Ninjas In Pyjamas Mengangkat Mantan Team Paladins Mereka Untuk VALORANT

Bird adalah mantan kapten dari team ini yang pensiun saat ini sedang mencari untuk pemain kelima mereka untuk berkompetisi secara kompetitif di VALORANT dan melengkapi lineup lima orang mereka.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Organisasi asal Swedia ini akhirnya berkumpul lagi dari melalui team Paladins mereka untuk bermain VALORANT. Team yang dulunya bermain dengan cukup lama dan memiliki rekam jejak yang baik ini akan bermain untuk NiP lagi sebagai team pro VALORANT, game yang akan rilis musim panas ini.

Erik “Bird” Sjösten, Dylan “DiGeDoG” Chainski, KenLeander ”Isbittenner” Aspestrand, Malkolm “Bonkar” Rench, dan Alex Suchev dilepas oleh NiP pada November 2019 setelah mereka memenangkan Paladins World Championship dan Bird pensiun dari skena esports.

Bird adalah mantan kapten dari team ini yang pensiun saat ini sedang mencari untuk pemain kelima mereka untuk berkompetisi secara kompetitif di VALORANT dan melengkapi lineup lima orang mereka.

“Kami sangat senang untuk bermain lagi sebagai team di game terbaru milik Riot VALORANT dibawah nama Ninja in Pyjamas lagi,” ucap Bird. “Kesuksesan kami dari Paladins berasal dari perspektif utama kami, dan kami juga akan mempertahankan ini. Kami telah memutuskan untuk melakukan transisi ke VALORANT sebagai team untuk mempertahankan sinergi dan fokus kami untuk mempelajari game ini secara penuh.”

Untuk Jonas Gundersen, COO dari NiP VALORANT dianggap sebagai game yang sangat menarik dan memiliki antusiasme yang sangat tinggi juga dari banyak fans, oleh sebab itu NiP ingin memiliki ikut ambil dalam perkembangan game ini.

“Membangun roster baru untuk game yang juga baru rilis merupakan pengalaman yang menarik,” kata Gundersen. “Menandatangani roster lama Paladins kami merupakan hal terbaik yang dapat kami bayangkan. Mereka adalah dua kali pemenang dunia di Paladins World Championship, memiliki pengalaman MOBA, dan skill kasar FPS dipasangkan dengan sinergi yang kuat sebagai team.”

Keputusan NiP saat ini sangat masuk akal karena VALORANT dan Paladins memiliki sebuah kesamaan. Sebuah hero based FPS menjadi faktor utama kedua game ini. Tetapi VALORANT memiliki potensi lebih tinggi dari Paladins, membuatnya memiliki skill ceiling lebih tinggi dari Paladins juga tentunya.

VALORANT telah memulai masa closed beta miliknya dan diharpkan akan rilis pada musim panas tahun ini.

Website ini menggunakan Coookie untuk kestabilan akses, Apakah kamu menerimanya? Terima! Detail Tetang Cookie

error: Content is protected !!