siapa

Alan “Satar” Jelaskan Kesulitan Tim Indonesia 1 di SEA Games PUBG Mobile

Terkait hasil yang kurang memuaskan di kategori Team PUBG Mobile saat SEA Games 31 lalu, Alan "Satar" jelaskan kesulitan tim Indonesia 1 ialah kurangnya beradaptasi dengan gameplay.

One Esports

Tim Indonesia 1 PUBG Mobile harus puas terpental ke luar Top 5 klasemen di SEA Games 31 lalu. Pemain yang berada di tim Indonesia 1, Alan “Satar” jelaskan kesulitan yang dialami tim Indonesia 1 pada turnamen kategori Team PUBG Mobile kemarin.

SEA Games 31 Hanoi untuk cabang olahraga esports PUBG Mobile telah berakhir. Dua nomor pertandingan PUBG Mobile, yaitu Solo dan Team membawa hasil yang baik bagi Indonesia.

Pada kategeori Solo, Indonesia yang diwakili oleh Alan “Satar” berhasil meraih medali perak.

Sedangkan pada kategori Team, Indonesia mendapatkan medali emas dengan berhasilnya tim Indonesia 2 mencapai posisi puncak di klasemen akhir.

Sayangnya tim Indonesia 1 yang berisikan Alan di dalamnya tak mendapatkan hasil sebaik tim Indonesia 2.

Sempat mendapatkan posisi yang berdekatan di hari kedua Final namun pada hari ketiga, tim Indonesia 1 harus puas finish di posisi keenam.

Alan “Satar” Jelaskan Kesulitan Tim Indonesia 1 di SEA Games PUBG Mobile

Alan "Satar" jelaskan kesulitan tim Indonesia 1
One Esports

Terkait hasil yang kurang memuaskan di kategori Team PUBG Mobile saat SEA Games 31 lalu, Alan “Satar” jelaskan kesulitan tim Indonesia 1 ialah kurangnya beradaptasi dengan gameplay.

Sebelumnya Alan sebutkan jika bermain dengan squad maka musuh terbesar tak hanya diri sendiri melainkan juga rekan satu tim.

Itu artinya chemistry antara sesama anggota tim haruslah diperkuat untuk menghindari adanya miskomunikasi ketika di arena pertandingan.

Pada acara penyambutan atlet PUBG Mobile, Kamis (26/5) lalu, Alan “Satar” yang merupakan roster dari tim Genesis Dogma GIDS menyampaikan kepada Esportsku terkait kesulitan yang didapati oleh tim Indonesia 1.

“Paling kita kayak masih ada miss-miss-nya. Terutama di map Miramar. Apalagi kan kita terlambat mengetahui potensi di hari itu siapa yang lagi on fire siapa yang lagi dapat moment-nya,” ujar Alan.

Ungakapan tersebut menunjukkan bahwa pada babak final SEA Games lalu, Alan bersama dengan tim Indonesia 1 telat untuk mengetahui tim mana yang sedang on fire dan mendapatkan moment untuk berpotensi menguasai pertandingan.

Hal itu membuat tim Indonesia 1 harus rela pulang lebih dulu dan tak mendapatkan hasil yang memuaskan pada akhir babak final SEA Games 31 kemarin.

Website ini menggunakan Coookie untuk kestabilan akses, Apakah kamu menerimanya? Terima!Detail Tetang Cookie