spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaEsportsMobile LegendsSANZ dan Nino Punya Sumber Motivasi Berbeda untuk #Menu7uJuara...

SANZ dan Nino Punya Sumber Motivasi Berbeda untuk #Menu7uJuara di M7

SANZ dan Nino bisa dibilang menjadi andalan bagi ONIC Esports dan Alter Ego di M7 World Championship. Di ajang ini, kedua pemain tersebut juga punya sumber motivasi berbeda yang tidak pernah habis, baik dari keluarga dan membalas kepercayaan yang sudah diberikan, sebagai bahan bakar penting #Menu7uJuara di kejuaraan dunia ke-7 Mobile Legends: Bang Bang itu.

Sejak M1 World Championship, wakil-wakil Indonesia belum bisa kembali meraih prestasi yang sama menjadi juara dunia Mobile Legends: Bang Bang. Setelah tidak berhasil sebagai tuan rumah di M4, kini wakil Indonesia kembali punya peluang besar untuk menjadi juara di M7 karena akan kembali tampil di hadapan publik sendiri. Kesmepatan inilah yang akan dipertaruhkan ONIC Esports dan Alter Ego demi mengembalikan kejayaan yang sudah tidak dirasakan dalam lima edisi M-Series terakhir.

Keluarga Jadi Sumber Motivasi SANZ yang Tak Pernah Padam

Source: IG Onic Esports

Dalam enam edisi M-Series terakhir, ONIC Esports menjadi salah satu wakil Indonesia yang paling sering tampil di ajang ini, yaitu pada M3, M4, dan M5. SANZ menjadi salah satu player yang sudah membela ONIC sejak di M3 bersama Kiboy, hingga saat ini masih punya semangat besar, bara kompetitif, dan tidak terlihat menyerah untuk bisa meraih gelar juara dunia di M7.

Fenomena SANZ ini terbilang cukup jarang dimiliki oleh pro player Indonesia, terlebih dirinya sudah mencicipi begitu banyak gelar, termasuk tujuh gelar MPL ID dan satu MSC. Kebanyakan di antara pro player Tanah Air akan merasa puas dengan pencapaian tersebut dan tak lagi memiliki bara kompetitif yang cukup.

Namun, SANZ ternyata mampu menjaga semua itu dan terus merasa lapar akan gelar juara di setiap ajang yang diikuti. Motivasi besar ini ternyata datang dari keluarga, apalagi setelah dirinya memposisikan diri sebagai tulang punggung keluarga.

AYO BACA INI :  Tim Mobile Legends Terkuat MPL ID S9 Menurut Donkey, Ada 2 Tim!

“Saya selalu ingat ‘saya datang ke Jakarta ini tujuannya untuk apa’. Jadi saya selalu teringat orang tua, bahwa saya ke Jakarta ini harus bawa hasil yang mewah lah buat keluarga. Ketika ingat keluarga, membuat saya ingin buktikan ke semua orang bahwa saya lebih baik dari siapa pun, bisa improve di setiap hari dan setiap turnamen, dan tidak cepat puas,” ucap SANZ.

“Jadi yang mendorong saya selama ini (untuk bisa) sampai di titik ini adalah keluarga sih, yang nomor satu. Setiap match yang saya mainkan, selalu saya dedikasikan untuk keluarga,” tuturnya.

SANZ pertama kali merantau dari kampung halamannya Makassar ke Jakarta, atas restu dari orang tua, pada usia 16 tahun pada 2019. Pemain bernama asli Gilang tersebut berambisi untuk menjadi pro player dan bergabung dengan salah satu tim profesional, yaitu Victim Esports, hingga berhasil menjuarai MDL ID S1 dan langsung direkrut ONIC dengan nilai transfer besar.

Punya awal yang tidak mudah di ONIC, tetapi SANZ mampu bertahan dan bertransformasi menjadi tulang punggung tim dari waktu ke waktu, menguasai persaingan di MPL ID, dan menjadi andalan utama Indonesia di setiap turnamen internasional yang diikuti. Setelah hampir menjadi juara di edisi terakhir yang diikuti, yaitu M5, kini sang midlaner bersama rekan setim sangat percaya diri untuk menuntaskan ambisi tersebut di M7.

Ambisi ini pun dibenarkan oleh salah satu player paling lama yang ada di dalam roster bersama SANZ, Kiboy. Roamer andalan ONIC itu menyaksikkan sendiri betapa besar kerja keras, motivasi, dan ambisi yang dimiliki SANZ.

“Bagi saya, Gilang (SANZ) itu pekerja keras banget dan konsisten dari dulu hingga sekarang. Terlihat jelas ambisi dia dari kerja keras itu, mungkin jika kita lihat momen ketika kalah, dia jadi salah satu orang yang terlihat sangat kesal. Karena dia berambisi ingin menang terus, jadi ketika kalah dia tidak bisa menyembuyikan itu, dari mimik wajah, gestur, dia terlihat sangat kesal dan ingin membalas,” ujar Kiboy.

AYO BACA INI :  Harga Skin Hayabusa Biological Starlight Mobile Legends (ML)

M7, Panggung Pembuktian Nino atas Kepercayaan Besar Alter Ego

SANZ dan Nino Punya Sumber Motivasi Berbeda untuk #Menu7uJuara di M7
Source: IG Alter Ego Esports

Ajang M7 menjadi panggung kejuaraan dunia pertama bagi Nino di sepanjang karier, terutama sejak bergabung dengan Alter Ego pada 2021. Kala itu, pemain bernama lengkap Syauki Fauzan Sumarno bergabung dengan roster berisikan para senior dan baru saya tampil di M2 usai menjadi runner up di MPL ID S6.

Dengan latar belakang tersebut, tentu saja target tim adalah menjadi juara MPL ID dan kembali bisa tampil dan mendapatkan pencapaian lebih baik di M-Series. Hal ini tentu saja menjadi beban tersendiri bagi para pemain, termasuk Nino yang baru saja bergabung dengan Alter Ego.

“Sebelumnya ketika belum ada saya, (Alter Ego) sudah top 2 (di MPL ID). Ya saya inginnya jadi top 1 ketika ada saya.

Dari musim ke musim, performa Alter Ego di MPL ID dan ajang lainnya terbilang naik-turun. Belum lagi ditambah dengan perubahan role Nino dari gold lane ke EXP lane yang tentu memengaruhi banyak hal, baik bagi tim dan individu. Hal ini tentu menambah beban dari yang sudah ada.

Meski tidak akan mudah, tetapi Nino terbilang beruntung mendapatkan kepercayaan dari Alter Ego hingga saat ini. Hal tersebut lah yang menjadi sumber motivasi utama, terutama untuk bisa terus bertahan dan membuktikan diri.

“Selama 9 season ini, saya merasakan naik-turun. Pastinya (membuat saya) stress, merasa diri sendiri tidak layak, (hingga) ingin berhenti. Tetapi, saya selalu mendapat kesempatan dari Alter Ego, dan saya ingin membuktikan itu sih,” kata Nino.

Dukungan dan kepercayaan besar yang dimaksud Nino ini datang dari Delwyn Sukamto. Bahkan, hal tersebut diberikan oleh pemilik sekaligus CEO Alter Ego itu ketika sang player tengah berasa jatuh dan tidak layak untuk berada di dalam tim.

AYO BACA INI :  Profil dan Biodata Funi, Pro player imut Mobile Legends (ML)

“Saya pernah meragukan diri sendiri ke Ko Delwyn dan dia selalu support saya, seperti ‘No, kamu tahu tidak suatu saat kamu akan bantai-bantai dan jadi line up utama’. Menurut saya itu dukungan yang penuh banget sih. Makanya saya tetap semangat sampai saat ini,” kata Nino.

Menarik untuk kita nantikan seperti apa perjalanan ONIC dan Alter Ego #Menu7uJuara di M7 nanti. Keduanya sudah akan mulai berjuang di Swiss Stage yang akan dimulai pada Sabtu, 10 Januari 2026, yang digelar di XO Hall, Jakarta Barat. Saksikan aksi mereka secara langsung untuk memberi dukungan kepada semua perwakilan Indonesia menjadi juara dunia tahun ini.

spot_img
Muhammad nugraha
Muhammad nugrahahttps://esportsku.com
Saya pemain pro free fire dengan peraih posisi top global untuk KD saat ini.
Advertisement
Advertisement