Tencent Rugi Besar Setelah PUBG Mobile Diban Di India!

PUBG Mobile memang merupakan port dari game PUBG yang asli. PUBG di PC dan konsol dibuat oleh PUBG Corp yang dikemudikan oleh Brendan Greene, aslinya PUBG bukanlah milik Cina. Tetapi hak porting, developing, dan juga publishing dipegang oleh Tencent untuk versi Mobile.

WallpaperArc

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tencent rugi besar setelah PUBG Mobile diban di India. Polemik antara kedua negara India dengan Cina memang belum terlihat ada habisnya. Dapat dibilang cukup mengganggu industri digital dan teknologi, termasuk industri gaming. Setelah banyaknya game yang memiliki kaitan dengan Cina di blokir, tentu hal ini sangat melukai industri ini.

PUBG Mobile memang merupakan port dari game PUBG yang asli. PUBG di PC dan konsol dibuat oleh PUBG Corp yang dikemudikan oleh Brendan Greene, aslinya PUBG bukanlah milik Cina. Tetapi hak porting, developing, dan juga publishing dipegang oleh Tencent untuk versi Mobile. Oleh sebab itu PUBG Mobile dianggap milik Cina oleh India.

Sebagai pengurus besar PUBG Mobile tentu hal ini melukai Tencent. Permasalahannya, Tencent tidak hanya memegang PUBG Mobile. Sebagai perusahaan dari Cina, banyak sekali game mereka yang diban oleh India dan ini merusak pendapatan yang cukup tinggi.

Disini mari kita bahas mengenai Tencent rugi besar setelah PUBG Mobile diban di India. Hampir lebih dari 500+ aplikasi asal Cina yang diban yang mana sebagian besar adalah game, tentu hal ini tidak begitu baik. Industri gaming yang tidak begitu dilirik malah ditambah jatuh.

Tencent Kehilangan Besar Di Pasar India

DotEsports

PUBG Mobile merupakan game terbesar di India, bahkan sebagai game mobile mayoritas pemain PUBG Mobile berasal dari negara ini. PUBG Mobile sangat mendominasi pasar bahkan bisa dibilang tidak ada saingan yang kuat melawannya. Dengan dibannya PUBG Mobile, tentu hal ini sangat merusak pasar di India.

PUBG Mobile berhasil meraih angka pendapatan total $3 Triliun selama rilisnya dengan $1.3 triliun di tahun 2020 ini. Dengan pasar terbesar mereka yang ada di India tentu hal ini berdampak besar.

Saham Tencent Naik Turun

Pada tanggal 2 September, PUBG Mobile mulai diban di India. Pada saat yang bersamaan kalian bisa lihat bahwa mulai tanggal 2 September itu saham Tencent mulai jatuh. Walau terbilang tidak begitu jauh tetapi dampak terlihat cukup tinggi.

Tetapi sisi baiknya pada tanggal 10 September, Tencent mulai mengalami rebound walau tidak sepenuhnya naik lagi. Pada tanggal 2 September itu terlihat Tencent kehilangan sekitan $2 Miliar yang mana cukup besar, tetapi dengan rebound yang cepat mungkin mereka bisa mendapatkannya lagi.

PUBG Mobile Mungkin Bisa Kembali Ke India, Tanpa Tencent

Ya mungkin ini jalan terbaik bagi PUBG Mobile yang harus berpisah dengan Tencent. Sebelum Tencent bisa masuk lagi ke India, kedua negara harus bisa menerima satu sama lain dan hal ini sangat sulit. PUBG Mobile, tetapi masih bisa masuk lagi.

Karena PUBG Corp yang sekarang berada di Korea Selatan, ada kemungkinan besar PUBG Mobile akan menggaet perusahaan asal Negeri Gingseng. Banyak perusahaan yang mungkin bisa melakukan takeover seperti Nexon, NCsoft, dan Netmarble sebagai raksasa 3N di Korea Selatan. Tidak menutup kemungkinan juga jika PUBG Corp yang akan mengambil alih secara independent.

Tencent rugi besar mungkin sebuah hal yang berlebihan, tetapi kehilangan satu pasar negara bisa jadi hal yang buruk bagi kedepannya dalam jangka panjang. Belum ada terlihat hal baik dari hubungan kedua negara, terlebih ada perusahaan India yang mulai terlihat memanfaatkan ruang kosong yang dulunya diiisi oleh banyak perusahaan Cina.

Ikuti juga media sosial kami di Instagram.

Website ini menggunakan Coookie untuk kestabilan akses, Apakah kamu menerimanya? Terima! Detail Tetang Cookie

error: Content is protected !!