke Bracey) bersama temannya Bobby (Robby Rasmussen) sedang hangout di salah satu bar di daerah mereka. Disitulah, Dawson bertemu Amanda (Liana Liberato) untuk pertama kalinya. Saat Dawson membantu Bobby dan April (Caroline Hebert) untuk mendorong mobilnya yang sedang mogok, Amanda membantu Dawson untuk mendorong mobil VW berwarna biru muda itu. Itulah pertama kalinya Amanda dan Dawson berbicara satu sama lain.

Setelah pembicaraan singkat itu, Amanda dan Dawson menjalin sebuah hubungan. Mereka sangat mencintai satu sama lain. Namun, dalam menjalankan hubungan mereka tidaklah mudah. Banyak sekali masalah-masalah yang timbul ditengah-tengah hubungan Dawson dan Amanda. Dari kondisi keluarga Dawson, dimana ayah kandung Dawson, Tommy Cole (Sean Bridges), yang selalu menyiksa dan melakukan kekerasan terhadap Dawson hingga menanggalkan bekas-bekas luka hampir diseluruh tubuh Dawson. Lalu, ayah Amanda yang tidak menyetujui hubungan puterinya, karena ayah Amanda menganggap bahwa Dawson tidak pantas untuk puterinya dan menyuruh Dawson untuk menjauhi Amanda dengan memberikan sejumlah uang untuk masa depannya.

Best of Me merupakan sebuah film yang cukup menguras air mata, akhir yang tidak disangka membuat film ini menarik untuk ditonton. Alur cerita film The Best of Me ini maju-mundur, yang membuatmu harus lebih fokus memahami saat menontonnya.

Detail Film

Tanggal Tayang: 17 Agustus 2014

Durasi: 1 Jam 58 Menit

Sutradara: Michael Hoffman

Penulis: Nicholas Sparks, Will Fetters

Pemain: James Marsden, Michelle Monaghan, Luke Bracey, Liana Liberto

Genre: Drama, Romance

Rate: 6.7/10 (IMDB.com)

Marriage Story

Film Marriage Story bercerita tentang pasangan Charlie Barber (Adam Driver) dan Nicole Barber (Scarlett Johansson). Charlie – sutradara teater di New York yang karirnya tengah bersinar, sementara Nicole sang istri mendapat tawaran peran di sebuah televisi di LA. Demi tawaran peran tersebut Nicole meninggalkan perusahaan teater yang dirintisnya bersama sang suami. Di sinilah konflik bermula. Perbedaan tujuan, masing-masing bersikukuh dengan goals-nya sendiri-sendiri. Akhirnya buah hati mereka – Henry Barber (Azhy Robertson) harus menjadi korban dari ego kedua orang tuanya tersebut. Charlie bersikukuh kalau New York adalah tempat terbaik bagi Henry untuk tetap tinggal. Sementara itu Nicole ingin Henry menetap di LA bersama dia dan keluarganya. Perceraian pun menjadi pilihan terberat bagi kedua belah pihak, sekaligus jalan terbaik. Oleh karena permasalahan keduanya yang tidak kunjung terselesaikan.

Di pertengahan awal cerita, konflik seputar perceraian mereka dirasa kurang bergejolak. Masing-masing masih menginginkan berpisah secara baik-baik dan secepatnya. Namun, seiring bergulirnya cerita, konflik diantara Charlie dan Nicole semakin pelik. Saling tuduh, membongkar kekurangan satu sama lain, menjadi adegan-adegan yang relate dengan perceraian. Diperkuat dengan tokoh pendamping – yakni pengacara pribadi keduanya. Yakni Nora Fanshaw (Laura Dern) sebagai pengacara Nicole dan Bert Spitz (Alan Alda) sebagai pengacara pertama Charlie. Charlie bahkan berganti pengacara hingga dua kali. Drama adu argumen antar pengacara ini juga jadi dialog yang semakin mempertegas konflik cerita.

Film ini tayang perdana di Festival Film Internasional Venesia ke-76 pada 29 Agustus 2019. Selanjutnya, film ini dirilis terbatas di bioskop pada 6 November 2019, dan dirilis secara digital di Netflix pada 6 Desember 2019.Sebelum masuk nominasi Golden Globe Awards, Marriage Story telah banyak meraih penghargaan. Di antaranya Atlanta Film Critics Circle Awards, Gotham Independent Film Awards, Hollywood Film Awards, Toronto International Film Festival, dan masih banyak lagi.

Detail Film

Tanggal Tayang: 6 Desember 2019

Durasi: 2 jam 17 menit

Sutradara: Noah Baumbach

Penulis: Noah Baumbach

Pemain: Adam Driver, Scarlett Johansson, Julia Greer, Ahzy Robertson

Genre: Drama, Romance

Rate: 8.0/10 (IMDB.com)

Mignight Sun

Midnight Sun bercerita tentang Katie Price (Bella Thorne), seorang remaja berusia 17 tahun dengan kasus XP (Xeroderma Pigmentosum: suatu jenis penyakit alergi sinar matahari) yang bahkan paparan minimal terhadap matahari bisa mematikan. Akibatnya, ia menghabiskan semua siang hari di balik jendela khusus di rumahnya dengan ayah tunggalnya, Jack (Rob Riggle). Selain ayahnya, teman satu-satunya Katie adalah sesama remaja bernama Morgan (Quinn Shepherd) yang suatu hari mengetuk pintu untuk bermain dengan gadis misterius yang tidak pernah keluar rumah. Ia akhirnya bersimpati dan tidak pernah berhenti datang. Katie tetap ceria dan memanfaatkan kehidupannya seperti itu, tetapi dia berharap dia memiliki setidaknya satu teman lagi, seorang anak laki-laki bernama Charlie (Patrick Schwarzenegger). Setelah belajar di rumah oleh ayahnya, Katie disuguhi upacara kelulusan pribadi di rumah.

Pada hari yang sama saat rekan-rekannya lulus dan dia mengizinkannya menikmati salah satu hobi favoritnya, bermain gitar dan bernyanyi di peron dari stasiun kereta api Seattle, daerah setempat. Di sana dia menemukan dirinya berhadapan muka dengan Charlie untuk pertama kalinya dan dia agak aneh. Charlie terpesona oleh kecanggungannya (dan tertarik pada keindahan alamnya), jadi dia mengejarnya sampai dia setuju untuk berkencan dengannya. Meskipun dia bersikeras hanya bertemu dengannya di malam hari. Setelah satu kencan berubah menjadi beberapa kencan lainnya, Katie berjuang dengan kapan dan bagaimana mengatakan kepadanya tentang kondisinya, mengetahui dia akan mencari tahu cepat atau lambat.

Midnight Sun merupakan remake dari film Jepang di tahun 2006 berjudul Taiyou No Uta. Selain kisah cinta antara Katie dan Charlie, hubungan ayah anak juga sangat ditonjolkan di sini. Serta persahabatan dengan Morgan (diperankan Quinn Shephard) terbilang harmonis, bahkan terlalu harmonis.

Detail Film

Tanggal Tayang: 23 Maret 2018

Durasi: 1 jam 31 menit

Sutradara: Scott Speer

Penulis: Kenji Bando, Eric Kirsten

Pemain: Bella Thorne, Patrick Schwarzenegger, Rob Riggle, Quinn Shephard

Genre: Drama, Romance

Rate: 6.6/10 (IMDB.com)

https://www.youtube.com/results?search_query=midnight+sun

Adrift

Tami Oldham (Shailene Woodley) dan Richard Sharp (San Claflin) merupakan sepasang kekasih, yang tidak sengaja bertemu saat mereka sedang berpetualang. Tami merupakan wanita petualang, yang selalu keliling dunia dengan cara berlayar, sampe akhirnya dia bertemu dengan Richard tepatnya di Tahiti, yang kurang lebih sama seperti Tami, mereka berdua sangat suka berlayar. Suatu ketika, Richard berdua diminta tolong oleh temannya untuk berlayar membawa kapal mereka ke California, San Diego. Mereka akan membayar Richard sebesar $ 10.000 sebagai bayarannya. Lalu, akhirnya Richard dan Tami menyetujui untuk melakukan perjalanan tersebut. Di tengah perjalanan menuju Amerika Serikat, kapal mereka menemui badai yang membuat kapal mereka rusak dan menimbulkan luka yang parah terhadap Richard. Tami akhirnya berhasil menyelamatkan Richard walaupun dengan kondisi menyedihkan, yaitu kaki terluka dan tulang rusuk patah. Mereka terapung selama 41 hari di lautan dan bertahan hidup dengan sisa makanan yang ada serta berusaha mencari daratan.

Mungkin terlihat sangat monoton, karena film ini hanya menampilkan kegiatan di kapal selama berhari-hari dengan aktifitas yang sama dan berulang-ulang. Namun, disinilah film ini memberi gambaran bahwa tangguhnya pasangan ini dalam menghadapi ganasnya alam.Diceritakan Richard memiliki luka yang sangat parah sehingga ia hanya bisa berbaring di kapal, sedangkan Tami berusaha dengan gigih membenahi bagian kapal yang rusak agar kapal tidak tenggelam. Selama 41 hari inilah Tami dan Richard terapung di lautan. Namun, ada kisah sedih yang terungkap diakhir cerita yang sangat sedih.

Film drama Adrift diangkat dari kisah nyata.yang dimulai dari kejadian di bulan September 1983. Tami Oldham Ashcraft dan tunangannya Richard Sharp sedang berlayar di laut bebas dan sudah dilakukan sejak enam bulan lamanya.

Detail Film

Tanggal Tayang: 1 Juni 2018

Durasi: 1 jam 36 menit

Sutradara: Baltasar Kormakur

Penulis: Aaron Kandell, Jordan Kandell, Tami Aschcraft, Susea McGearhart

Pemain: Shailene Woodley, Sam Claffin, Jeffrey Thomas, Elizabeth Hawthrone

Genre: Drama, Romance, Biography

Rate: 6.6/10 (IMDB.com)

P.S. I Love You

Awalnya kehidupan Holly (Hillary Swank) sangat bahagia bersama Gerry (Gerard Butler), suaminya. Gerry yang berkebangsaan Irlandia adalah segalanya bagi Holly, begitupun sebaliknya. Mereka bertemu pada saat Holly mengikuti rombongan wisata kampus ke Irlandia. Pertemuan itupun akhirnya berlanjut ke jenjang pernikahan walaupun sempat mendapat tentangan dari orang tua kedua belah pihak karena usia mereka yang masih dinggap muda untuk menikah. Namun kebahagian itu tidak berlangsung lama seperti yang diharapkan, Gerry mengidap tumor otak dan akhirnya meniggal dunia di usia 35 tahun. Bagi Holly dunia terasa runtuh karena suaminya telah tiada. Selama berminggu-minggu ia mengurung diri di apartemen, menjadi penyendiri, lemah dan tidak peduli terhadap apapun selain kepedihan ditinggal oleh Gerry.

Sampai pada hari ulang tahunnya yang ke-30. Hari itu, Ibu (Kathy Bates) dan kedua sahabatnya, Denise (Lisa Kudrow) dan Sharon (Gina Gershon) mendatangi Holly yang berada dalam keadaan menyedihkan di apartemennya yang kotor karena tidak terurus. Akhirnya merekapun bertindak untuk merapihkan apartemen Holly dan menyuruh Holly untuk membersihkan diri. Tak hanya ibu dan kedua sahabatnya, Gerry pun hadir. Gerry hadir dalam bentuk tape recorder dan sebuah kue ulang tahun. Sebelum meninggal Gerry ternyata telah menyiapkan segalanya. Surat-surat itu berisi ‘tugas-tugas’ dari Gerry yang harus dilakukan Holly.

Melalui surat-surat ini Gerry seperti membimbing Holly agar ia dapat lebih percaya diri dan membantunya untuk menata kembali kehidupannya. Dalam setiap akhir suratnya, Gerry selalu menyertakan: P.S. I Love You. Dari sudut pandang Holly, kehadiran Gerry seperti benar-benar nyata tak hanya berwujud kata-kata. Surat-surat Gerry juga mengantarkan Holly pada petualangan bersama kedua sahabatnya.  Perjalanan-perjalanan itu memberikan hikmah besar pada diri Holly. Dari sanalah Holly menemukan ulang arti tentang pernikahan, persahabatan, dan bagaimana cinta yang begitu kuat dapat mengubah kematian menjadi awal dari kehidupan yang baru.

Detail Film

Tanggal Tayang: 21 Desember 2007

Durasi: 2 jam 6 menit

Sutradara: Richard LaGravenese

Penulis: Richard LaGravenese, Steven Rogers, Cecelia Ahern

Pemain: Hillary Swank, Gerard Butler, Lisa Kudrwo, Gina Gershon

Genre: Drama, Romance

Rate: 7.0/10 (IMDB.com)

If I Stay

Mia Hall (Chloë Grace Moretz) adalah seorang gadis pemain cello berbakat yang berusia 17 tahun. Kehidupannya cukup sempurna. Dia memiliki semua yang ia inginkan. Keluarganya selalu ada untuknya, Dia memiliki seorang kekasih yang bernama Adam (Jamie Blackley) yang keren nan rupawan dan sangat mencintainya. Selain itu juga, karir musiknya juga sangat cemerlang. Konflik dalam film ini dimulai ketika Mia mendapat beasiwa di sekolah musik di New York, sementara Adam semakin sibuk dengan tur band-nya. Jarak dan kesibukan Adam pun mulai memantik konflik kecil di hubungan mereka.

Tak hanya itu, semua kesempurnaan hidupnya yang dia peroleh kemudian tiba-tiba menghilang dikerenakan sebuah kecelakaan tragis yang menimpa Mia dan keluarganya.Orang tua dan adiknya meninggal dunia. Sedangkan dirinya masih selamat namun mengalami koma. Sejak saat itu ia terjebak antara hidup dan mati, rohnya keluar dari jasad dan menyaksikan orang – orang disekitarnya yang sangat mencemaskan dirinya. Namun pada akhirnya Mia ditinggal oleh kedua orang tuanya serta adik tersintanya. Mia harus membuat pilihan. Pilihan untuk hidup dengan segala kesusahan yang akan ia dapatkan nantinya atau kah pergi meninggalkan dunia ini.

Film ini merupakan adaptasi dari sebuah novel yang berjudul sama karya Gayle Forman. Novel ini merupakan best seller dan mendapat respon positif. Banyak pembaca yang sangat tersentuh hatinya setelah membacanya. Peran dan karakter oleh pemain dibangun denga baik, apalagi Chloë Grace Moretz yang mampu menarik kita untuk merasakan apa yang karakternya alami.

Detail Film

Tanggal Tayang: 21 Desember 2007

Durasi: 2 jam 6 menit

Sutradara: Richard LaGravenese

Penulis: Richard LaGravenese, Steven Rogers, Cecelia Ahern

Pemain: Hillary Swank, Gerard Butler, Lisa Kudrwo, Gina Gershon

Genre: Drama, Romance

Rate: 7.0/10 (IMDB.com)

Itulah beberapa rekomendasi dari esporstku tentang film romantis yang sedih. Mana film sedih diatas yang membuat kamu menangis? Kenapa film itu membuat kamu menangis? Tulis di kolom komentar ya!

Film Terbaik yang Release 2019, Semuanya Wajib Ditonton!

0

Film memang selalu memberikan kesan kepada setiap penontonnya, ada yang sangat menarik dan ada juga yang ternyata membosankan. Pasti akan ada beberapa film yang sangat bagus tiap tahunnya, ada yang rekomendasi dari seorang teman atau bahkan memang diakui karena menang festival film. Nah, esportsku sekarang ingin memberikan rekomendasi beberapa film keluaran tahun 2019 yang sangat layak untuk ditonton!

Us

Us menceritakan tentang keluarga Wilson: pasangan suami istri, Gabe, Adelaide, dan ketiga anaknya Zora, dan Jason, yang sedang berlibur musim panas di sebuah cottage dekat pantai di Santa Cruz. Santa Cruz merupakan rumah masa kecil dari Adelaide. Mereka berharap, liburan mereka akan penuh makna dan berlangsung menyenangkan. Setelah menikmati hari di pantai, tiba-tiba mereka kedatangan tamu satu keluarga tak diundang yang wajahnya sama persis dengan mereka. Tamu tersebut merupakan para pembubuh yang memiliki kekuatan sehingga dapat membuat wajah yang sama persis. Mereka membunuh setiap orang-orang di pantai dan di kota, menimbulkan kekacauan dan ledakan. Mereka juga tak behenti untuk mengejar dan membunuh keluarga Wilson.

Sebagai sebuah sajian film horor, Us merupakan film berkualitas yang mampu menampilkan ketegangan dan teror bagi penontonnya. Alur cerita, pemeran, dan lagu tema yang sangat menyatu dengan baik sampai-sampai membuatmu masih merinding setelah selesai menontonnya. Melalui film ini, sang sutradara Jordan Peele kembali menunjukan kualitasnya dalam membuat film horor nonsupernatural yang menghibur. Belum lagi banyak unsur satire dalam film kedua Jordan, terutama dalam menggambarkan kehidupan di Amerika Serikat dewasa ini. Bagi kalian yang sempat puas dengan karya Jordan di film Get Out, maka film Us tak boleh dilewatkan. Jika di film Get Out Jordan menyentuh isu rasial di film Us sang sutradara menampilkan kisah yang menurutnya sering kali tak disadari setiap orang, yaitu diri sendiri adalah musuh terburuk setiap manusia.

Detail Film

Tanggal Tayang: 22 Maret 2019

Durasi: 1 jam 56 menit

Sutradara: Jordan Peele

Penulis: Jordan Peele

Pemain: Lupita Nyong’o, Winston Duke, Elishabeth Moss, Tim Heidecker, Evan Alex

Genre: Horror, Drama, Thiller

Rate: 6.9/10 (IMDB.com)

Joker

Joker menceritakan kisah hidup seorang pemuda bernama Arthur Fleck yang diperankan oleh Joaquin Phoenix. Sebagian besar porsi cerita lebih mengupas kehidupan Arthur yang penuh dengan masalah. Keadaan ekonomi Gotham yang menurun menciptakan kesenjangan sosial membuat suasana kota yang keras dengan orang-orang tanpa hati nurani. Terlalu keras untuk Arthur yang sebetulnya adalah pria sabar dan baik hati. Arthur Fleck adalah seorang pemimpi. Ia memiliki cita-cita sebagai komika terkenal yang mampu membuat orang tertawa. Namun keadaan yang susah membuatnya harus bekerja sebagai badut serabutan. Ia juga harus merawat ibunya yang sakit melalui pekerjaan tersebut.  Konflik film dibuka dengan Arthur yang sedang bekerja sebagai badut pemegang papan penanda sebuah toko. Ia harus menerima perundungan dari sekelompok pemuda yang mengusili dan menghajarnya hingga babak belur. Lalu scene berganti memperlihatkan wajah Arthur yang sedang tertawa. Awalnya, penonton akan dibuat bingung dengan pembawaan Arthur yang terlihat aneh dengan nada tertawanya.

Melalui Joker film,  penulis berasa seperti diajak bercermin dengan ditampilkannya konflik-konflik sosial yang terasa relatable dengan kondisi masyarakat, baik di sini di Indonesia, atau mungkin yang terjadi di belahan dunia mana saja. Dan apa-apa yang dialami Joker bisa saja atau memang sedang menimpa seseorang di lingkungan kita. Kita juga akan bersimpati terhadap Joker, seorang yang digambarkan sebagai penjahat berdarah dingin meskipun semula Joker adalah seorang yang termarjinalkan. Muncul pula seperti alibi, pembenaran bagi kejahatan yang dilakukan oleh Joker. Tak hanya dari segi cerita, sinematografi yang begitu apik dengan iringan musik soundtrack-nya membuat adegan-adegan dalam Joker begitu artistik dan memukau. Penampilan akting Phoenix juga benar-benar total dan membuat penonton tak bisa berkata-kata.

Detail Film

Tanggal Tayang: 4 Oktober 2019

Durasi: 2 jam 2 menit

Sutradara: Todd Phillips

Penulis: Todd Phillips, Scott Silver

Pemain: Joaquin Phoenix, Robert De Niro, Zazie Beetz, Frances Conroy, Brett Cullen

Genre: Crime, Drama, Thiller

Rate: 8.5/10 (IMDB.com)

Parasite

Film ini bercerita tentang keluarga Kim Ki Taek (Song Kang Ho) yang awalnya hidup serba pas-pasan. Mereka tinggal di rumah semi basement dan bekerja sebagai pelipat kotak pizza. Suatu hari anak laki-lakinya, Kim Ki Woo (Choi Woo Shik) dipercaya menjadi tutor privat untuk seorang gadis dari keluarga kaya. Ki Woo berusaha memasukkan semua anggota keluarganya agar bisa bekerja di rumah keluarga itu. Namun, dari sinilah konflik muncul.  Film Parasite mendapatkan penghargaan di beberapa festival film, yaitu Festival Film Cannes Palme d’Or, Film Berbahasa Asing Terbaik di Golden Globes 2020, Outsanding Performance by a Cast in a Motion Picture di SAG Award, dan dua piala di BAFTA AWARD. Parasite juga mencatatat sejarah dunia perfilman dikarenakan menjadi film Asia pertama yang menang dalam nominasi Film Terbaik pada Oscar.

Melalui Parasite, Bong Joon Ho mendedah kondisi timpang sosial-ekonomi masyarakat Korea Selatan. Parasite berhasil mengkritisi ketimpangan sosial masyarakat yang ada, lelucon yang dibangun dalam dialog-dialognya juga sukses membuat kita menertawai sistem yang padahal tidak lucu. Parasite telah berhasil menghadirkan sarkasme liar tentang relasi kusut sejumlah pihak. Relasi tersebut dibungkus dalam kemasan menarik: komedi satir yang gelap, tanpa harus berbusa-busa menerangkan peliknya perkara politik itu sendiri. Bungkusan itu kemudian dilemparkan ke penonton, dan kita beramai-ramai menertawakannya. Menertawakan ironi tiga keluarga yang secara kasat mata terlihat mereka begitu timpang namun juga begitu terikat. Sekaligus menertawakan kebodohan mereka dalam membentuk relasi kuasa: penjajah dan yang terjajah sama-sama sialnya. Sama-sama lucunya. Sama-sama boleh kita tertawakan.

Detail Film

Tanggal Tayang: 8 November 2019

Durasi: 2 jam 12 menit

Sutradara: Bong Joon Ho

Penulis: Bong Joon Ho, Jin-won Han

Pemain: Kang-ho Song, Sun-kyun Lee, Yeo-jeong Jo, Woo-sik Choi, So-dam Park

Genre: Comedy, Drama Thiller

Rate: 8.6/10 (IMDB.com)

Once Upon a Time in Hollywood

Once Upon a Time in Hollywood diawali dengaj cuplikan serial televisi hitam putih era 1950an berjudul Bounty Law yang dibintangi sekaligus melambungkan nama Rick Dalton (Leonardo DiCaprio), diikuti dua situasi yang muncul bergantian: Rick bersama stuntman-nya, Cliff Booth (Brad Pitt) berkendara, sementara Sharon Tate (Margot Robbie) dan sang suami, Roman Polanski (Rafał Zawierucha) baru turun dari pesawat. Menjadi latar adalah lagu Treat Her Right dari Roy Head. Sebuah adegan pembuka keren yang menset karakterisasi tiga protagonis: Rick si mega bintang yang popularitasnya memudar, Cliff si stuntman tangguh, dan Sharon si bintang muda. Rick dan Cliff berada dalam titik akhir era keemasan Hollywood di tahun 1969, dimana juga menandai perubahan akan industri Hollywood klasik ke industri Hollywood seperti yang kita kenal saat ini. Perubahan era yang terjadi tersebut pada akhirnya membuat Rick dan Cliff bersama-sama mengarungi lika-liku industri Hollywood yang saat ini sudah sangat sulit untuk mereka kenali.

Secara garis besar, film ini dibagi menjadi 3 alur penceritaan yang dinarasikan dengan cukup santai, lucu dan menyiratkan banyak pesan dibalik tiap dialognya. Kedua alur penceritaan yang pertama dimaksudkan selayaknya dua sisi koin, yaitu melalui karakter Rick Dalton yang penuh ego, ambisi namun rapuh di satu sisi, bersandingan dengan Cliff Booth yang santai, tulus dan tak pernah takut menghadapi segala rintangan yang muncul di depan mata. Sementara cerita ketiga yang nampak tak memiliki hubungan langsung dengan 2 sisi penceritaan Booth-Dalton ditujukan untuk aktris lawas Sharon Tate yang diperankan Margot Robbie, dimana kehidupan cintanya bersama Roman Polanski dan tragedi yang menimpanya di kemudian hari juga ikut sedikit merubah wajah industri Hollywood untuk selamanya. Film Once Upon a Time in Hollywood pada akhirnya memang menjadi sebuah sajian drama komedi dengan sentuhan satir yang cukup solid.

Detail Film

Tanggal Tayang: 26 Juli  2019

Durasi: 2 jam 41 menit

Sutradara: Quentin Tarantino

Penulis: Quentin Tarantino

Pemain: Leonardo DiCaprio, Brad Pitt, Margot Robbie, Emile Hirsch, Al Pacino

Genre: Comedy, Drama Thiller

Rate: 7.6/10 (IMDB.com)

Marriage Story

Film Marriage Story bercerita tentang pasangan Charlie Barber (Adam Driver) dan Nicole Barber (Scarlett Johansson). Charlie – sutradara teater di New York yang karirnya tengah bersinar, sementara Nicole sang istri mendapat tawaran peran di sebuah televisi di LA. Demi tawaran peran tersebut Nicole meninggalkan perusahaan teater yang dirintisnya bersama sang suami. Di sinilah konflik bermula. Perbedaan tujuan, masing-masing bersikukuh dengan goals-nya sendiri-sendiri. Akhirnya buah hati mereka – Henry Barber (Azhy Robertson) harus menjadi korban dari ego kedua orang tuanya tersebut. Charlie bersikukuh kalau New York adalah tempat terbaik bagi Henry untuk tetap tinggal. Sementara itu Nicole ingin Henry menetap di LA bersama dia dan keluarganya. Perceraian pun menjadi pilihan terberat bagi kedua belah pihak, sekaligus jalan terbaik. Oleh karena permasalahan keduanya yang tidak kunjung terselesaikan.

Di pertengahan awal cerita, konflik seputar perceraian mereka dirasa kurang bergejolak. Masing-masing masih menginginkan berpisah secara baik-baik dan secepatnya. Namun, seiring bergulirnya cerita, konflik diantara Charlie dan Nicole semakin pelik. Saling tuduh, membongkar kekurangan satu sama lain, menjadi adegan-adegan yang relate dengan perceraian. Diperkuat dengan tokoh pendamping – yakni pengacara pribadi keduanya. Yakni Nora Fanshaw (Laura Dern) sebagai pengacara Nicole dan Bert Spitz (Alan Alda) sebagai pengacara pertama Charlie. Charlie bahkan berganti pengacara hingga dua kali. Drama adu argumen antar pengacara ini juga jadi dialog yang semakin mempertegas konflik cerita.

Film ini tayang perdana di Festival Film Internasional Venesia ke-76 pada 29 Agustus 2019. Selanjutnya, film ini dirilis terbatas di bioskop pada 6 November 2019, dan dirilis secara digital di Netflix pada 6 Desember 2019.Sebelum masuk nominasi Golden Globe Awards, Marriage Story telah banyak meraih penghargaan. Di antaranya Atlanta Film Critics Circle Awards, Gotham Independent Film Awards, Hollywood Film Awards, Toronto International Film Festival, dan masih banyak lagi.

Detail Film

Tanggal Tayang: 6 Desember 2019

Durasi: 2 jam 17 menit

Sutradara: Noah Baumbach

Penulis: Noah Baumbach

Pemain: Adam Driver, Scarlett Johansson, Julia Greer, Ahzy Robertson

Genre: Drama, Romance

Rate: 8.0/10 (IMDB.com)

Avengers: End Game

Film Avengers: Endgame adalah salah satu sekuel dari rangkaian film-film yang bertemakan para pahlawan super besutan Marvel Studios. Film ini merupakan bagian “akhir” dari rangkaian film-film sebelumnya, yang beberapa film-film pendahulu teresebut juga ada yang menceritakan latar belakang para super hero-nya. Setelah peristiwa yang memusnahkan setengah dari populasi Bumi dan beberapa tokoh super hero terpaksa menghilang karena jentikan jari Thanos setelah mendapatkan kekuatan dari Infinity Stones dan menandakan kekalahan yang diderita oleh para pahlawan super Marvel di Avengers: Infinity War (2018).

Kisahnya akan berlanjut saat Avengers yang tersisa berkumpul sekali lagi untuk melawan Thanos (Josh Brolin). Namun Kesedihan, keputusasaan dan ketidakberdayaan masih tetap menyelimuti para pahlawan super. Para Avengers pun berusaha untuk memulihkan tatanan alam semesta. Avengers yang tersisa seperti Steve Rogers/Captain America (Chris Evans), Natasha Romanoff/Black Widow (Scarlett Johansson) hingga Thor (Chris Hemsworth) mendapat bantuan dari Carol Danvers/Captain Marvel (Brie Larson). Hawkeye (Jeremy Renner) yang tak hadir saat Infinity War juga bakal tampil di Avengers: Endgame dengan busur dan panah andalannya. Scott Lang/Ant-Man (Paul Rudd) pun hadir membantu para Avengers yang tersisa untuk melawan Thanos.

Film ini memiliki durasi 3 jam 2 menit atau 182 menit. Avengers: Endgame menjadi film ke-22 yang dirilis oleh Marvels Studio di Marvel Cinematic Universe. Menurut duo sutradaranya, Anthony dan Joe Russo, durasi itu lebih panjang dari editor’s cut yang mereka lakukan. Avengers: Endgame disebut bakal mengakhiri Phase 3 MCU. Fase ini diawali dengan Captain America: Civil War pada 2016 silam. Avengers: Endgame disebut bakal menjadi penampilan terakhir sejumlah tokoh sentral, seperti Iron Man, Captain America, Thor dan lain-lain. Namun, bos Marvel Studios Kevin Feige menuturkan, Avengers: Endgame bukan akhir Phase 3 MCU. Film ini adalah akhir dari Infinity Saga yang sudah tampil di MCU selama 11 tahun terakhir ini.

Detail Film

Tanggal Tayang: 26 April 2019

Durasi: 3jam 1menit

Sutradara: Anthony Russo, Joe Russo

Penulis: Christoper Markus, Stephen McFeely, Stan Lee

Pemain: Robert Downey Jr., Chris Evans, Mark Rufallo, Chris Hemsworth, Scarlett Johansson

Genre: Action, Adventure, Drama

Rate: 8.4/10 (IMDB.com)

Midsommar

Diakui sebagai film tentang perpisahan dalam hubungan, Midsommar dibuka dengan beberapa adegan yang menunjukkan keadaan hubungan Dani (Florence Pugh) dengan sang kekasih Christian (Jack Reynor) yang mulai renggang. Hal tersebut terlihat dari bagaimana Christian terlihat mulai menjaga jarak hingga mengabaikan Dani yang sedang mengalami masa sulit dalam hidupnya. Midsommar bercerita mengenai perjalanan Dani (Florence Pugh) bersama pacar dan rekan-rekannya ke daerah terpencil yang ada di daratan utara Eropa bernama Halsingland, Swedia. Sejak kematian saudaranya. Gadis berambut pirang tersebut memang menjalani kehidupan dengan duka yang mendalam dan juga mengalami tekanan psikologi yang cukup hebat. Hingga suatu waktu, Pelle (Vilhelm Blomgren) mengajak Dani untuk ikut serta menghabiskan waktu musim panas di sebuah festival musim panas yang ia sebut “Midsommar” bersama sebuah komunitas yang jauh dari peradaban bernama Harga.

Liburan yang mereka jalani memang tampak terlihat normal dan menyenangkan sebelum kemudian berubah menjadi semakin mencekam, bahkan di luar dari perkiraan mereka sebelumnya ketika sebuah ritual diadakan. Bermula ketika seorang kakek tua yang menjatuhkan diri di atas ketinggian. Hingga akhirnya tewas dengan pukulan palu tepat di kepala. Dari sinilah keanehan demi keanehan muncul dan mulai perlahan membuka mata Dani, sang pacar dan teman-temannya yang lain bahwa keselamatan nyawa mereka sedang dipertaruhkan. Suatu yg awalnya indah menjadi menakutkan dan mencekam dan tak terbayangkan, dari ritual ritual dan sakte yang dianut para penduduk serta minuman “ajaib”.

Film ini mampu mebuat kesan yang tidak bisa di lupakan penontonnya dan mengubah perjalanan musimpanas rombongan dani menjadi mencekam. Penonton banyak beranggapan kalau film ini adalah penggambaran gangguan mental. Semua hal tersebut disajikan melalui karakter Dani yang memang sangat rapuh. Hampir semua materi Midsommar terinspirasi dari ritual tradisionalnya Skandinavian Eropa Utara. Perayaan yang diadakan hari Jumat di bulan Juni ini, diadakan untuk menghormati hari terpanjang dalam satu tahun ini. Tradisinya juga mirip dengan ritual Paganisme seperti bentuk festivalnya yang ditujukan untuk meminta kebaikan dari Dewa Matahari. Nah, di Swedia festival ini didekorasi dengan karangan bunga

Detail Film

Tanggal Tayang: 3 July 2019

Durasi: 2jam 28menit

Sutradara: Ari Aster

Penulis: Ari Aster

Pemain: Florence Pugh, Jack Reynor, Vihelm Blomgren, William Jackson Harper

Genre: Drama, Horror, Mistery

Rate: 7.1/10 (IMDB.com)

Knives Out

Knives Out adalah film drama komedi kriminal Amerika Serikat yang baru lonching September 2019. Film ini memiliki plot cerita menarik dan didkung dengan naskah cerita yang kuat. Harlan Thrombey (Christopher Plummer) merupakan seorang penulis novel misteri yang sukses dan kaya raya. Ia memiliki tiga orang anak, yaitu Linda (Jamie Lee Curtis), Walt (Michael Shannon), dan mendiang Neil. Di ulang tahunnya yang ke-85, ia mengundang keluarganya untuk datang ke mansion terpencil miliknya, dengan niat mempersatukan kembali keluarga yang memiliki sejarah disfungsional ini. Nahas, keesokan paginya Fran (Edi Patterson), sang pengurus rumah, menemukan Harlan Thrombey tewas di ruang kerjanya.

Polisi pun menyatakan bahwa kematian Harlan Thrombey disebabkan oleh bunuh diri. Namun, tiba-tiba datanglah Benoit Blanc (Daniel Craig) seorang detektif swasta yang dipekerjakan oleh klien misterius untuk mengusut kasus tewasnya Harlan. Didampingi Detective Lieutenant Elliot (Lakeith Stanfield) dan Trooper Wagner (Noah Segan) dari kepolisian, Benoit Blanc pun memulai investigasi dengan menginterogasi seluruh anggota keluarga dan Marta Cabrera (Ana de Armas) yang merupakan suster pengasuh Harlan. Di tengah investigasi, Blanc pun menemukan fakta bahwa semua anggota keluarga Thrombey memiliki motif untuk membunuh Harlan. Belum usai dengan misteri tewasnya sang ayah, keluarga ini kembali dibuat heboh saat mendengar hasil pembagian warisan yang dibacakan oleh pengacara Harlan, Alan Stevens (Frank Oz)

Film dibuka dengan setting lokasi sebuah rumah berkuran besar yang berdiri di sebuah bidang tanah yang luas. Suasananya mencekam, dalam gelapnya malam dan dua anjing yang tengah menggonggong seakan mengejar sesuatu. Setiap tokoh memiliki kisah yang misterius dan menyimpan rahasia. Setiap anggota keluarga, perawat, hingga staf rumah tangga, memiliki potensi menjadi tersangka. Film ini seakan membuka setiap lapis misteri dari tokoh yang ada di dalam rumah saat Harlan merayakan ulang tahun. Ketika satu tersangka nyaris terbuka kedoknya, ternyata dia memiliki alibi. Knives Out memang layak mendapat predikat film detektif yang menegangkan dan memancing emosi. Tidak hanya itu, film ini juga mengandung plot twist yang menipu penonton, terutama ending film ini yang bikin bertanya-tanya.

Detail Film

Tanggal Tayang: 27 November 2019

Durasi: 2jam 10menit

Sutradara: Riah Johnson

Penulis: Riah Johnson

Pemain: Daniel Craig, Chris Evans, Ana de Armas, Jamie Lee Curtis, Michael Shannon

Genre: Comedy, Crime, Drama

Rate: 7.1/10 (IMDB.com)

itulah rekomendasi film keluaran tahun 2019 yang wajib kalian tonton. Ada beragam genre, yang penulis paling suka adalah crime. Kalau kamu? tulis kolom komentar ya

Film Zombi Korea Terbaik

0

Film memang selalu memberikan kesan kepada setiap penontonnya, ada yang sangat menarik dan ada juga yang ternyata membosankan. Film bertema zombi sangat digemari dan memberikan kesan tersendiri kepada pecinta film horor. Salah satunya film zombie Korea Train to Busan. Namun masih banyak beberapa film bergenre zombi dari negara korea yang menegangkan dan tidak kalah seru dari film tersebut. Nah, kali ini esportsku ingin membagikan rekomendasi film korea dengan genre zombie horor. Yuk disimak!

Train to Busan

Train to Busan adalah film yang menceritakan horror-thiller bertema bencana mayat hidup asal Korea tahun 2016 yang disutradarai oleh Yeon Sang-ho dan dibintangi oleh Gong Yoo, Jung Yu-mi dan Ma Dong-seok. Film ini menceritakan tentang seorang laki-laki Korea (ya eyalah.. namanya juga film Korea) bernama Seok Woo bersama anaknya Soo-an. Mereka berencana pergi ke Busan menemui ibunya Soo-an dengan menggunakan kereta cepat. Memang kurang pilihan kalau hidup di Korea. Mau memilih kereta lambat tapi tidak tersedia, yang ada cuma kereta cepat.</p> <p>Pada malam mereka dalam perjalanan ke stasiun, telah terjadi kekacauan di tengah kota dengan banyaknya sirine polisi dan ambulan. Tetapi mereka tidak tahu apa yang terjadi. Pada saat berada dalam kereta, mereka juga tidak menyadari bahwa virus zombie telah menyebar di area stasiun. Untungnya, kereta sudah menutup pintu dan siap untuk berangkat.

Tanpa diketahui para penumpang, ada seorang wanita yang masuk ke kereta dan masuk ke toilet. Kakinya terluka digigit zombie. Dia berusaha membersihkan lukanya. Tapi dia mulai kejang-kejang dan akhirnya terjatuh keluar dari toilet. Pramugari menemukan dia berada di lantai dan berusaha membantu. Tentu saja digigit. Lucunya, pramugari masih kuat berdiri dan berlari ke dalam salah satu gerbong dengan zombie di punggungnya. Penumpang lain yang melihat bingung karena ada acara gendong-gendongan di dalam kereta. Disitulah mulai terjadi kepanikan di dalam kereta, satu per satu yang kena gigitan berubah menjadi zombie.

Meski bergenre horror-thriller, Train to Busan, banyak akan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui ceritanya, kita  diajarkan untuk peduli, tidak bersikap egois dan harus saling membantu walau dalam suasana genting sekalipun. Mereka yang mementingkan dirinya sendiri dan mengabaikan yang lain, justru malah tidak akan selamat.  Film ini tentu berbeda dari kebanyakan film-film Korea, meski terasa seperti film korea pada umumnya, namun film ini bisa membuat penontonnya menyimak dari awal hingga akhir. Kalian nggak akan ngerasa bosan atau ngerasa bahwa adegan ini membosankan, karena tegang dan sedikit emosi di film ini adalah kenyamanan dari penonton tersendiri.

Seoul Station

Film Seoul Station merupakan sebuah prekuel dari film Train to Busan. Film animasi ini menceritakan tentang kisah seorang ayah Suk-Gyu yang mencari anak perempuan yang melarikan diri dari rumah yang bernama Hye-sun. Singkat cerita ditemukan bahwa anak itu telah menjadi seorang pelacur. Dia sekarang tinggal dengan pacarnya yang tidak berguna, Ki-woong, yang berniat untuk menggermo Hye-sun lagi karena masalah uang. Setelah bertengkar tentang hal ini, keduanya berpisah dan terjebak dalam kekacauan yang meledak di Stasiun Seoul. Hye-sun melarikan diri dengan beberapa orang yang selamat ke kantor polisi dan terjebak oleh sekelompok zombie di dalam sel penjara, hanya untuk menyadari seorang polisi yang masih hidup di dalam sel bersama mereka telah digigit.

Disaat hampir bertemu kembali dengan anaknya, wabah zombie menyerang Seoul. Zombie tercipta dikarenakan sesorang gelandangan yang tinggal di stasiun Seoul.  Memetakan penyebaran wabah zombie di terminal kereta bawah tanah terbesar, banyak orang dapat terperangkap disana. Keadaan menjadi tidak terkendali dan mencekam, ditambah ketegangan yang terjadi saat hampir 90% warga kota terinfeksi menjadi mayat hidup.

Seoul Station digadang sebagai film animasi terbaik Korea dan merupakan prekuel dari film zombie Train to Busan. Jadi sebelum menonton Train to Busan, sebaiknya nonton film animasi Korea yang satu ini.Sebagai sebuah film animasi, Seoul Station mendapat banyak sambutan baik dari masyarakat maupun pemerhati dunia film. Film ini juga telah diputar di berbagai festival film di berbagai negara. Festival film tersebut adalah Festival Film Fantastik Internasional Sitges ke-49, Festival Film Animasi Internasional Annecy ke-40, Festival Film Internasional Fantasia Montreal ke-20, dan masih banyak lagi. Seoul Station juga mendapat penghargaan ‘Silver Crow Award’ pada BIFF.

Train to Busan 2: Peninsula

Train to Busan 2: Peninsula menjadi salah satu film yang paling dinantikan tayang pada 2020. Film ini tetap disutradarai Yeon Sang-ho namun akan memiliki pergantian total seluruh pemain. Film ini bercerita tentang empat tahun setelah kejadian di film sequel pertama. Yang mana wabah zombie telah menginfeksi bukan hanya di Seoul melainkan hingga ke seluruh semenanjung Korea Selatan, bahkan Busan sudah seperti kota mati. Seluruh otoritas Pemerintah Korea Selatan telah hancur karena wabah zombi. Semua daerah di Korea Selatan telah ditinggalkan, dan yang tersisa hanyalah geografinya, para zombi, dan reruntuhan negara semenanjung itu.

Wabah zombie melanda, Jung-seok (Gang Dong-won) nyaris tidak lolos dari Korea Selatan hidup-hidup. Ketika hidup dalam keputusasaan di Hong Kong, ia menerima tawaran yang menarik untuk kembali ke semenanjung yang dikarantina dan melakukan sebuah misi. Misi senilai 2,5 juta dolar itu tetap ia terima bersama timnya. Misinya adalah untuk mengambil truk yang ditinggalkan di tengah Seoul dalam batas waktu dan melarikan diri dari semenanjung dengan diam-diam. Tetapi operasinya menjadi kacau ketika seorang milisi misterius yang dikenal sebagai Unit 631 menyergap tim kecil Jung-seok, dan bahkan gerombolan zombie yang lebih ganas. Dalam momen paling putus asa, keluarga Min-jung (Lee Jung-hyun) menyelamatkannya dan dia merencanakan satu kesempatan terakhir untuk melarikan diri dari semenanjung itu untuk selamanya.

Pada sequel kedua ini ketegangan lebih mencekam karena wabah zombie telah menginfeksi seluruh Korea Selatan. Penonton tidak hanya melihat perjuangan manusia melawan zombie saja, tetapi juga disuguhkan pertempuran antara manusia dan manusia. Perseteruan antara sekelompok manusia baik dan jahat akan menjadi konflik yang menarik di dalam filmnya ini. Walaupun pemeran dalam film ini berbeda dengan film pertamanya, tetapi plot ceritanya akan lebih luas suasananya akan lebih kelam,gelap, dan mengerikan.

Alive

Alive menceritakan tentang pemuda dan pemudi yang terjebak dalam wabah Zombie di apartemennya masing-masing. Kisah awal film ini menceritakan tokoh Joon-woo, seorang gamer yang berada di rumah sendirian karena orang tua dan kakak perempuannya sedang bekerja. Tiba-tiba ia diberitahu teman-temannya tentang situasi aneh yang terjadi di sekitar mereka. Setelah dilihatnya kondisi di luar, Joon-woo menyaksikan situasi di luar sudah porak poranda. Joon-woo tidak mengerti apa yang terjadi. Ia hanya melihat banyak orang yang berebutan keluar dari apartemen dan saling tumbuk bertengkar. Orang – orang berlarian, dan ia pun melihat seseorang menerkam orang lain.

Kemudian ia melihat berita untuk mengetahui apa yang terjadi di kota itu. Ternyata kekacauan itu disebabkan oleh wabah misterius yang membuat penderitanya haus dan lapar meminum darah segar. Joon mulai panik, karena orangtuanya dan adiknya jauh dari Joon, mereka semua selamat dan berlindung di kantor Ayah Joon sedangkan Joon sendirian. Bahan makanan menipis, air mulai mati, listrik padam dan internet sudah tidak aktif. Joon benar—benar stress. Di minggu pertama semua dianggap Joon baik-baik saja, namun masalah virus zombie tersebut tidak kunjung berakhir. Suatu ketika ia melihat seorang polisi wanita mencoba melarikan diri dari kompleks tersebut, namun nyawa polisi wanita itu tidak dapat tertolong. Lalu tetangganya yang terinfeksi masuk ke apartemennya, tetapi Joon-Woo berhasil memancingnya jatuh dari balkonnya.

Ketika makanan dan airnya hampir habis, dia mulai minum dari lemari minuman ayahnya. Saat dia berhalusinasi tentang keluarganya, jaringan teleponnya pulih sejenak, dan dia menerima pesan suara dari keluarganya yang merekam saat-saat terakhir mereka. Dengan kondisi yang tak pasti, Joon Woo mulai kehilangan akal sehat dan melakukan percobaan bunuh diri. Saat ingin menggantung dirinya, ia melihat sebuah laser merah ditembakkan ke wajahnya. Ternyata itu adalah seorang wanita yang sama-sama terjebak di apartemen namun di gedung yang berbeda. Berhasilkah Joon-woo dan seorang wanita tersebut bertahan dari serangan zombie?

The Odd Family: Zombie on Sale

The Odd Family: Zombie On Sale adalah film dengan tema zombie yang dikemas dengan cara berbeda.. Film ini bercerita tentang keluarga Joon Gul. Joon-gul (Jung Jae-young), mempunyai pom bensin yang didirikan bersama sang ayah, Man-deok (Park In-hwan). Dia memiliki dua adik, Min-gul (Kim Nam-gil) yang baru pulang setelah dipecat dari pekerjannya, dan Hae-gul (Lee Soo-kyung), si gadis pendiam yang gemar membunuh kelinci. Kehamilan istrinya, Nam-joo (Uhm Ji-won), ditambah bisnis pom bensin yang gagal, “memaksa” Joon-gul menjalankan jasa derek dan bengkel, sembari menebar paku di jalan agar memperoleh konsumen. Suatu hari, muncul lah pemuda aneh di desa yang tenang itu. Pemuda berwajah pucat dengan tingkah laku aneh itu selalu berusaha menyerang warga. Tapi, selalu gagal. Man Deok (Park In-Hwan) kakek yang juga ayah dari Joon Gul dan Hae Gul punya keinginan membawa abu istrinya ke Hawaii. Suatu hari, ia menemukan pemuda aneh di dalam toilet umum. Pemuda itu tiba-tiba menggigit kepalanya, lalu kabur. Pemuda itu ternyata zombie.

Tapi ada yang beda dari si zombie. Alih-alih daging atau otak manusia, dia lebih menyukai kubis yang diolesi saus. Pun bukannya berubah jadi zombie, setelah digigit  ia malah terlihat muda usai digigit zombie. Kerutnya lenyap, rambutnya menghitam, dan penisnya bisa ereksi.Teman-temannya penasaran. Ia pun membagi rahasianya dan berniat menjadikan bisnis demi impiannya ke Hawaii. Sayangnya si pemuda aneh giginya udah dicabutin semua sama Nam Joo. Tapi, berkat gigi palsu, gigitan zombie itu pun dijadikan ladang bisnis. Ketika uang terkumpul. Man Deok membawanya kabur ke Hawaii.
Joon Gul, Min Gul, Nam Joo, dan Hae Gul pun frustasi. Hae Gul memberi nama si pemuda aneh Jjong Bi. Mereka pun membuat bisnis gigitan Jjong Bi hingga mereka jadi kaya dan bisa membangun SPBU yang sempat bangkrut. Tapi, ternyata gigitan itu menyebarkan virus. Siapapun yang terkena gigitan berubah jadi zombie. Seluruh desa pun kacau.

Rampant

Kisah film bermula saat terjadi percobaan kudeta di kerajaan Joseon. Tentara kerajaan pimpinan Menteri Kim (Jang Dong-Gun), sang penasehat kerajaan, berhasil menggagalkan usaha kudeta tersebut. Namun betapa terkejutnya Raja (Kim Eui-sung) saat mengetahui putra sulungnya (Kim Tae-woo) adalah dalang dibalik kudeta tersebut. Sang putra pewaris kerajaan pun bunuh diri di depan Raja demi mempertanggungjawabkan perbuatannya. Raja yang terkejut dengan peristiwa tersebut hendak memanggil pulang putra bungsunya Lee Chung (Hyun Bin) yang sedang berada di Tiongkok. Tanpa Raja ketahui, Lee tiba lebih cepat karena surat wasiat dari sang kakak berisi pesan-pesan terakhirnya untuk pulang ke Joseon dan menyelamatkan kakak iparnya.

Kepulangan Lee yang mendadak di sebuah desa pesisir tidak disambut tentara kerajaan, melainkan serbuan zombie pemakan manusia yang hanya muncul dan menyerang di malam hari. Lee yang berkarakter flamboyan, serampangan, cuek dan tidak perduli dengan rakyat kecil merasa tersentuh melihat perjuangan masyarakat desa untuk berjuang hidup. Lee kini memahami isi surat dari kakaknya yang berisikan alasan kesejahteraan rakyat yang membuatnya melakukan kudeta. Namun, kemiskinan bukanlah satu-satunya alasan. Virus zombie menghantui seluruh wilayah kerajaan, dan masyarakat yang telah terinfeksi virus tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk merebut Joseon dan tangan Raja dan Lee Chung sebagai keturunannya.

Rampant menyajikan film kolosal thriller yang berbeda dari biasanya. Kisah zombie, politik dan pengkhianatan  ini bisa menjadi pilihan tontonan kamu. Jika biasanya film zombie melawan dengan senapan, di sini mereka melawannya dengan pedang dan panahan. Perjuangan membasmi zombie tidaklah mudah, hingga mengorbankan teman-teman dari dari Lee Chung yang perlahan-lahan gugur demi menyelamatkan Joseon dari zombie.

The Wailing

Film ini bercerita tentang sebuah desa terpencil di Korea bernama Gokseung. Di mana telah terjadi pembantaian sadis yang dilakukan orang terdekat. Polisi malah mencurigai tumbuhan jamur aneh yang tumbuh di sekitar rumah. Namun, kasus serupa telah terjadi dan menimbulkan kegemparan. Penduduk mengatakan jika ini semua karena gangguan mistik dan kutukan dari pendatang baru. Seorang polisi yang agak ceroboh dan sukanya makan melakukan investigasi pada pendatang baru asal Jepang atas desakan para warga. Namun, sayang hujan menghentikan polisi bernama Jong Go. Baru beberapa hari kemudian ditemani pendeta yang bisa bicara Jepang, mereka berdua ke rumah orang Jepang tersebut dan menemukan hal yang aneh.

Sekembalinya dari penyelidikan itu anak dari polisi terserang sakit dan bertingkah aneh. Akhirnya ia memanggil Shaman atau dukun dan mengatakan jika Hyo Jin ‘ketempelan’ makhluk yang ingin mengincar nyawanya. Jong Goo mencurigai seseorang yang telah membuat sang anak seperti itu yaitu pendatang baru dari Jepang. Meskipun sudah memanggil Shaman dan melakukan ritual tetap saja Hyo Jin tidak kunjung sembuh. Suatu hari Jong Goo bertemu wanita misterius di jalan dan mengatakan jika harus berhati-hati terhadap pendatang baru tersebut. Namun, Jong Goo tidak mengenal wanita itu dan mengindahkan. Ternyata wanita misterius itu adalah Shaman yang asli yang ingin menolong penduduk desa tersebut dari iblis yang akan mengambil alih jiwa-jiwa. Sedangkan Shaman yang dipanggil Jong Goo untuk menyembuhkan Hyo Jin palsu.

The Wailing juga berhasil dalam menggaet tema agama dan kepercayaan, sesuatu yang sering digunakan di dalam film horror tetapi jarang ada yang bisa sedalam film ini. Secara teknis, The Wailing bagus di semua aspek. Semua aktornya bermain total. Sinematografi dengan dominasi pemandangan desa, juga sangat menawan. Penonton mungkin agak jenuh dengan panjangnya film.  Tetapi secara narasi, sutradara dari film ini yaitu Na Hong-Jin sudah melakukan yang terbaik dalam merangkai plot hingga ke puncak dan ending yang tak terduga-duga itu.

Zombie School

Film ini terinspirasi dari kejadian nyata pernah terjadi di Korea Selatan pada tahun 2010 – 2011 di mana wabah penyakit kaki dan mulut menyerang ternak, sehingga terjadi pembantaian ternak massal pada masa itu guna mencegah penyebaran virus meluas dan menulari manusia. Dalam film ini, dikisahkan terdapat atusan babi yang terjangkit penyakit kaki dan mulut yang menyebabkan babi-babi tersebut menjadi gila dan mati. Untuk mencegah meluasnya wabah, maka para petani memutuskan untuk membantai sema babi dan menguburinya di sebuah lubang besar. Rupanya, ada beberapa babi yang tidak mati dan keluar dari lubang tersebut.

Babi tersebut berlarian dan menuju sebuah sekolah bernama Chilsung School, yang berlokasi tidak jauh dari tempat penguburan babi tersebut. Sekolah itu merupakan sekolah anak-anak berandal. Babi-babi lalu menggigiti para guru yang ada di sekolah. Dalam waktu singkat, orang yang digigiti berubah menjadi zombie. Murid-murid yang tadinya merupakan murid berandalan yang susah diatur – bahkan sering berkelahi dengan sesama rekannya – mau tak mau harus bersatu untuk menghadapi guru-guru mereka yang telah berubah menjadi zombie, juga para babi yang juga merusaha menulari serta memakan hidup-hidup para murid tersebut.

MAD BAD SAD

Mad Sad Bad merupakan kumpulan tiga film dengan cerita yang masing – masing berbeda tapi masih dalam satu genre, yaitu horror – thriller ini direkam dalam format tiga dimensi. Film yang disebut memancarkan sinyal dalam teknologi baru tiga dimensi di industri perfilman Korea.

Ghost (Ryoo Seung-Wan). Seung-ho adalah seorang murid SMA yang sangat aktif di komunitas daring dan naksir pada salah seorang anggotanya yang bernama Sunshower, seorang gadis yang belum pernah ditemuinya. Suatu hari, Sunshower membuat pernyataan yang menjelek-jelekkan dan meninggalkan ruangan chat secara tiba-tiba, membuat anggota yang lain menjadi kesal. Kemudian, Seung-ho mendapat pesan dari Sunshower yang berkata, “Tolong aku.” Dengan bantuan anggota lainnya, B-gen, Seung-ho memutuskan untuk membantu Sunshower. Kemudian, pesan kedua dari sang gadis datang, “Bunuh dia demi aku.” Sekarang, dua remaja ini harus pergi ke pusat kota untuk menyelamatkan Sunshower.

I Saw You (Han Ji-Seung). Dalam dunia di mana vaksin telah membuat zombie dan manusia dapat tinggal bersama, para zombie telah menghapus ingatan mereka dengan obat-obatan yang dapat mengakibatkan amnesia dan melanjutkan hidup sebagai budak. Di pabrik tempat mereka bekerja, manajer pabriknya, Youl, memperlakukan mereka dengan hina. Tetapi, meski tidak diperlakukan dengan baik, seorang zombie wanita bernama Si-wa terus mengikutinya. Suatu hari, Si-wa pingsan karena kelelahan kerja dan Youl tidak punya pilihan selain minta maaf padanya. Ketika mereka dibiarkan sendirian di dalam sebuah ruangan, Youl merasakan adanya perasaan aneh.

Picniuc (KIM Tae-Yong). Soo-min tinggal bersama ibunya serta adik laki-lakinya yang berusia enam tahun dan memiliki autisme. Meski ia juga masih anak-anak, ia harus mengurusi adiknya. Satu-satunya kegemaran Soo-min adalah membaca komik. Tetapi, suatu hari adiknya merusak buku kesukaannya, sehingga ia memutuskan untuk mengambil keputusan besar. Ia memutuskan untuk pergi piknik bersama adiknya dan meninggalkannya di sebuah kuil Buddha.

Itulah rekomendasi film zombie film korea. Menurutmu, mana yang paling seram? tulis dikolom komentar ya!

 

Film Komedi Thailand, Lucu Banget!

0

Film Thailand memang terkenal dengan selera humor dan komedi yang khas. Tak hanya itu, meskipun bergenre komedi film-film thailand ini juga menarik karena memberikan cerita romantis maupun nilai-nilai kehidupan yang bisa diambil. Nah saat ini, esportsku ingin memberikan rekomendasi film komedi dari negeri gajah tersebut. Semoga bisa mengisi waktu luang dimasa pandemi ini ya! hehe

Pee Mak

Di suatu daerah bernama Phra Khanong, di negeri Thailand, Kisah ini bersetting pada abad ke 19, dimana saat itu terjadi perang antara negeri Siam dengan negeri asing. Mak menjadi salah satu prajurit yang membela negerinya. Ketika dia terluka, Mak berjumpa dengan empat orang lainnya yang kemudian menjadi temannya. Pada waktu yang sama, istri Mak yaitu Nak sedang berjuang sendirian menahan sakitnya untuk melahirkan bayinya di Phra Khanong. Setelah beberapa waktu, di Phra Khanong sering terdengar suara Nak yang menyanyikan lagu nina bobo untuk anaknya, yang menakuti seluruh warga di kawasan Phra Khanong. Rumor kemudian beredar di Phra Khanong bahwa Nak telah meninggal dan menjadi hantu.

Bersama keempat temannya yaitu Aey, Ter, Puak, Shin, akhirnya Mak berhasil selamat dari perang.
Mak kemudian mengundang mereka untuk datang ke rumahnya dan mengajak mereka untuk menginap selama beberapa hari di rumah bibi Mak yang kosong karena sudah tidak ada penghuninya, yang letaknya di seberang rumah Mak. Mak sangat bahagia dapat berjumpa kembali dengan istri dan anaknya. Kemudian Mak memperkenalkan teman-temannya dengan istrinya yang cantik jelita dan bayi mereka yang diberi nama Dang.

Suatu malam, Shin datang ke rumah Mak untuk mengajak Mak minum bersama. Shin ketakutan ketika melihat tangan Nak yang memanjang dari rumah panggungnya untuk mengambil buah yang berada di tanah. Selain itu, Shin melihat keanehan pada rumah Mak yang sangat kotor seperti telah ditinggalkan penghuninya dalam waktu yang lama. Ketika ia menceritakan hal ini, teman-temannya tak ada yang menanggapinya serius. Pada saat itu, tidak satupun dari mereka yang menyadari adanya mayat dari si wanita penjual bir yang mengambang di dekat mereka.

Keesokan harinya, Ter menemukan sesosok mayat di halaman belakang rumah Mak yang mengenakan cincin yang persis sama seperti cincin yang dipakai Nak. Kedua temannya mulai mempercayai apa yang diucapkan oleh Shin dan Ter, namun tidak ada yang benar-benar berani untuk membungkuk dan melihat Nak di antara kedua kaki. Setelah mereka makan, mereka main game tebak gaya. Di sini mereka kelepasan mengatakan bahwa Nak adalah hantu. Mak yang marah dan tidak terima istrinya disebut hantu, langsung mengusir mereka dari rumah bibinya. Atas nama persahabatan, mereka tidak dapat pergi dan membiarkan Mak begitu saja bersama hantu Nak. Oleh karena itu, mereka kemudian berunding untuk menyadarkan Mak bahwa Nak telah menjadi hantu.

Bikeman

Film Bikeman ini menceritakan tentang seorang pengemudi motor atau dikenal dengan nama tukang ojek. Nah Bikeman menceritakan tentang seorang lelaki berusia 25 tahun bernama Sakkarin yang tidak dapat menemukan pekerjaan karena ibunya ingin dia menjadi bankir seperti alm. ayahnya yang seorang bankir. Sakkarin menyembunyikan pekerjaan sebenarnya sebagai tukang ojek motor di kota karena terus-menerus gagal ikut tes masuk dan tidak ingin mengecewakan ibunya Suree, ia harus berbohong dengan mengenakan seragam bank di luar rumah setiap pagi sebelum menjalani pekerjaan yang sebenarnya dan pekerjaannya yang sebenarnya sebagai tukang ojek. Kebohongan Sakkarin nyaris terbongar oleh Pamannya Preecha (Kom Chauncheun), mantan polisi perbatasan yang memendam rasa curiga pada gerak-gerik Sakkarin yang aneh.

Di tengah keruwetan hidupnya, Sakkarin mendapatkan penumpang perempuan cantik bernama Jai (Sananthacat Thanapatpisal) yang ternyata adalah teman sekolahnya dulu. Jai rupanya adalah karyawan baru di bank yang menjadi tujuan Sakkarin bekerja. Sakkarin pun naksir pada Jai, namun sayang Jai memiliki pacar bernama A (Pramote Pathan) yang menjadi manajer di bank tersebut. Hidup Sakkarin pun makin pusing dengan tekanan menyembunyikan pekerjaan dari keluarganya, menghindari kecurigaan Preecha serta usahanya mendekati Jai.

Film Bikeman hadir sebagai salah satu penyegar di tengah serbuan film-film blockbuster Hollywood yang telah usai menyerbu bioskop. Dengan amunisi premis yang potensial dari sisi komedi dan drama keluarga yang menyentuh serta bintang utama yang akrab di mata para penggemar film Thailand di Indonesia, menjadi sebuah keharusan untuk menonton film ini. Meski film Bikeman memiliki kadar komedi yang cenderung receh, namun masih memiliki nilai hiburan yang tinggi lewat kisah romannya yang menggemaskan dan juga ini film Bikeman tidak melupakan sisi drama keluarga. Melalui film Bikeman, penonton bisa melihat bahwa sebenarnya orang tua tetap terima anak apa adanya walaupun pekerjaan kalian seperti apapun.

The Little Comedian

Walaupun oleh sang ayah, Plern (Jaturong Phonboon), memberikan nama sang kakek yang seorang komedian Thailand legendaris kepada dirinya, Lortock “Tock” Pa-plern (Chawin Likitjaroenpong) sama sekali tidak merasa bahwa ia adalah orang yang mampu meneruskan garis keturunan sebagai seorang komedian yang juga didapatkan oleh ayahnya. Berulang kali Tock mencoba untuk melucu, dan berulang kali itu pula setiap guyonan yang ia hasilkan sama sekali tidak mampu membuat seorangpun tertawa. Debut penampilannya di atas panggung bersama sang ayah dan kelompok komedinya berakhir sebagai sebuah bencana dan membuat ayahnya tidak mau lagi mengajaknya tampil bersama di atas panggung dan lebih memilih untuk tampil bersama adik perempuannya, Mon (Nachapat Charurattanawaree).

Merasa dirinya diasingkan dari keluarganya, khususnya sang ayah yang sering menjadikannya bahan guyonan, Tock kemudian mengalihkan perhatiannya pada seorang ahli kulit cantik, Dr Preeya Wanlertsin atau sering dipanggil Dr Ice (Paula Taylor). Bagi Tock, selain wajah Dr Ice yang begitu cantik, ia adalah satu-satunya orang yang tertawa setiap kali Tock mengucapkan guyonannya. Tock akhirnya merasa jatuh cinta dengan wanita asal Bangkok tersebut dan mencoba untuk mengajaknya keluar berkencan. Tock lama-kelamaan menjadikan Dr Ice sebagai bagian dekat dirinya dan tempat pelarian dari seluruh masalahnya. Namun, Tock sendiri tidak menyadari bahwa Dr Ice juga menyimpan masalah pribadi yang tidak pernah diungkapkannya kepada siapapun.

Penggambaran kehidupan keluarga Tock ditampilkan sangat alami yang dekat dengan keseharian keluarga sederhana pada umumnya. Baik sang ayah, ibu, adik, dan anggota keluarga lainnya terlihat tidak ada yang dibuat-buat. Disini Mon, adik dari Tock harus diakui cukup mencuri perhatian dengan segala kepolosan dan keluguannya. Jalinan kisah tentang hubungan antara ayah dan anak pun dihadirkan cukup menyentuh, bagaimana perjuangan Tock demi menyenangkan hati ayahnya, dimana di sisi lain terasa menyakitkan karena harus hidup dibawah bayang-bayang sang ayah dan tidak bisa menjadi seperti apa yang diharapkan oleh ayahnya.

Rathree Reborn

Rathree Reborn adalah thai movie dengan genre horror comedy, film ini merupakan sequel dari film Rathee Return. Cerita dimulai dari pengenalan gadis kecil bernama Pla yang masih duduk di sekolah dasar. Dia hidup bersama ayah tirinya setelah ibu kandungnya meninggalkan mereka. Ayah tiri Pla sangat membenci Pla sama seperti dia membenci ibu Pla. Pla sering mendapat perlakuan kasar dari ayah tirinya. Hal ini menyebabkan Pla sulit berinteraksi dengan teman-temannya di sekolah sehingga dia sering di-bully oleh teman-temannya. Suatu ketika Pla didorong temannya hingga jatuh dari tangga sekolah.

Setelah peristiwa jatuh dari tangga tersebut, tubuh Pla dirasuki dan dikendalikan (reincarnate or reborn) oleh arwah seorang wanita bernama Buppha Rahtree. Buppha adalah wanita yang meninggal karena komplikasi akibat praktek aborsi 10 tahun yang lalu. Karena telah dikendalikan maka perilaku Pla berubah, dia telah berani melawan pada ayah tirinya dan mencoba melukai ayahnya dengan gunting, bahkan Pla melukai seluruh teman di kelasnya menggunakan pisau cukur milik ayah tirinya setelah dirinya di-bully. Buppha membawa Pla ke kamar 609 di sebuah apartment dimana 10 tahun lalu Buppha pernah tinggal disana dan meninggal di kamar mandi di kamar tersebut. Namun Pla bertemu dengan seorang pria yang sedang masturbasi di kamar mandi, dan Pla tewas mengenaskan di tangan pria itu. Arwah Pla pun bergentayangan, dan dengan bantuan arwah Buppah, mereka menebar teror kematian di apartment itu.

Diwaktu yang sama, Rung adalah seorang pemuda yang berprofesi sebagai kartunis komik horor. Dia memiliki kemampuan semacam indera keenam, dapat melihat makhluk gaib/hantu. Kemampuan itu didapatkan setelah dia tenggelam saat kecil. Dia sengaja menenggelamkan diri karena ingin diselamatkan oleh wanita yang disukainnya, wanita itu adalah guru les Rung yang bernama Buppha. Sejak peristiwa itu Rung menjadi tertutup dan sulit berinteraksi. Dia diputuskan oleh pacarnya, bahkan diusir dari apartment sewanya karena kempuannya itu dianggap aneh.Rung akhirnya pindah ke apartment yang juga dihuni oleh Buppha. Setelah melihat-lihat beberapa kamar, dia memilih kamar 605, yaitu satu-satunya kamar kosong yang tidak berhantu. Awalnya Rung hidup dengan tenang disana, namun ketika Rung bertemu dengan Pla maka dia pun mendapat teror dari Pla, bahkan salah satu teman Rung menjadi korban Pla.

Friendzone

Friendzone merupakan film bergenre romance comedy. Seperti judulnya, film ini menceritakan tentang friend zone, yaitu sebuah keadaan dimana seseorang pria bernama Palm (Naphat Siangsomboon) mencintai sahabatnya sendiri, Gink (Pimchanok Luevisadpaibul). Gink dan Palm sudah bersahabat sampai 10 tahun lamanya. Gink pernah meminta Palm menemaninya mengikuti sang ayah yang mencurigakan dan mereka memergoki kalau sang ayah punya wanita simpanan lain. Gink benar-benar patah hati dan sejak itu ia jadi orang yang traumaan, atau tidak bisa percaya sepenuhnya pada pasangannya. Melihat Gink yang seperti itu, saat Palm mencoba jujur pada perasaannya pada Gink. Namun Gink, menolaknya dengan mengatakan kalau ia lebih nyaman sebagai teman, karena teman nggak akan bisa putus seperti pacaran.

Mungkin karena itu juga Gink menutup hatinya untuk Palm dan hanya akan menganggap Palm sebagai temannya selamanya. Karena itu Gink menjalin hubungan dengan seseorang saat mereka SMA barulah Palm merasa kehilangan gitu. Waktu berlalu, Gink dan Palm kini memasuki dunia kerja. Gink bekerja sebagai manager yang berhubungan dengan dunia entertaiment gitu sementara Palm bekerja sebagai pramugara sebuah maskapai penerbangan. Selama 10 tahun pertemanan mereka, Palm sudah gonta ganti pacar, kalau nggak salah 5 kali deh, tapi nggak ada yang berhasil, pasti ujung-ujungnya putus. Sementara itu, Gink hanya punya 2 hubungan dalam 10 tahun itu. Dengan teman SMA-nya itu yang kemudian putus dengannya, lalu dengan seorang pria, produser gitu dimana Gink menjadi managernya sekarang dan pria itu adalah pacar Gink yang sekarang.

Karena trauma masa lalu atas hubungan pria dan wanita, ayahnya yang selingkuh dan juga mantan pacarnya, Gink menjadi tipe yang mudah curiga pada pacarnya padahal pacarnya tuh kelihatan setia banget sama Gink. Tapi Gink nggak percayaan karena pacarnya itu tampan dan sweet, apalagi pacarnya terlibat dengan banyak penyanyi wanita yang cantik, jadi Gink selalu curiga dan diam-diam mengikuti pacarnya itu. Awalnya Gink melakukannya sendiri, tapi lama-lama karena dia nervous akhirnya dia meminta Palm menemaninya. Palm adalah tipe yang selalu mendahulukan Gink daripada apapun, jadi kalau Gink udah minta tolong, bahkan meski beda negara, dia akan terbang menuju Gink.

 Hello Stranger

Hello Stranger merupakan sebuah film komedi romantis thailand. Film ini bercerita tentang dua orang yang tidak saling mengenal yang sama-sama sedang berlibur di Korea Selatan. Si cewek merupakan penggemar berat drama Korea, dan ia berlibur ke Korea dengan tujuan untuk mengunjungi tempat-tempat yang pernah digunakan di drama Korea. Sekaligus untuk menghadiri pernikahan temannya yang merupakan orang Korea. Sedangkan si cowok merupakan kebalikan dari si cewek. Ia bukanlah penggemar drama Korea, dan alasan ia berlibur ke Korea adalah semata-mata untuk menghibur dirinya yang baru saja putus dengan pacarnya. Di bagian awal, mereka berlibur secara terpisah. Si cewek berlibur sendiri, sedangkan si cowok berlibur dengan rombongan tour. Lalu, karena suatu kejadian, mereka berdua bertemu dan kemudian memutuskan menghabiskan masa liburan mereka di Korea bersama-sama.  Meskipun tidak saling mengenal, dengan cepat si cewek dan si cowok tersebut langsung akrab dan mereka banyak melakukan hal yang gila dan menyenangkan di sana. Namun, meskipun begitu, mereka sepakat untuk tidak memberitahu nama mereka masing-masing. Dua orang tersebut kemudian mulai saling terbuka dan saling menceritakan masalah mereka masing-masing.

Hal yang membedakan film ini dengan film komedi romantis lainnya adalah humor yang luar biasa pada film ini. Penonton disuguhi adegan demi adegan, percakapan demi percakapan yang luar biasa lucu. Tidak slapstik, tidak sarkasme, namun benar-benar lucu. Humor yang disajikan pada film ini meliputi kelucuan akibat perbedaan budaya, perbedaan iklim antara Thailand dan Korea, kelucuan akibat sindiran-sindiran terhadap drama korea yang saat ini sukses menginvasi Thailand dan negara-negara lainnya, termasuk Indonesia, kelucuan akibat perbedaan karakter dari kedua tokoh utama, dan lain sebagainya. Pemeran utama pria dalam film ini, Chantawit Thanasewee sangat sukses dalam berperan di Hello Stranger. Ekspresi wajah Thanasewee di film ini benar-benar komikal. Sangat pas dengan adegan-adegan humor dan kebodohan-kebodohan yang terdapat pada film ini. Pemilihan cast yang sangat tepat untuk film komedi seperti ini.

May Who

Film May Who merupakan film komedi romentis yang berlatar di sebuah sekolah SMP. Bercerita tentang Pong (Bank – Thiti) yang merupakan seorang murid sekolahan yang tergolong ke dalam kelas “tidak dianggap” dalam pergaulan di sekolahnya. Pong yang ahli menggambar manga atau gambar 2 dimensi yang disertai dengan cerita sangat menikmati membuat gambar dan cerita tentang gadis yang ia sukai di sekolahnya. Namun sangat disayangkan, Pong hanya bisa berimajinasi dengan pensil dan kertas gambarnya dikarenakan gadis yang ia sukai tersebut adalah seorang kapten dari pendukung sekolahnya, yang notabene kelasnya berada jauh di atas Pong.

Di sekolah yang sama, May (Punpun – Sutatta) juga merupakan seorang dari kasta “tidak dianggap” di sekolahnya, dan juga diam-diam menyukai Fame (Tor – Thanapob), seorang Atlet serba bisa dan superstar yang digilai oleh para gadis-gadis di seluruh sekolah. May sendiri mempunyai masalah dan dilema yang kurang lebih sama dengan Pong, lagi-lagi karena perbedaan kasta pergaulan. May sendiri terlihat seperti gadis biasa dari luarnya, namun dia memiliki suatu keunikan. Keunikan tersebut adalah tubuh May sendiri yang dapat mengeluarkan sengatan listrik yang cukup kuat apabila detak jantungya sudah melebihi 120 bpm. Inilah salah satu alasan yang membuat May tidak bisa dekat dengan siapapun, termasuk dengan Fame yang sangat ia sukai.

Berawal dari sebuah peristiwa, kartun buatan Pong yang menceritakan tentang gadis pujaannya, Mink (Frung Narikun Ketprapakorn) tersebar ke seluruh sekolahan, dan memberikan kesan yang buruk bagi Pong dari para siswa seluruh sekolah. Pong yang mencaritahu siapa penyebab kejadian ini kemudian mengetahui bahwa kartun buatannya tersebar karena salah seorang siswi bernama May, siswi yang berada satu kelas dengan Mink. Karena banyaknya siswi yang bernama May di sekolahan tersebut, maka kemudian Pong memberi julukan May Nai (Mai Who) kepada May. Pong yang terlibat konflik sementara dengan May kemudian secara tidak sengaja mengetahui rahasia May yang dapat mengeluarkan listrik tersebut. Ia kemudian berjanji tidak akan memberitahu rahasia tersebut asalkan May mau saling membantu satu sama lainnya untuk mendapatkan orang yang mereka sukai. Dari situlah, keduanya kemudian saling bekerjasama dan bertukar pemikiran untuk mendapatkan orang yang mereka sukai.

ATM Er Rak Error

Film ATM Er Rak Error berlatar belakang di sebuah bank bernama JNBC (Japan Nasional Bank of Commerce), Cerita diawali sebuah tanya jawab kepada para karyawan mengenai data pribadi mereka. Di dalam Bank ini, ada peraturan bahwa antar sesama karyawan tidak boleh menjalin hubungan percintaan. Jika kedapatan, maka salah seorang dari pasngan tersebut harus mengundurkan dirinya dalam pekerjaannya.  Jib (Preechaya Pongthananikorn), seorang wanita yang merupakan wakil direktur di bank tersebut, yang selalu keras terhadap aturan “hubungan” tersebut, ternyata menyimpan sebuah rahasia besar. Ternyata secara diam-diam, Jib menjalani hubungan dengan salah satu bawahannya Sua (Chantavit Dhanasevi).

Di kota lain, Chonburi, ada Pad (Chaleumpol Tikumpornteerawong) dan Peud (Thawat Pornrattanaprasert) yang mengetahui ada sebuah ATM dari bank tempat Sua dan Jib bekerja yang bisa mengeluarkan uang dua kali lipat. Akhirnya berita itu tersebar dan akhirnya ATM itu pun diserbu orang untuk mendapatkan uang yang dua kali lipat. Pihak bank pun akhirnya mengetahui berita tersebut, mereka ingin uang yang sudah diambil secara gratisan tadi di ambil kembali. Sua dan Jib pun taruhan, siapa yang tidak bisa mengembalikan uang tersebut harus keluar dari pekerjaan. Jib dan Soa kemudian pergi untuk mengurus masalah ATM tersebut. Karena tak satu pun dari mereka yang ingin melepaskan pekerjaannya, maka persaingan sengit pun tak dapat dihindari.Setelah itu, nah disinilah ceritanya dimulai, cerita persaingan Sua dan Jib yang dibalut dengan kekonyolan.

Dari awal film, ATM memang sudah memulai kekonyolannya. Berbagai adegan konyol, kocak walaupun terlihat lebay. Semua itu didukung juga oleh dialog, ekspresi muka, nada-nada musik yang lucu, sinematografi yang semuanya sukses membuat penonton tertawa. Meskipun formula komedi yang coba dihadirkan ATM memang kadang terkesan diulang-ulang. Tentunya semua itu juga tidak lepas dari dua pemeran utamanya yang tampil menawan.

Itulah tadi rekomendasi film komedi thailand yang lucu dan menggemaskan!