esportsku
Berita Esports Indonesia

Cerita Lengkap N0tail Dan FLy Drama Di TI Dota 2

Cerita lengkap N0tail Dan FLy drama  di TI Dota 2 menjadi sesuatu yang ramai dibicarakan dalam 2 tahun belakangan ini.

0

The International 2019 sudah selesai namun masih menyisakan cerita dibalik itu. Cerita tentang dua pemain yang layaknya saudara ini masih sangat segar untuk dibicarakan.  Cerita lengkap N0tail Dan FLy drama  di TI Dota 2 menjadi sesuatu yang ramai dibicarakan dalam 2 tahun belakangan ini. Bermula ketika mereka berada di bawah dua tim yang berbeda pada The International 2018 lalu.

Pada saat itu, secara kebetulan kedua tim ini bertemu di The International 2018 lalu, sehingga membuat para pemain di komunitas Dota 2 pun ramai membicarakan tentang N0tail dan Fly. Lalu, sebenarnya bagaimana cerita lengkap N0tail Dan FLy drama  di TI Dota 2 itu sendiri?

Cerita Lengkap N0tail Dan FLy Drama Mereka Di TI Dota 2

Perjalanan Awal N0tail Dan FLy

Berawal ketika N0tail Dan FLy masih berada didalam satu naungan tim yang sama. Keduanya merupakan pemain pro yang tadinya bermain untuk Heroes Of Newerth. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mencoba peruntungan di DOTA 2 dengan naungan team Fnatic.EU.

Keduanya bersama dengan pemain pro dari Hearoes Of Newerth yang juga mencoba peruntungan di DOTA 2 . Jascha “Nova” Markuse Dan Adrian “Era” Kryeziu memulai karir mereka di DOTA 2 bersama dengan Tal “Fly” Aizik dan Johan “n0tail” Sundstein yang berada di naungan team FNATIC.EU. Namun, sayangnya, Nova memilih untuk pesiun lebih dini di karir Dota 2 nya. Hingga akhirnya tersisa beberapa roster Dota 2 dari Fnatic.EU.

Tak berselang lama, Kai “H4nn1” Hanbückers  yang diketahui sebagai pemain pro Heroes Of Newerth juga mencoba peruntungan di Dota 2. Ia bergabung bersama N0tail dan Fly untuk menghadapi The International 2013 di bawah naungan Team Fnatic.EU

 N0tail Dan FLy Drama
Gamepedia- H4nn1, Era, BigDaddy, Fly, and Trixi di The International 2013

Kala itu susunan roster dari Fnatic.EU adalah sebagai berikut ini :

Adrian “Era” Kryeziu
Kai “H4nn1” Kai Hanbückers
Kalle “Trix” Saarinen
Johan “N0tail” Sundstein
Tal “Fly” Aizik (Sebagai kapten)

Dalam perjalanan mereka untuk memperoleh Aegis di The International 2013 bisa dibilang sangat memuaskan. Pasalnya, saat itu mereka bisa menghadapi tim-tim yang tangguh pada saat itu.  Natus Vincere, Team DK, LGD Gaming pun tak luput dari pertempuran mereka.

Keberhasilan Fnatic.EU

Keberhasilan mereka dalam babak grup membawa mereka pada Upper Bracket yang dimana mereka harus melawan tim-tim tangguh lainnya. seperti NaVi yang pada kala itu merupakan tim ditakuti oleh tim lainnya. Serta tim-tim kuat lainnya.

Perjalanan dua saudara N0tail dan Fly pada The International 2013 upper bracket dibilang tidak mulus. Karena pada awal babak upper bracket mereka harus terima dengan lapang setelah kalah melawan Tongfu dengan skor 2-0 dan Fnatic harus melanjutkannya ke lower bracket. Meskipun telah kalah, tidak menyusutkan semangat mereka untuk membawa pulang Aegis.

Kali ini, mereka bershasil memenangkan pertandingan melawan LGD International. Meskipun pada akhirnya, mereka harus puas dengan posisi ke delapan di The International 2013 setelah kalah melawan Orange Esports dengan skor akhir 1-0.

Mereka membawa pulang hadiah sebesar 1.5% dari total hadiah utama yang berjumlah $43.116 ataukurang lebih sekitar Rp 457.029.600 dengan catatan kurs pada tahun 2013 lalu.

Hal Baik Yang Tidak Terulang

Pada Musim berikutnya, daftar roster Fnatic yang sama dengan sebelumnya. Mereka kembali menghadapi tim-tim besar lainnya. Kali ini, mereka sebagai tim yang di undang dalam The International 2014. Sayangnya, hal baik tidak terulang lagi pada musim ini.

Kekalahan demi kekalahan mereka dapatkan pada babak grup membuat mereka dengan skor akhir 6 Menang -9 Kalah. Artinya, mereka harus berpulang lebih dulu dengan berada di posisi 14. Mereka membawa pulang bagian 0.2% hadiah utama yaitu $21,848 atau setara dengan Rp271.352.160 dengan kurs pada tahun 2014 lalu.

Kembali dengan komposisi tim yang sama, Fnatic juga berpartisipasi dalam The International 2014. Meski berada di daftar invited teams, tidak memastikan Fnatic mampu memenangkan turnamen bergengsi ini. Tereleminasi dini di posisi 14 dengan skor 6 Win – 9 Lose, membuat Fnatic harus pulang dengan membawa 0.2% dari total prizepool yaitu $21,848 atau setara dengan kurang lebih Rp 271.352.160 dengan kurensi mata uang dollar ke rupiah pada tahun 2014 lalu.

Dengan kekalahan di The International 2014, Fnatic merombak habis seluruh daftar rosternya.Dimulainya dengan keluarnya salah satu core Fnatic.Eu saat itu  Adrian “Era” Kryeziu pada tanggal 20 Agustus 2014. Sehingga mereka terpaksa menggunakan pemain stand-ins mereka yaitu steve “Excalibur”, membuat performa mereka pada musim itu kurang baik.

Lalu, Disusul dengan keluarnya Fly dan N0tail yang mereka langsung direkrut oleh Team Secret. Hingga pada akhirnya Trixi dan H4nn1 juga keluar dari Fnatic.Eu. Dengan keluarnya pemain-pemain Fnatic.EU, team ini berujung disband untuk beberapa waktu dengan alasan mereka tidak ada pemain yang mengisinya.

Awal Mula Terbentuknya Team Secret

Dengan bergabungnya N0tail dan Fly di Team Secret yang bersama dengan tiga pemain hebat lainnya. Kuro “Kuroky” Salehi TakhasomiGustav “s4” Magnusson dan, Clement “Puppey” Ivanov . Team Secret sendiri Ini merupakan Organisasi yang didirikan oleh para pemain Dota 2 yang terbilang sukses pada saat itu.

Team Secret sendiri kala itu sebagai tim yang sangat ditakuti oleh lawan-lawannya. Dikarenakan mereka selalu bisa menorehkan hasil yang baik di tiap pertandingannya melawan tim-tim kuat lainnya.

 N0tail Dan FLy Drama
Fly, s4,, Puppey, N0tail dan KuroKy.

Meskipun Fly dan N0tail ini merupakan pemain pertama di Team Secret, perjanan mereka tidaklah lama di tim ini. Pada akhir tahun 2014,  Tal “Fly” Aizik memilih untuk bermain Dota 2 dibawah naungan Team MeePwn’d  yang bersama dengan H4nn1.

Sedangkan untuk N0tail , Ia keluar dan bermain dibawah naungan Cloud9. Dengan keduanya keluar, susunan roster Team Secret Diisi oleh Ludwig “Zai” Wåhlberg dan Artour “Arteezy” Babaev sebelum turnamen Dota Asia Championship pada musim pertama.

Berbedanya Tim N0tail dengan Fly

Kala itu, N0tail berjuang bersama Cloud9 pada The International 2015. Perjuangan N0tail untuk memperebutkan Aegis Dota 2 bersama dengan Rasmus “MiSeRy” Filipsen  dan disini Ia pertama kali bertemu dengan Jacky “EternaLEnVy” Jacky Mao. Pada saat itu susunan roster dari Cloud9 adalah sebagai berikut :

Jacky “EternaLEnVy” Jacky Mao
Adrian “FATA-“ Trinks
Pittner “bOne7” Armand
Johan “BigDaddy” Sundstein
Rasmus “MiSeRy” Filipsen

Permainan Cloud9 bisa dibilang memuaskan karena mereka berhasil menjadi tim yang berada di upper bracket dengan memiliki 10 point pada babak grup. Meskipun begitu, pada awal perandingannya dengan CDEC Gaming mereka terpaksa harus ke lower bracket. Dikarenakan dikalahkan  2-0 oleh CDEC Gaming.

Merekapun mengadu nasib di lower bracket berhadapan dengan Vici Gaming yang saat itu merupakan tim kuat. Akhirnya, pada lower bracket merekapun kalah 2-0 dan harus tereliminasi dari panggung utama The International 2015 saat itu. Mereka membawa pulang 1.2% dari hadiah utama yang ada, berkisar  $221.115 atau sekitar kurang lebih Rp 2.958.739.815 dengan kurs dollar pada tahun itu.

Sementara di sisi lain, Fly juga mengikuti The International 2015. Kala itu, ia bersama dengan Team Complexity Gaming. Ia telah direkrkut sebagai pemain yang menempati pos 5 di Dota 2 menemani “MoonMeander” pada pos 3 di Dota 2. Berikut susunan roster dari Complexity Gaming :

Cerita Lengkap N0tail Dan FLy Drama Di TI Dota 2
MoonMeander, Zfreek, swindlemelonzz, Fly, Zyzz.

David “MoonMeander” Tan
Zakari “Zfreek” Freedman
Tal “Fly” Aizik
Luis “Zyzz” Perez
Kyle “swindlemelonzz” Freedman

Diketahui pada saat itu, Complexity Gaming bermain pada grup yang sama dengan Cloud9 yang sama-sama berada di grup A. Meskipun begitu, peraihan point yang di peroleh oleh complexity gaming jauh lebih banyak dibandingkan dengan Cloud9. Mereka berhasil melaju ke panggung utama TI dengan skor 13 point dan berada di upper bracket setelah mereka menempati posisi ketiga di babak grup.

The International 2015 : Pertama Berpisah N0tail Dan Fly

Pada awal pertandingan di  panggung utama The International 2015, mereka harus bertemu dengan Evil Geniuses yang kita tahu sekarang sebagai juara di The International 2015. Mereka dikalahkan dengan skor 2-0 , dengan kekalahan ini mereka mulai mengadu nasib pada lower bracket. 

Namun, Dewi fortuna sepertinya tidak memihak complexity gaming, mereka harus bertemu dengan tim kuat lainnya yaitu Virtus.Pro. Akhirnya mendapatkan skor 2-1 membuat complexity gaming harus bertekuk lutut mengakui kekuatan Virtus.Pro. Kekalahan ini mengakhiri perjalanan mereka di The International 2015. Mereka membawa pulang hdiah utama sebesar 1.2% dari total hadiah utama berkisar  $221.115 atau sekitar kurang lebih Rp 2.958.739.815 dengan kurs dollar pada tahun itu.

Berakhirnya The International yang saat itu dimenangkan oleh Evil Geniuses. Membuat para tim-tim melakukan perubahan pada susunan roster mereka. Tak disangka, Cloud9 yang saat itu merupakan tim dari N0tail memutuskan untuk disband dan mengeluarkan seluruh pemainnya. Tak lama kemudian, Fly dan Moon juga keluar dari Complexity Gaming yang saat itu merupakan tim mereka pada The International 2015.

Bertemu Kembali Fly Dan N0tail

Hanya berselang beberapa bulan dari keluarnya Fly dan Moon, Mereka mengumumkan membentuk sebuah tim baru yang berisikan pemain-pemain hebat pada saat itu. Tim baru ini bernama Monkey Business yang secara resmi mereka umumkan di Facebook mereka

Pada kala itu, tim ini berisikan dengan pemain-pemain yang belum dikenal namun memiliki kemampuan yang apik dalam bermain Dota 2. Berikut susunan roster dari Monkey Business

1- Amer “Miracle-“ Barkawi
2- Johan “Big Daddy N0tail” Sundstein
3- David “MoonMeander” Tan
4- Andreas “Cr1t” Franck Nielsen
5- Tal “Fly” Aizik

Meskipun masih terbilang baru, mereka berhasil memasuki beberapa kualifikasi turnamen bergengsi pada saat itu. Mereka menduduki peringkat ke 3 dari MLG World Finals. Dengan kemenangan tersebut, mereka berhak membawa pulang hadiah utama sekitar $34,194 .

Ditambah dengan World Cyber Arena 2015 – European Pro Qualifiers yang berada di posisi 5-8, mereka berhak membawa pulang $3000. Artinya, tim ini berhasil menghasilkan $37,194 setelah terbentuknya Monkey Bussiness . Dengan prestasi mereka, tim ini berhasil mendapatkan sponsor resmi hitbox lalu berganti nama menjadi OG

Menjadi Favorit Di Komunitas Dota 2

Debut pertama mereka di rangkaian acara The International Dota 2 dimulai dengan Turnamen Major. Mereka memastikan diri sebagai pemenang dari The Frankfurt Major 2015. Perjalanan mereka pun berawal ketika kekalahan mereka pada upper bracket. Lalu, menjelma sebagai monster yang menghabisi setiap musuh yang ada di lower bracket tersebut.

Cerita Lengkap N0tail Dan FLy Drama Di TI Dota 2

Satu persatu tim-tim yang berhadapan dengan OG di lower bracket harus mengakui kehebatannya. Akhirnya, mereka bertemu team secret di final dan mereka berhasil mengalahkannya dengan skor akhir 3-1. Mereka pun membawa pulang hadiah utama  serta mendapatkan title sebagai pemenang turnamen major ini.

Setelah menjadi juara pada turnamen ini, satu persatu turnamen major mereka menangkan juga. Kemenangan mereka membawa pulang gelar hingga 4 turnamen major sekaligus dalam satu musim. Empat gelar tersebut yaitu The Manila Major 2016ESL One Frankfurt 2016The Boston Major 2016 dan The Kiev Major 2017. Membuat mereka di favoritkan oleh para pemain di komunitas Dota 2.

Perjalanan Pertama Di The International 2016

OG merupakan tim favorit komunitas Dota 2 saat itu. Tim ini juga di gadang-gadangkan menjadi tim yang akan menjadi juara The International 2016. Para pemain di komunitas Dota 2 pun cukup terpukau dengan kemampuan permainan dari Miracle-. Mereka berhasil menduduki posisi pertama dari grup A pada The International 2016.

Cukup memuaskan sebagai tim yang baru datang, mereka berhasil tanpa kekalahan dengan memperoleh 11 point dengan 4 kemenangan dan 3 seri pada babak grup. Membuat OG memulai perjalanan mereka di panggung utama The International 2016 pada upper bracket.

OG DOTA 2

Perjalanan awal di panggung utama The Interantional 2016 tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan oleh para fansnya. Mereka bertemu dengan MVP Phoenix lalu dikalahkan dengan skor 2-1. Mereka harus melanjutkan perjalannnya pada lower bracket. Sayangnya, ketika di lower bracket, mereka bertemu dengan TNC Pro Team yang akhirnya membuat mereka tereliminasi dalam panggung utama The International 2016. Kekalahannya membuat mereka harus puas dengan perolehan 1.5% dari hadiah utama TI6 yaitu $311,557 atau  jika dirupiahkan menjadi Rp 4.211.627.526 dengan kurs nilai tukar dollar ke rupiah pada tahun itu

Perombakan Besar OG Dota 2

Setelah berakhirnya The International 2016, Tim OG melakukan perombakan besar dalam timnya. Satu persatu pemain meninggalkan tim OG ini. DImulai dengan Miracle- yang meninggalkan OG dan bergabung ke Team Liquid. Lalu, disusul dengan Cr1t- yang pindah ke Evil Geniuses. Terakhir, MoonMeander pergi meninggalkan OG juga yang memilih bergabung dengan Digital Chaos

Ditengah kekacauan roster dari Team OG ini, The International 2017 semakin dekat, mereka melakukan perekrutan anggota. Dimulai dengan kehadiran  Gustav “s4” Magnusson, disusul oleh Anathan “ana” Pham, dan terakhir ada Jesse “Jerax” Vainikka yang bergabung dengan OG sebelum The International 2017 berlangsung.

Turnamen major yang terakhir sebelum dimulainya The International 2017, merupakan ladang latihan buat susunan roster baru ini. The Kiev Major 2017 merupakan sebuah kesempatan bagus untuk menunjukan strategi baru dengan susunan roster yang baru.

The International 2017 : Ajang Balas Dendam?

The International 2017 merupakan tempat untuk mereka membalaskan dendam kekalahan pada The International 2016 lalu.  Permainan mereka perlahan-lahan mulai membaik di tiap pertandingan The International 2017. Mereka memulai perjalanan pada Lower Bracket di panggung utama The International 2017.

Mereka mulai mengejar ketertinggalannya pada Lower Bracket. OG mengalahkan Infamous tanpa perlawanan dengan skor akhir 1-0. Lalu, bertemu dengan TNC Pro Team yang dimana mereka berhasil membalaskan dendamnya dengan skor yang cukup memukau yaitu 2-0. Pada saat itu, permainan OG sangat membara dan tidak terbendung oleh TNC Pro Team. Selanjutnya, OG berhadapan dengan LGD Gaming.

Sayangnya, OG terlalu cepat untuk berhadapan dengan tim raksasa satu ini, mereka harus berlapang dada untuk pulang lagi dari The International. Mereka harus menerima hanya di peringkat ke-8 saja setelah melawan tim raksasa china LGD Gaming dengan skor akhir 2-0 di lower bracket. Selain itu, mereka hanya berhak mendapatkan total hadiah hanya 2.5% dari hadiah utama saat itu. Artinya, hanya $617,198 atau jika dirupiahkan Rp 8.320.446.238 dengan kurs dollar pada tahun itu.

Keluarnya ANA dan Masuknya Resolut1on

Dengan pulangnya OG di The International 2017, pergantian pemain pun didepan mata. Team OG harus merelakan Ana.OG yang saat itu harus mengundurkan diri sementara waktu karena ada alasan pribadi dari Ana. Dengan tidak aktifnya Ana berati OG kekurangan pemain untuk DPC 2018 nanti. Akhirnya, OG Dota 2 memilih untuk menghadirkan Roman “Resolut1on” Fominok pada septermber 2017 untuk menggantikan Ana OG Dota 2

Pertandingan demi pertandingan mereka lalui, sayangnya, tiap pertandingan yang mereka lalui membuat keadaan mereka semakin terpuruk. Performa mereka yang dibawah rata-rata dan tidak kunjung membaik membuat mereka semakin tertekan. Team OG Dota 2 seakan kehilangan kekuatan mereka dan fansnya.

Pada waktu itu, mereka hanya bisa memenangkan 1 major saja dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang mendapatkan 4 major sekaligus dalam satu musim. Mereka hanya bisa mencapai peringkat ketiga pada Dota Summit 8. Dengan perolehan itu, Nama OG Dota 2 semakin menurun popularitasnya di kalangan komunitas Dota 2.

Setelah sekitar 6 bulan berlalu, permainan dari OG Dota 2 pun tak kunjung membaik. Kali ini, Resolut1on yang masuk untuk menggantikan Ana memilih untuk meninggalkan Team OG Dota 2 dan bergabung dengan VGJ.Strom. 

Saat itu, merupakan posisi terburuk dari OG Dota 2 mereka terpaksa bermain bersama pelatih mereka sendiri untuk mengisi kekurangan pemain tersebut yaitu Sébastien “7ckngMad” Debs. Meskipun begitu, dengan masuknya “7ckngMad” kedalam daftar pemain tidak membuat perubahan besar. Bisa dibilang, menurun dari sebelumnya, dengan tidak pernah menduduki posisi 3 besar dari 7 turnamen yang berlangsung pada DPC 2018 lalu.

Perpisahan N0tail Dan FLy Kembali Terulang

Permainan mereka tampaknya membuat para penggemarnya kecewa. Hingga pada puncaknya, mereka harus kehilangan dua pemain besar sekaligus pada daftar roster mereka. Tal “Fly” Aizik dan Gustav “s4” Magnusson dikabarkan tidak lagi bersama dengan OG Dota 2 melalui halaman resmi OG maupun EG pada Roster Update thaun 2018 lalu.

Tentunya, hal ini membuat para penggemar OG sangat terpukul, pemain yang membentuk OG. Tim ini sendiri dibentuk melalui tim yang berasal dari Monkey Business.  Tal “Fly” Aizik dan Gustav “s4” Magnusson kali ini harus keluar dan meninggalkan tim yang dibentuknya itu.

Para penggemar OG pun turut sedih karena ini merupakan kedua kalinya Fly dan N0tail harus terpisah timnya lagi. Pada saat itu, Team OG Dota 2 hanya terdiri dari tiga pemain saja Jerax , n0tail dan 7mad. Hal ini membuat sebagai pekerjaan rumah baru bagi OG untuk merekrut pemain lainnya agar tetap bisa mengikuti DPC 2018 lalu.

Cerita Lengkap N0tail Dan FLy Drama Di TI Dota 2

Perpisahan antara Fly dan N0tail membuat para komunitas Dota 2 sempat heboh. Salah satu momen yang dipersembahkan oleh akun youtube MidorMeepo membuat sebuah video tentang perpisahan Fly dan N0tail. Dalam video itu, menceritakan tentang persahabatan mereka ketika memulai karir dalam dunia eSports yang dimulai pada Heroes Of Newerth

Perjalanan antara Fly dan N0tail mengukir beberapa kenangan persahabatan yang indah sesama pemain esports. Tak jarang mereka disebut sebagai saudara di komunitas Dota 2.

Perjalanan Baru OG Dota 2 Di Mulai!

Tinggal hitungan bulan saja untuk dimulainya The International 2018, saat itu para pemain Dota 2 tengah bersiap-siap untuk menyambut The International 2018. Tak luput dengan OG Dota 2 yang mulai untuk membuat daftar roster terbaru mereka.

 

The International 2018 semakin dekat, mau tak mau OG Dota 2 harus segera merampungkan daftar roster mereka. Tepat sebelum dimulainya Open Qualifier Dota 2, OG memberikan daftar roster mereka dengan Ana berada di dalamnya. Tak luput dengan satu lama yang dikenal cukup tangguh pada komunitas Dota 2.  Yaitu Topias Miikka “Topson” Taavitsainen.

Mungkin untuk sebagian orang nama Topias Miikka “Topson” Taavitsainen terdengar asing. Namun, Topson ternyata sudah lama bermain dalam kejuaraan Dota 2. Dia berhasil mendapatkan prestasi yang cukup membanggakan seperti juara 1 pada event bergensi Dota 2 Eropa, ProDota Cup Europe. Di bulan desember 2017, dia pindah ke tim 5 Anchors No Captain yang sebelumnya  dia bermain di tim No Rat.

Semenjak di 5 Anchors No Captain, nama topson menjadi terkenal di kalangan komunitas Dota 2 Eropa. Ditambah dengan performa dia dalam menggunakan hero Monkey King saat pertama kali dirilis. Dia menduduki peringkat nomor 1 sebagai pemain yang menggunakan Monkey King dari leaderboard Dotabuff.

Pada saat roster mereka :

Anathan “ana” Pham
Topias “Topson” Taavitsainen
Sébastien “Ceb” Debs Atau bisa juga 7ckmad
Jesse “JerAx” Vainikka
Johan “N0tail” Sundstein

The International 2018 : Ajang Pembuktian Roster Baru

The International di depan mata, OG Dota 2 memulai perjalanan mereka di Open Qualifier dan menduduki peringkat pertama dengan skor 7-0. Dengan ini, OG Dota 2 berhak beralih ke Group stage The International 2018. Perjalanan pada Group stage di Group A tidak berjalanan semulus Open Qualifier. Mereka harus jatuh bangun menghadapi lawan-lawan mereka. Bertemu dengan tim-tim berkelas lainnya membuat OG Dota 2 semakin tak gentar menghadapi mereka.

Permainan mereka yang apik dan solid menghantarkan mereka pada kemenangan dengan skor 9-7 setelah melawan Fnatic di Group A. Mereka berhak menduduki Upper bracket di panggung utama The International 2018.

Pada tahap ini, perjalanan awal mereka akan berhadapan dengan mantan pemain OG Dota 2 yaitu Roman “Resolut1on” Fominok yang saat itu bergabung dengan VGJ.Strom. Pada Akhirnya, mereka bisa memukul telak VG.Strom dengan skor 2-0 yang membuat OG harus bertemu dengan Evil Geniuses. Artinya, dengan kemenangan ini membuat OG Dota 2 akan bertemu dengan mantan pemainnya juga. Yaitu Fly Dan S4. 

Awal Mula N0tail Dan FLy Drama Dota 2

Berhadapan dengan mantan pemain sekaligus orang terdekatnya membuat N0tail dan kawan-kawan tidak gentar. Pertandingan ini sempat menghebohkan komunitas Dota 2 karena bertemunya OG dan EG merupakan suatu ajang pembuktian bagi OG untuk terus melaju walaupun ditinggalkan oleh  Fly dan S4. 

Permainan kedua tim sangatlah solid, harus diakui OG Dota 2 meskipun dengan roster baru mereka. Mereka bisa berhasil menahan Imbang EG Dota 2 yang notabene sebagai tim besar saat itu dengan skor 1-1. Berlanjut pada game selanjutnya, kedua tim sangat berambisi untuk memenangkan pertandingan ini. Namun tanpa disangka-sangka, OG Dota 2 berhasil mengalahkan EG yang saat itu diisi oleh Fly dan S4 dengan skor akhir 2-1.

Dengan kekalahan ini, OG Dota 2 berhasil membuktikan kepada para penggemar maupun komunitas Dota 2 akan ketangguhan OG Dota 2 saat itu. Selain itu, Dari sinilah Awal mula 2 N0tail Dan FLy Drama yang menghebohkan komunitas Dota 2 pada saat itu.

Kala itu, ketika OG Dota 2 memenangkan pertandingan antara OG dengan EG, para pemain turun untuk berjabat tangan. Namun ketika N0tail bertemu dengan Fly, ada sebuah senyuman yang menunjukan kepuasan karena bisa mengalahkan Fly di pertandingan The International 2018.

Akhirnya karena momen berjabat tangan antara N0tail dan Fly ini menjadikan bahan utama dalam pembahasan di komunitas Dota 2. N0tail Dan FLy Drama sempat menjadi perbincangan yang hangat selama di The International 2018

Terus Melaju OG Dota 2

Sementara, perjalanan EG harus ke Lower Bracket, sedangkan OG tetap pada upper bracket melawan PSG.LGD Gaming. Permainan  OG Dota 2 yang tidak bisa di prediksi oleh PSG.LGD Gaming membuat LGD tampak dibuat kerepotan. OG Dota 2 tidak segan-segan untuk memakai berbagai macam draft hero untuk melawan PSG.LGD. Hingga akhirnya, OG Dota 2 memenangkan pertandingan ini dan berhak sebagai tim yang menunggu tim lower bracket di Grand Final The International 2018.

Setelah kalah dengan OG, PSG.LGD Gaming tampaknya masih tidak rela dengan kekalahan itu. Mereka berhadapan dengan EG untuk memperebutkan Slot Grand Final TI8 sebagai tim yang akan melawan OG. Akhirnya, PSG.LGD berhasil memulangkan EG Dota 2 dengan skor telak yaitu 2-0 tanpa perlawan yang berati dari EG. Membawa mereka ke pertandingan antara PSG.LGD dengan OG Dota 2.

Grand Final The International 2018

Pertandingan Final The International 2018 telah tiba, PSG.LGD Gaming dan OG Dota 2 telah bersiap untuk membuktikan kehebatan mereka masing-masing. Draft-draft terbaik kedua tim dikeluarkan untuk dengan cepat mengakhiri permainan. Sayangnya, hal itu tak semulus yang di bayangkan oleh pemain di kedua tim.

Permainan kedua tim sangatlah apik, saling kejar mengejar point juga meta-meta baru pun dipakai. Tak terkecuali, Topson selaku midlaner OG Dota 2 saat itu, yang memakai build menarik pada Invokernya. Ia menggunakan combo hammer build pada Invokernya membuat LGD.Gaming kewalahan saat melawan OG Dota 2. Meskipun saat itu, PSG. LGD Gaming unggul 1 poin lebih dari OG Dota 2, hal ini tidak menyurutkan semangat mereka untuk mendapatkan Aegis Dota 2.

Game Keempat, permainan OG Dota 2 semakin membaik, mereka berhasil mempertahankan posisi mereka pada tiap terjadi Team Fight. Perlahan-lahan networth maupun gold rate meningkat. OG Dota 2 melakukan beberapa gank kepada hero-hero dari PSG.LGD gaming saat itu membuat LGD tampak kesulitan untuk mengejar ketertinggalan mereka sehingga mereka harus merelakan game keempat kali ini dengan skor 2-2.

redbull

Pada game kelima sekaligus game penentuan untuk pemenang The International 2018. OG Dota 2 terlihat beberapa kali ditekan oleh hero-hero PSG.LGD gaming. Ketinggalan mereka dalam permainanpun tidak mampu menghentikan semangat mereka untuk memenangkan The International 2018. Semakin di tekan semakin solid permainan mereka. Hingga pada akhirnya, OG Dota 2 mampu mengalahkan LGD.Gaming Dota 2 pada game ke 5 ini dengan skor 3-2 untuk kemenangan OG Dota 2 yang berhak membawa pulang Aegis di tahun 2018.

The International 2019 : Sejarah Baru, Back To Back Champions OG Dota 2

Perjalanan The International 2019 merupakan perjalanan untuk mempertahankan tahta OG Dota 2 di The International 2019. Para pemain dota 2 di komunitas Dota 2 mulai melirik lagi kehebatan OG Dota 2. Banyak dari mereka, yang berpindah haluan untuk mendukung juara The international 2018 ini.

OG Dota 2 merupakan tim yang masuk dalam undangan langsung ke babak grup The International 2019. Bersamaan dengan EG yang masuk kedalam daftar tim yang di undang langsung ke babak grup ini.

Pada babak grup The International 2019, EG dan OG satu grup yang berada di grup B. Permainan dari OG Dota 2 cukup memukau para penggemar Dota 2 yang menyaksikan perhelatan besar tahunan Dota 2 ini. OG Dota 2 mengalahkan EG di babak grup ini. Perolehan point yang tinggi dan tak terkalahkan pada babak grup membuat para penggemarnya semakin yakin OG Dota 2 akan membawa pulang Aegis kembali.

N0tail Dan FLy Drama Yang Kembali Terulang!

Dengan perolehan poin yang sangat memuaskan , OG Dota 2 melaju ke babak panggung utama The International 2019 dengan memimpin grup B. Menjadikan mereka berhak mendapatkan slot di upper bracket The International 2019. Sementara EG juga mendapatkan posisi upper bracket juga.

Persaingan antara kedua tim ini sempat menghebohkan komunitas Dota 2 pada The International 2019 lalu. Banyak para pemain merubah persaingan antara N0tail dengan Fly menyamakan dengan persaingan antara naruto dengan sasuke di anime naruto.

Para pemain di komunitas Dota 2 memplesetkan N0tail Dan FLy Drama ini menjadi Narutail Vs SasuFly. Wajar saja meme ini bertebaran selama TI9 berlangsung diikarenakan N0tail Dan FLy Drama  ini menjadi bahan hangat untuk dibicarakan di komunitas Dota 2 selama The international 2019 berlangsung.

Kembali menuju ke Upper bracket dimana OG melawan Newbee yang berakhir dengan kemenangan OG Dota 2. Sementara, EG melawan Team Secret yang berakhir juga dengan kemenangan EG. Artinya, persaingan antara OG dan EG kembali terulang pada panggung utama The International 2019 lalu.

Cerita Lengkap N0tail Dan FLy Drama Mereka Di TI Dota 2

Baik OG maupun EG menampilkan permainan terbaik mereka. Akan tetapi, OG lebih menguasai jalannya pertandingan pada game ketiga membuatnya sekali lagi mengalahkan EG di The International 2019 lalu.

Setelah kemenangan itu, OG berhak melanjutkan perjalanannya di Upper bracket. Sementara EG harus ke lower bracket dimana Team Liquid sudah menantikan mereka.

OG Dota 2 DI The International 2019

OG lagi-lagi memenangkan pertandingannya melawan PSD.LGD pada babak ini, membuat penggemar china terbungkam. Karena PSD.LGD merupakan satu-satunya tim yang berasal dari tuan rumah. LGD terpaksa harus ke lower bracket dengan skor 2-1 yang ia terima dari kekalahannya ketika berhadapan dengan OG Dota 2.

Pada tahap ini OG Menunggu tim yang berhasil melaju ke Final Dota 2 dari Lower Bracket The International 2019

Disisi lain, Team Liquid yang sedang berjuang di lower bracket bertemu dengan EG. KuroKy dan kawan-kawan mencoba untuk meraih slot untuk ke Final The Internationa 2019. EG pun terhempas oleh Team Liquid yang terlihat membara selama permainan mereka dengan skor Akhir 2-0. EG Pun harus puas dengan perjalanan mereka di TI9 kali ini.

Setelah mengalahkan EG, Team Liquid perlahan-lahan mencoba menaiki tangga untuk meraih puncak TI9.  Mereka sekali lagi mengalahkan tim besar lainnya, yakni Team secret dengan skor akhir 2-1. Dengan kemenangan ini, Team Liquid berhadapan dengan PSG.LGD Gaming yang berakhir dengan kemenangan Team Liquid sebagai “Lower Bracket Slayer” dengan skor akhir 2-1. Artinya Team Liquid  bertemu dengan OG dota 2 di Grand final The International 2019 lalu.

Grand Final The International 2019

Disisi lainnya, OG Dota 2 sudah menunggu tim terbaik yang telah menghabiskan seluruh tim yang berada di Lower Bracket itu, siapa lagi kalau bukan Team Liquid. Pertemuan ini sekaligus reuni untuk Miracle- yang dimana tadinya ia merupakan satu tim dibawah bendera OG bersama dengan N0tail. 

Game pertama di menangkan oleh Team Liquid dengan performa mereka yang sangat memukau pada grand final ini. Sayangnya , hal ini tidak bertahan lama, berbagai macam draft yang dipakai oleh OG mampu membuat Team Liquid terbungkam begitu saja.

Dota 2 Berhasil Capai 5 Miliar Matches
Sebastien “Ceb” Debs (C) of team OG holds the winner’s trophy as the team wins the Dota 2 eSports Best of 5 final match during the International Dota 2 Championships in Shanghai on August 25, 2019. (Photo by STR / AFP) / China OUT (Photo credit should read STR/AFP/Getty Images)

Satu persatu game dimenangkan oleh OG Dota 2, hingga akhirnya Team liquid tidak bisa bertahan lagi pada game keempat yang mereka harus mengakui kehebatan dari OG Dota 2 dengan segala draft mereka. OG Dota 2 pun keluar sebagai Juara The International 2019. Mereka bisa mempertahankan gelarnya dengan baik sebagai pemenang The International yang menorehkan sejarah baru di turnamen Dota 2 sekaligus menyabet gelar BACK TO BACK TI CHAMPIONS.

 

Itulah cerita lengkap N0tail Dan FLy drama Mereka Di TI Dota 2 sampai sekarang. Dengan berakhirnya TI9, para pemain dota 2 maupun organisasi mereka menyiapkan permainan terbaik mereka untuk musim selanjutnya di DPC 2020 mendatang.

Akankah OG Dota 2 mendapatkan title triple champions The International? kita tunggu saja pada The International 2020 mendatang.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Website ini menggunakan Coookie untuk kestabilan akses, Apakah kamu menerimanya? Terima!Detail Tetang Cookie