siapa

Mobile Legends Game Moba Terburuk?, Pemain ML Harus Tau!

Kali ini kita akan membicarakan game mereka yang mana juga seringkali dikatakan sangat buruk oleh banyak pemain. Game yang sering dikatakan sebagai shovelware game dan juga sangat pay 2 win ini tidak aneh jika banyak yang tidak suka.

Mobile Legends adalah game moba yang dibuat oleh Moonton, sebuah perusahaan berbasis di Shanghai. Game mobile legends sendiri ini seringkali mendapatkan julukan game moba yang terburuk dan tidak layak dimainkan. Mobile Legends seringkali mendapatkan banyak masalah mulai dari hak cipta, game peniru, tidak kreatif, dan juga buruk untuk dimainkan.

 

Kali ini kita akan membicarakan game mereka yang mana juga seringkali dikatakan sangat buruk oleh banyak pemain. Game yang sering dikatakan sebagai shovelware game dan juga sangat pay 2 win ini tidak aneh jika banyak yang tidak suka. Dengan pilihan moba lainnya yang  bisa dimainkan, memang mengherankan mengapa masih banyak orang yang bermain game ini.

MOBILE LEGENDS

Mobile Legends pertama kali rilis pada tahun 2016 untuk smartphone. Game ini awalnya dibuat untuk masuk kedalam skena moba handphone yang mana sangat didominasi oleh Honor of Kings di Cina dan juga Vainglory yang sangat populer di dunia. Mobile Legends awalnya memang sangat jelas meniru secara blak-blakan Honor of Kings mulai dari item, hero, bentuk map, dan lain-lainnya. Tetapi setelah HoK rilis secara global dalam nama AoV, ML mendapatkan perlawanan di Eropa dan Amerika Utara dimana pasar region itu dulunya terisi oleh para pemain AoV dan Vainglory saja.

Game ini menggunakan engine Unity dan masuk akal karena engine game ini sebenarnya gratis dan tidak memiliki lisensi yang berbelit. Dengan kualitas yang tidak begitu baik, Mobile Legends sampai sekarang masih berjalan lancar di pasar moba.

SERING MENJIPLAK GAME LAIN

Hal yang akan seringkali kalian temukan dan cukup umum adalah Mobile Legends merupakan game yang sangat tidak kreatif. Sejak perilisannya game ini seringkali dan tidak jarang menjiplak Honor of Kings, Dota, dan League of Legends. Mulai dari hero, item, dan komposisi map.

Jika kalian perhatikan hero seperti Sun dan Kaja yang jelas-jelas menjiplak hero paling unik di moba yaitu Phantom Lancer dan Batrider di Dota sudah jelas ditiru. Selain itu dari bentuk map dan item yang banyak meniru LoL dan HoK tentunya sudah terlihat jelas.

Moonton dan Mobile Legends bahkan pernah terkena tuntutan dari Riot Game selaku pemilik League of Legends dan terbukti bersalah atas penjiplakan. Kalah sebesar $3 juta tentunya bukan nilai yang sedikit dan hal ini merupakan hal yang sudah tidak aneh lagi.

Selain tuntutan, Mobile Legends juga blak-blakan meniru banyak seperti voice line yang akhirnya diubah berkat tuntutan dari Ubisoft yang meniru Assassin’s Creed, Desain hero misalnya Alucard yang jelas meniru Dante dari Devil May Cry, juga desain hero lainnya seperti Zilong dan Atlas yang meniru Xin Zhao dan Nautilus dari League of Legends. Hal ini tentu saja merupakan hal yang sangat buruk

PAY 2 WIN, SHOVELWARE

Hal yang sangat buruk dari Mobile Legends juga adalah game ini sangatlah pay 2 win. Dengan sistem hero dan emblem yang terhalang banyak pay wall, hampir tidak mungkin kalian akan memiliki koleksi 100% tanpa membuang uang yang banyak. Hero yang mahal dari segi gold dan diamond ditambah setiap minggunya gold kalian di batasi membuat permainan akan sangat stagnan. Secara tidak langsung memang Mobile Legends agak memaksa kalian mengeluarkan uang untuk melanjutkan koleksi hero kalian.

Selain itu sistem emblem yang sangat buruk juga membuat game ini tidak baik untuk dimainkan. Emblem yang tertahan dari gold dan fragment atau dust akan membuat game kalian layaknya neraka. Sangat sulit untuk memaksimalkan emblem kalian tanpa mengeluarkan uang lebih. Ditambah dengan hero yang sulit kalian lebih baik bermain game lain jika tidak ingin mengeluarkan uang banyak.

Mobile Legends sudah jelas merupakan game yang aneh karena game ini memiliki sistem skin yang meningkatkan stat kalian. Lucunya bahkan walau game ini memiliki skin, banyak turnamen melarang skin. Lalu untuk apa membeli skin jika hanya dapat digunakan di game kasual ataupun rank dan tidak di turnamen. Hal ini tentunya akan memberikan keuntungan sedikit bagi para pemilik skin.

ABUSE DAN HACKS

Mobile Legends juga merupakan game yang seringkali terdapat bug dan juga hack atau cheat. Bahkan dapat dibilang bahwa game ini seperti tidak memiliki sistem anti cheat. Bug yang ada di Mobile Legends memang bukanlah masalah besar, tetapi sistem yang mudah ditembus ini menjadi masalah.

Di Mobile Legends cheat yang paling umum adalah maphack. Tentunya hal ini banyak sekali dan akan kalian temukan semakin tinggi rank kalian. Dengan sistem game yang tidak sehat, terkadang game ini sangat tidak jelas untuk dimainkan berkat banyaknya cheater. Walau Mobile Legends mengancam para cheater akan di banned, hal ini percuma karena membuat akun baru sangatlah mudah untuk game ini.

BANYAKNYA PEMAIN YANG SEPERTI TIDAK MENGERTI CARA BERMAIN DAN TOXIC

Hal ini sebenarnya sangat umum di game moba manapun, tetapi Mobile Legends memiliki pemain terbanyak dalam segi ini. Banyak sekali pemain Mobile Legends Game Moba Terburuk yang bermain tidak jelas, bahkan lebih buruk daripada bot. Hal ini masih menjadi misteri mengapa banyak pemain Mobile Legends yang bahkan di di rank Mythic pun masih dapat kalian temukan.

Spekulasi yang umum adalah karena banyaknya pemain kasual dan anak kecil yang bermain Mobile Legends. Hal ini cukup masuk akal karena Mobile Legends memiliki jumlah pemain yang banyak, jadi jumlah pemain yang buruk juga banyak dan toxic banyak sekali.

Tetapi setidaknya game ini memiliki beberapa sisi positif. Hal ini tentu dapat menjadi perhitungan bagi para pemain moba lainnya.

GAME YANG MUDAH, COCOK UNTUK PEMAIN KASUAL

Mobile Legends dapat dibilang sebagai game moba yang sangat mudah jika kalian bandingkan dengan moba lainnya seperti Vainglory, AoV, atau HoK. Dengan mekanik yang simpel dan juga hero dan item yang tidak rumit membuat game ini cocok untuk para pemain kasual.

Bahkan jika kalian bandingkan hero tersulit di Mobile Legends dengan moba lainnya, hero-hero seperti Fanny, Ling, Wanwan, dan Gusion tidak begitu sulit untuk dimainkan. Hero di Vainglory seperti Churnwalker, Ozo, Skye, dan Reza dapat dibilang lebih sulit. Sama seperti AoV dimana Florentino, Riktor, Yena, dan Zata lebih sulit untuk dimainkan.

Dengan learing curve yang tidak begitu landai tentunya game ini cocok untuk kalian yang ingin bermain kasual maupun kompetitif.

SKENA PRO YANG SEHAT

Mobile Legends juga masih memiliki skena pro yang baik. Dengan skena pro lokal, pro tinggi, ataupun luar game ini masih berjalan cukup baik dan sehat. Bahkan Ml juga memiliki turnamen dengan sistem liga layaknya LoL dan Overwatch yang mana masih cukup ramai dan banyak peminatnya. Dengan penonton yang masih tinggi tentunya game ini masih jauh dari “mati”.

Baca juga:

Itulah penjelasan mengenai Mobile Legends sebagai game moba yang buruk menurut banyak orang. Game ini masih terbilang ramai dan masih memiliki kesempatan tinggi sebagai game moba tersukses di Indonesia. Tetapi dengan adanya saingan baru yang terus-terusan bermunculan. Jika moonton tidak segera memperbaiki masalah-masalah yang ada di game ini, maka siap-siap untuk kehilangan pemain yang berharga. Jadi, moonton sebagai pihak developer harus meningkatkan segera permainan mobile legends untuk menjadikan game moba terbaik saat ini.

Website ini menggunakan Coookie untuk kestabilan akses, Apakah kamu menerimanya? Terima!Detail Tetang Cookie