RRQ Juara MPL ID Season 6 dan Grand Final Terbaik Sepanjang Sejarah MPL Indonesia!

Sepanjang sejarah MPL Indonesia berlangsung dari awal hingga sekarang, belum pernah ada grand final yang seperti ini!

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

RRQ Hoshi VS Alter Ego. Tim Raja dari segala Raja berhadapan dengan tim Kuda Hitam. Bertemu di grand final MPL ID Season 6, skor sementara menunjukkan keseimbangan luar biasa dengan skor 2-2.

Game 5 secara nyata berlangsung demi memperebutkan gelar juara MPL ID Season 6. Kedua belah pihak telah menunjukkan performa yang begitu luar biasa dari 4 game sebelumnya.

Tentunya, pertanyaan yang sama masih berulang kali terus bergema. Apakah Sang Raja mampu mempertahankan tahtanya? Atau justru, MPL ID Season 6 akan melahirkan Sang Juara baru yakni tim Kuda Hitam?

Sepanjang sejarah dari pertama kali MPL Indonesia berlangsung, belum pernah ada grand final yang seperti ini. Secara valid, grand final MPL ID Season 6 adalah grand final terbaik yang pernah ada!

Tidak menutup kemungkinan bahwa pertemuan RRQ Hoshi VS Alter Ego di grand final kali ini, akan mencuri perhatian berbagai komunitas MLBB dari mancanegara. Langsung saja simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!

META Andalan

Mind games dan psy-war langsung dimulai sejak sesi draft pick berlangsung. Setiap pemilihan hero menjadi perhitungan yang sangat berharga dari kedua belah pihak. Sesi draft pick game 5 sendiri sudah sangat sukses memukau seluruh pendukung dan penggemar MPL ID.

Seusai psy-war berlalu, tampaknya kedua tim tidak terpancing untuk melakukan kesalahan. Kedua belah pihak sama-sama memiliki komposisi draft pick yang seimbang. Menariknya, RRQ maupun AE tidak berminat untuk terkecoh dari strategi dan bait yang dilontarkan satu sama lain.

Hingga pada akhirnya, draft pick dari kedua belah pihak untuk game 5 ini menghadirkan META andalan dari masing-masing tim. Dimana META andalan RRQ yakni dengan kehadiran META 2 marksman. Sedangkan AE menghadirkan META mage offlaner.

Perubahan Role

Hero Mobile legends Sering Banned

Dari sisi RRQ sendiri, Alberttt menggunakan Wan Wan sebagai offlaner. Hal tersebut berarti menggantikan XINNN yang berganti role menjadi core bagi RRQ. Melalui perubahan role tersebut, RRQ menunjukkan keberanian yang sangat tinggi untuk mengambil resiko di game penentuan grand final MPL ID Season 6!

Disisi lain, AE yang menghadapi RRQ juga tidak membuang-buang kesempatan yang ada. AE menyadari kelemahan draft META andalan RRQ tersebut yang cenderung lemah pada fase early game.

Secara cepat, AE berusaha untuk mendominasi pertandingan sedalam mungkin sejak awal pertandingan. Kedua belah pihak juga disisi lain berupaya semaksimal mungkin untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu.

The Next Level of Team Fight

Sudah Rilis, Ini Skill Lengkap Barats Di Mobile Legends

Keadaan mulai berubah saat baru saja memasuki fase mid game. Dimana RRQ mencoba untuk memberontak keluar dari dominasi AE agar tidak semakin dalam mengendalikan jalannya pertandingan.

Secara terus-menerus, berbagai team fight terjadi di tempat yang berbeda-beda. Mulai dari Roger AE Celiboy, Valir AE Udil, Pharsa AE Ahmad, hingga Barats AE PAI menjadi target lock hero yang dijalankan oleh RRQ.

Sedikit demi sedikit, keadaan semakin sulit bagi AE. Mengingat kendali jalannya pertandingan yang hilang dari genggaman mereka. Akan tetapi, RRQ terus menerapkan tingkat kedisiplinan yang tinggi. Dimana mereka terus memperhitungkan dengan matang setiap gerakan yang akan dibuat.

All In & All Out

Pembuktian RRQ Alberttt di MPL ID Season 6 Week 5

Pertandingan terus berlangsung hingga fase late game. Sungguh sebuah game penentuan yang begitu memukau di babak grand final. Pada saat late game, kualitas permainan untuk menjaga anggota tim satu sama lain menjadi hal yang begitu krusial.

Pasalnya, Akai RRQ Vynnn menjadi sosok initiator yang begitu tajam. Sosok kapten dari tim Raja yang satu ini menunjukkan performa yang begitu luar biasa. AE yang terus berada di bawah tekanan, terdorong untuk melakukan defense di area base mereka sendiri.

Namun, sosok Pharsa AE Ahmad menjadi penyelamat bagi kekuatan AE yang semaksimal mungkin mempertahankan base AE dari gempuran RRQ. Disisi lain, RRQ juga berupaya untuk mengeliminasi lord dan AE yang tidak membiarkan RRQ berbuat sesuka hati.

Sikap all in & all out-pun terjadi dari kedua belah pihak. Dimana RRQ maupun AE menunjukkan pertaruhan hidup dan mati pada game 5 ini!

Pertahanan Tingkat Dewa

Meskipun berada di bawah tekanan, AE begitu solid dan kokoh mempertahankan base mereka. Sungguh sebuah pertahanan yang sangat luar biasa. Bahkan, AE berkali-kali berhasil membersihkan dan menahan dobrakan lord bersama dengan iringan serangan dari RRQ.

Tidak hanya itu, AE bahkan memiliki momentum untuk melakukan epic comeback! Ketangguhan AE dalam menjaga keberadaan Pharsa AE Ahmad mampu membuahkan kesempatan yang sangat berharga tersebut.

RRQ yang menyadari AE dengan momentum tersebut, sempat kewalahan. Namun RRQ juga langsung menunjukkan mentalitas mereka sebagai juara bertahan. Dimana sekarang giliran RRQ yang menahan gempuran epic comeback dari Alter Ego!

Fantastisnya, Akai RRQ Vynnn yang hanya sendirian sukses mempertahankan base dari gempuran AE. Meskipun meregang nyawa, tindakan heroik tersebut memberikan waktu yang cukup bagi RRQ untuk respawn dan bahu-membahu mempertahankan base mereka.

Melihat pertahanan AE yang begitu tangguh, RRQ juga menunjukkan pertahanan yang begitu luar biasa. Kedua belah pihak menunjukkan pertahanan tingkat Dewa yang berada diluar logika!

Sejauh pertandingan tersebut berlangsung, mulai dari all in & all out beserta pertahanan tingkat Dewa membuat pendukung dan penggemar MPL ID merasakan kegentingan yang sangat mencekam.

Lontaran opini mengenai betapa fantastisnya grand final kali ini mulai bergeming. Bahkan ada yang terheran-heran bahwa game (gim), dapat menghadirkan sebuah perasaan dan suasana yang begitu spektakuler seperti ini.

Defending Champion: Congrats RRQ Hoshi!

RRQ yang menahan gempuran demi gempuran epic comeback dari AE, menyisakan HP base yang tertinggal sedikit lagi. AE sangat nyaris keluar sebagai juara baru di MPL ID Season 6.

Akan tetapi, AE yang kehilangan momentum epic comeback tersebut terpaksa re-group dan kembali melakukan pertahanan. Dimana disisi lain, RRQ justru bahkan masih membutuhkan lord untuk kesekian kalinya untuk dapat kembali lagi, mengakhiri pertandingan.

Meskipun kehilangan momentum, AE terus mencoba fokus dan tidak kehilangan semangat juang. Dimana seluruh anggota AE sekuat mungkin membersihkan setiap minion yang masuk ke area base mereka.

Disisi lain, RRQ juga sudah sangat tertatih-tatih untuk melakoni pertahanan AE. Baxia AE LeoMurphy bahkan sudah menjadi sasaran yang menjanjikan bagi RRQ. Pada akhirnya, RRQ membutuhkan durasi 42 menit untuk berhasil mempertahankan gelar juara mereka!

Game 5 menjadi pertandingan yang begitu fantastis, emosional, serta bukti dari kualitas MPL Indonesia yang sangat patut mendapatkan apresiasi maupun perhatian yang lebih.

Game 5 menjadi bukti bahwa player MLBB Indonesia, memiliki kualitas terbaik di dunia saat ini!

RRQ maupun AE, melalui CCTV bahkan hingga meneteskan air mata mengingat betapa fantastisnya grand final yang baru saja mereka lakoni. Sebagai salah satu penggemar MPL ID dan pencinta MLBB, ucapan selamat kepada RRQ Hoshi sangat layak untuk disampaikan.

Disisi lain, Alter Ego telah membuktikan kualitas dan mentalitas mereka sebagai tim yang sangat tangguh. Tetap semangat dan ucapan very good game terlontar kepada setiap anggota dari AE.

Dimana melalui MPL ID Season 6, kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada lagi tim yang mampu mendominasi liga paling bergengsi di Indonesia yakni MPL ID! Tentunya, MPL ID Season 7 akan menjadi ajang penentuan yang jauh lebih menakjubkan lagi.

Terimakasih atas semua dukungan yang telah kalian berikan ya!

Website ini menggunakan Coookie untuk kestabilan akses, Apakah kamu menerimanya? Terima! Detail Tetang Cookie

error: Content is protected !!