siapa

Fix! Divisi Dota 2 Fnatic Gagal Dapatkan Direct Invitation TI 2022

Kenapa bisa gagal?

Sumber: PGL

Divisi Dota 2 Tim Esports Fnatic gagal mendapatkan Direct Invitation TI 2022 nanti.  Setelah kekalahan pertamanya di lower bracket Arlington Major 2022, Fnatic harus gugur dengan ranking 13 untuk perolehan DPC Points.

11-12 Agustus 2022 kemarin terdapat pertandingan Dota 2 antara Fnatic vs Beastcoast di Arlington Major 2022.  Pertandingan tersebut menjadi penentu nasib Fnatic Esports karena DPC Pointnya berada di ujung tanduk.

Sebagai penjelas, DPC Points adalah poin yang menentukan sebuah tim Esports mendapat direct invitation untuk turnamen Dota 2 terbesar, The International 2022. Poin tersebut bertambah apabila sebuah tim Esports memenangkan pertandingan di sebuah turnamen naungan DPC.  Jumlah DPC yang diterima setiap tim mengikuti urutan juara.  12 tim Esports dengan DPC Points terbanyak akan mendapatkan undangan tersebut.

Sebelumnya, Boom Esports yang menang melawan Team Liquid telah mengamankan posisi di 12 besar, tepatnya di ranking 6 dengan perolehan 1482.5 DPC Points.  Kemenangan tersebut menjadi sebuah kebanggan bagi Indonesia dan bagi Southeast Asia.

Fnatic juga mewaliki Southeast Asia dengan negara asalnya dari Filipina.  Para penonton tampaknya sudah tidak sabar jika ia bertemu Boom Esports nantinya, memperebutkan tim Esports divisi Dota 2 terbaik di region Southeast Asia.

Kegagalan Fnatic Mendapatkan Direct Invitation TI 2022

Sayangnya, pertandingan tadi malam berujung tidak memuaskan bagi sisi Fnatic.  Pada awalnya, Fnatic lebih unggul daripada Beastcoast di pertandingan 1.  Namun keadaan mulai berbalik saat pertandingan 2 dan 3, Beastcoast mengeluarkan taringnya dan memenangkan pertandingan.

Alasan taktikal jika dilihat dari pemilihan hero adalah tidak imbangnya stunner atau disabler.  Terlihat saat pertandingan ketiga, meski damage dealer seperti Phantom Lancer dan Viper sudah sangat kuat, Beastcoast masih mampu bergerak.  Terlihat kalau Fnatic hanya memiliki Dazzle dan Earthshaker sebagai stunner dan disabler, sedangkan Beastcoast memiliki hero full-stunner.

Kekalahan tersebut berujung pada tidak mendapatkannya DPC Points untuk Fnatic.  Mengutip dari Liquipedia, jumlah DPC Points yang dimiliki tim Esports ini sangatlah tipis dengan posisi 12 besar.

Posisi 12 ditempati oleh tim Esports Outsiders dengan DPC Points sebesar 1020.05.  Sedangkan Fnatic berada di posisi 13 dengan DPC Points sebesar 1020.  Hanya berbeda 0.05 Poin saja dari posisi 12 besar.

Agak nyesek rasanya karena gagal mendapatkan direct invitation TI 2022 dengan perbedaan poin yang sangat tipis.  Kekecewaan pun datang dari para pendukung Fnatic, khususnya dari region Southeast Asia.  Mereka berharap adanya kelonggaran aturan atau cara lain agar tim kesayangannya dapat berlaga di The International 2022 nanti di Singapura.

Website ini menggunakan Coookie untuk kestabilan akses, Apakah kamu menerimanya? Terima!Detail Tetang Cookie