Dignitas Menangi Satu Pertandingan Di Bagian Kedua LCS Spring Split 2020

Dari League of Legends Esports Stats Team, standing dari LCS akan berbeda jika tercatat dari round robin kedua saja. Dignitas memulai poin dengan sangat percaya diri awalnya tetapi harus hancur setelah minggu kelima datang. Ada banyak alasan yang mempengaruhi hal ini pastinya.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Ketika Dignitas memulai 2020 LCS Spring Split dengan memenangkan tiga dari empat pertandingan pertama mereka, banyak yang bertanya apakah jalan Dignitas akan lancar terus sampai mereka lolos ke babak playoff. Tetapi hal baik harus berakhir untuk para pemain dan fans dari Dignitas. Pasalnya Dignitas harus menelan pil pahit ketika mereka hanya memenangkan satu pertandingan saja di bagian kedua dari season ini.

Dari League of Legends Esports Stats Team, standing dari LCS akan berbeda jika tercatat dari round robin kedua saja. Dignitas memulai poin dengan sangat percaya diri awalnya tetapi harus hancur setelah minggu kelima datang. Ada banyak alasan yang mempengaruhi hal ini pastinya.

Permainan Terburuk Di Season Ini

Beberapa pemain dari Dignitas mulai kehilangan jati diri dan konsistensi mereka akhir-akhir ini seperti top laner mereka Huni dan jungler mereka Grig. Kedua pemain ini memiliki performa terburuk di bagian kedua season ini. Performa yang sangat buruk dari Grig ini bahkan sampai membuat Dignitas memasukan Akaadian untuk menggantikan Grig, tetapi hal itu sudah cukup telat.

Sementara ini Huni sekarang duduk di posisi ketiga dengan death terbanyak di LCS sebagai top laner. Tidak menghitung support, veteran 22 tahun ini juga memiliki kill terendah di posisi 3 terbawah. Bahkan Vulcan dan Zeyzal hanya butuh 3 kill lagi untuk melewati Huni dan faktanya bahwa mereka adalah support membuat stat milik Huni semakin buruk.

Tetapi tidak hanya Dignitas saja team besar yang mendapatkan kesulitan di LCS ini. Team-team besar seperti TSM, Evil Geniuses, dan 100 Thieves juga mencoba membangun sinergi baru untuk meningkatkan performa mereka, membuat team kecil lainnya dapat menggapai kemenangan di awal split.

Dignitas Yang Kekurangan Pondasi Permainan

Team-team besar lainnya akhirnya mendapatkan performa terbaik mereka, sayangnya terkecuali Dignitas yang kelemahannya mampu dimanfaatkan dengan mudah oleh team lain. Ketika team lain sudah mulai beradaptasi dengan meta dan strategi masing-masing team untuk bermain sebagai unit, Dignitas kekurangan kekuatan, macro, dan kerja sama team yang presisi.

Dignitas tetapi belum sepenuhnya keluar dari babak playoff, tetapi jendela permainan mulai menutup. Dengan dua match terakhir melawan TSM dan Immortals, babak playoff mungkin saja menjadi mimpi terakhir mereka kali ini sebagai team veteran yang berpengalaman.

Website ini menggunakan Coookie untuk kestabilan akses, Apakah kamu menerimanya? Terima! Detail Tetang Cookie

error: Content is protected !!