Perjalanan di playoff MPL ID Season 17 menjadi salah satu cerita paling mengejutkan sekaligus paling solid musim ini. Datang dengan status yang tidak terlalu difavoritkan, Geek justru tampil sebagai salah satu tim paling konsisten dan disiplin di fase paling krusial kompetisi.

Salah satu faktor terbesar di balik kebangkitan ini adalah keberanian Geek untuk mempercayakan regenerasi roster dengan hadirnya para rookie seperti Nazara, Kenzyskie, dan Marcel. Alih-alih menjadi titik lemah, kehadiran para pemain muda ini justru menjadi energi baru yang membuat Geek tampil lebih fleksibel, agresif, dan tidak mudah terbaca oleh lawan.
Sejak hari pertama playoff, Geek langsung menunjukkan taringnya dengan kemenangan meyakinkan 3-0 melawan DEWA UNITED, yang sekaligus menjadi pernyataan kuat bahwa mereka datang bukan hanya untuk sekadar bertahan, tetapi untuk bersaing di level tertinggi. Momentum tersebut berlanjut di hari kedua ketika mereka kembali tampil disiplin dan berhasil mengamankan kemenangan 3-1 atas , tim yang sebelumnya banyak digadang-gadang sebagai salah satu kuda hitam paling berbahaya di MPL ID Season 17.

Kemenangan tersebut semakin mempertegas status Geek sebagai salah satu “penakluk Velodrome”. Dengan performa yang stabil di bawah tekanan playoff, Geek berhasil mengamankan jaminan Top 3 MPL ID Season 17, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa perkembangan mereka sepanjang musim benar-benar berjalan ke arah yang tepat.
Salah satu kekuatan utama Geek Fam musim ini juga terletak pada kreativitas draft yang mereka tampilkan. Di bawah arahan Baloy dan jajaran coaching staff, Geek mampu menghadirkan berbagai strategi unik yang sering kali membuat lawan kesulitan membaca arah permainan sejak fase draft. Adaptasi cepat terhadap meta, fleksibilitas role, serta keberanian dalam memilih komposisi tidak biasa menjadi senjata utama mereka dalam menghadapi tim-tim besar.

Tidak hanya itu, eksekusi in-game yang semakin matang membuat Geek terlihat seperti tim yang benar-benar siap di fase playoff. Mereka tidak hanya mengandalkan mekanik individu, tetapi juga disiplin dalam macro play, objektif kontrol, dan teamfight yang terstruktur.
Dengan hasil ini, Geek Fam kini hanya tinggal selangkah lagi menuju panggung yang lebih besar, yaitu EWC 2026 (Esports World Cup). Peluang tersebut menjadi motivasi tambahan bagi tim untuk terus menjaga konsistensi mereka di sisa perjalanan playoff.
Jika performa ini dapat terus dipertahankan, maka Geek Fam bukan hanya sekadar cerita kejutan musim ini, tetapi juga kandidat serius yang siap mengganggu dominasi tim-tim besar dan menutup MPL ID Season 17 dengan sejarah baru yang mereka tulis sendiri.









