INDONESIA, JAKARTA, 15 Juni 2026 – Bigetron by Vitality (BTR) telah dinobatkan sebagai juara Mobile Legends: Bang Bang Professional League (MPL) Indonesia Season 17 setelah mengejutkan dunia dan mengalahkan ONIC ID (ONIC) 4-1 di Grand Finals. Kemenangan ini menutup musim yang kembali menjadi penentu bagi MPL Indonesia, yang semakin memperkuat posisi liga ini tidak hanya sebagai kompetisi esports utama Indonesia, tetapi juga sebagai platform tempat olahraga, budaya anak muda, ekonomi kreatif, dan kebanggaan nasional bertemu.

Dengan berakhirnya musim ini, Indonesia kini mengalihkan perhatiannya ke panggung internasional. BTR dan ONIC akan mewakili Indonesia di Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC), sementara Team Vitality akan membawa harapan Indonesia di MLBB Women’s International (MWI). Bersama-sama, ketiga tim tersebut akan melanjutkan upaya Indonesia untuk meraih kehormatan global di esports MLBB putra maupun putri.
Kampanye internasional Indonesia dimulai dengan MSC, MWI, dan Asian Games
MSC tetap menjadi kompetisi global pertengahan musim paling bergengsi bagi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), yang mempertemukan tim-tim terkuat dunia untuk memperebutkan total hadiah sebesar USD 3 juta. Bagi BTR dan ONIC, lolos ke MSC bukan sekadar hadiah atas perjalanan mereka di kompetisi domestik. Ini adalah ujian berikutnya bagi ambisi Indonesia untuk merebut kembali posisinya sebagai salah satu wilayah MLBB terbaik di dunia.

Perjalanan MWI juga memiliki makna tersendiri. Sebagai salah satu turnamen esports mobile wanita terbesar di dunia, MWI memberikan panggung bagi Team Vitality untuk melanjutkan pertumbuhan kehadiran Indonesia di esports MLBB wanita. Partisipasi mereka mencerminkan kedalaman talenta yang dimiliki negara ini serta semakin luasnya jalur bagi atlet wanita untuk berkompetisi, menang, dan mewakili Indonesia di tingkat global.
Dorongan Indonesia di panggung internasional juga akan berlanjut ke Asian Games. Bersama PBESI dan legenda bulu tangkis Indonesia Liliyana Natsir, Syauki “Nino” Sumarno dan Kenny “Xepher” Deo dari tim nasional MLBB Indonesia membagikan antusiasme serta tekad mereka untuk mewakili negara di salah satu ajang olahraga terbesar di Asia.
“Saya ingin membuat negara saya bangga dengan cara saya sendiri, dan cara itu adalah dengan bermain Mobile Legends,” ujar Nino, mewakili tim nasional MLBB Indonesia.

Liliyana, peraih medali emas Olimpiade 2016, juga menyampaikan bahwa pola pikir atlet esports tidak berbeda dengan atlet olahraga tradisional. Baik di lapangan maupun di dalam permainan, tujuannya tetap sama: membawa kejayaan bagi Indonesia. Musim mungkin telah berakhir, tetapi perjuangan Indonesia untuk meraih kejayaan internasional baru saja dimulai.
MPL ID Season 17 Playoffs menghadirkan budaya, fashion, dan identitas anak muda ke atas panggung
Untuk pertama kalinya, MPL Indonesia memperkenalkan Tunnel Walk yang terinspirasi dari budaya kedatangan atlet di olahraga global. Para pemain, KOL, dan restreamer tampil melampaui jersey tim mereka untuk mengekspresikan gaya pribadi melalui streetwear dan fashion, menjadikan momen kedatangan Playoffs sebagai pertemuan visual antara gaming, gaya hidup, dan budaya anak muda.

Tunnel Walk juga menandai debut konsep “Originals”, sebuah inisiatif IP baru dari MLBB Esports yang dirancang untuk menjembatani esports kompetitif dengan budaya fashion. Menampilkan pemain seperti Kairi “Kairi” Rayosdelsol dari ONIC, Manuel “Nnael” Simbolon dari Bigetron, dan Hengky “Kyy” Gunawan dari EVOS, inisiatif ini menempatkan atlet MLBB tidak hanya sebagai kompetitor, tetapi juga sebagai figur budaya yang memengaruhi cara generasi berikutnya menonton, berpakaian, dan berinteraksi dengan esports.

Kolaborasi Ekraf
Grand Finals juga menandai langkah berikutnya dalam kolaborasi MPL Indonesia dengan Tale X yang didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), yang memposisikan liga ini sebagai “Creative Playground” bagi kekayaan intelektual dan talenta kreatif Indonesia.

Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, secara resmi memperkenalkan Suga, maskot pertama MPL ID. Kehadirannya menandai dukungan berkelanjutan Ekraf dalam memanfaatkan esports sebagai platform untuk mengangkat kreativitas Indonesia, menghubungkan IP lokal dengan audiens yang lebih luas, serta membawa narasi budaya ke dalam salah satu ekosistem hiburan yang paling banyak ditonton di Indonesia.
Berakar pada identitas Indonesia, Suga merepresentasikan MPL ID sebagai liga yang dibentuk oleh budaya lokal, kebanggaan komunitas, dan ekspresi kreatif. Maskot ini menandai langkah baru dalam cara MPL Indonesia menghubungkan esports dengan penceritaan, pengembangan karakter, dan ekonomi kreatif yang lebih luas.

Melalui inisiatif ini, MPL Indonesia terus menjadi platform bagi para kreator dan IP lokal untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan menghadirkan karya-karya kreatif Indonesia ke dalam salah satu ekosistem esports yang paling banyak ditonton di negara ini, kolaborasi tersebut mendukung ambisi nasional yang lebih besar untuk memperkuat identitas kreatif Indonesia dan membawanya ke audiens yang lebih luas.
Bigetron by Vitality menuntaskan terobosan yang telah lama dinantikan
Setelah bertahun-tahun mengalami hasil yang naik turun, perubahan roster, dan kekecewaan berulang di babak playoff, Red Robot akhirnya mematahkan stigma yang telah mengikuti mereka selama beberapa musim. Perjalanan BTR dibangun di atas semangat “Trust the Process”, sebuah keyakinan yang terbentuk dari kesabaran, kesinambungan, dan kepercayaan terhadap fondasi yang telah dibangun tim selama bertahun-tahun. Sebagai salah satu organisasi yang telah berkompetisi di MPL Indonesia sejak musim perdananya, Bigetron memasuki Grand Finals dengan membawa lebih dari sekadar ambisi meraih gelar. Mereka membawa beban dari sebuah terobosan yang telah lama dinantikan.
Melawan ONIC ID, mereka tidak meninggalkan keraguan sedikit pun. Bigetron meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas salah satu tim paling berprestasi di liga, menutup musim dengan penuh dominasi dan mengklaim gelar MPL Indonesia pertama dalam sejarah organisasi mereka. Dengan kemenangan ini, mereka juga menjadi tim pertama yang dinobatkan dengan gelar bergengsi “KINGFINIX”, yang diperkenalkan musim ini oleh Infinix sebagai Presenting Partner MPL Indonesia.

Mid laner Marcel “Moreno” Sinulingga dinobatkan sebagai Finals Most Valuable Player, melengkapi penampilan gemilangnya di panggung Grand Finals.
Skylar dan Kelra dari ONIC tampil sebagai Duta Season 41
MPL Indonesia juga memperkenalkan Schevenko “Skylar” Tendean dan Grant Duane “Kelra” Pillas dari ONIC sebagai duta resmi MLBB Season 41. Setiap musim MLBB, dua duta dipilih untuk mendampingi para pemain sepanjang musim. Satu duta berperan sebagai perwakilan komunitas yang membimbing pemain melalui konten dan pembaruan baru, sementara satu duta lainnya mewakili level tertinggi permainan kompetitif dan membantu menjembatani kesenjangan antara permainan profesional dan permainan sehari-hari.
Skylar dan Kelra mengambil alih peran tersebut dari Kairi dan JessNoLimit, menjadi wajah terbaru dalam upaya berkelanjutan MLBB untuk menghubungkan esports profesional dengan komunitas yang lebih luas.
Penutupan MPL Indonesia Season 17 hadir bertepatan dengan tahun perayaan ulang tahun ke-10 MLBB, sebuah tonggak yang mencerminkan evolusi game ini dari sebuah judul mobile menjadi salah satu ekosistem esports paling berpengaruh di dunia. Di Indonesia, pertumbuhan tersebut dibentuk oleh para pemain, tim, kreator, restreamer, penggemar, mitra, dan komunitas kreatif lokal. Season 17 menunjukkan bagaimana MPL ID terus berkembang melampaui kompetisi, menjadi panggung bagi kebanggaan nasional, budaya anak muda, fashion, hiburan, dan penceritaan kreatif.









